Mau Belajar Investasi Tapi Bingung Mulainya? Ini Caranya

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Belajar investasi tidak harus ribet meski dimulai dari nol.
  • Dengan memahami kesalahan umum pemula, memilih instrumen yang tepat, dan belajar secara bertahap, kamu bisa membangun kebiasaan investasi yang lebih aman dan terarah.
  • Panduan ini membantu kamu mulai berinvestasi dengan cara praktis, realistis, dan relevan untuk pemula di 2026.

Belajar investasi jadi salah satu pilihan menarik untuk memperbaiki kondisi keuangan. Sayangnya, masih banyak orang bingung harus mulai dari mana, sehingga timbul ketakutan dan keraguan, bahkan sebelum melakukannya.

Saat belajar investasi, kesalahan paling umum adalah langsung mengejar keuntungan tanpa strategi yang jelas. Padahal, tanpa perencanaan yang tepat, investasi bisa berubah menjadi keputusan impulsif yang berisiko.

Nah, kalau kamu mau belajar investasi dengan pendekatan yang terarah tapi bingung cara memulainya, simak artikel ini sampai selesai!

Kenapa Banyak Orang Gagal Belajar Investasi?

Tanpa mindset dan strategi yang benar, proses belajar investasi justru membingungkan dan melelahkan. Berikut penyebab banyak orang gagal investasi:

1. Fokus Untung Cepat

Banyak pemula langsung tergiur hasil besar dalam waktu singkat saat mempelajari investasi. Akibatnya, keputusan diambil tanpa memahami strategi dan risiko yang melekat.

Pendekatan ini membuat proses belajar yang harusnya berbasis data berubah menjadi spekulasi. Ketika hasil tidak sesuai harapan, motivasi belajar pun cepat hilang.

2. Cuma Ikut Tren

Investasi sering dianggap sebagai tren atau jalan pintas. Padahal, kalau tidak ada tujuan finansial yang jelas, pemula mudah tergoda instrumen yang sedang ramai dibicarakan.

Belajar investasi dari nol seharusnya dimulai dari kebutuhan dan tujuan pribadi. Karena tanpa arah yang jelas, investasi berisiko tidak selaras dengan kondisi keuangan.

3. Sumber Tidak Jelas

Banyak orang mencari tahu seputar investasi dari potongan konten media sosial atau rekomendasi acak. Informasi yang tidak terkurasi sering kali tidak sesuai dengan kondisi pemula.

Belajar investasi tanpa panduan yang kredibel bikin risiko salah langkah semakin besar. Pemahaman yang setengah-setengah justru membahayakan keputusan finansial.

Tips Belajar Investasi untuk Pemula 

Agar tidak salah langkah, pemula perlu fokus pada fondasi yang kuat. Berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan saat mulai berinvestasi:

1. Tentukan Tujuan

Langkah awal dalam belajar investasi adalah menentukan tujuan yang jelas. Apakah untuk dana darurat, persiapan masa depan, atau pengembangan aset jangka panjang, kamu harus tahu tujuannya.

Dengan tujuan yang spesifik, investasi pun jadi lebih terarah. Kamu jadi tahu instrumen apa yang relevan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.

2. Kenali Risiko

Setiap instrumen memiliki tingkat risiko yang berbeda, dan ini perlu dipahami sejak awal. Tidak semua orang cocok dengan risiko tinggi, meskipun imbal hasilnya terlihat menggiurkan.

Mengenali profil risiko membantu pemula memilih strategi yang sesuai. Dalam investasi yang sehat, kenyamanan dan kesiapan mental sama pentingnya dengan potensi keuntungan.

3. Mulai dengan Sederhana

Saat memutuskan berinvestasi, sebaiknya tidak langsung memilih instrumen yang kompleks. Mulai dari produk yang mudah dipahami agar proses belajar berjalan lebih aman dan terkontrol.

Pendekatan ini membuat cara belajar investasi terasa lebih ringan. Kamu bisa memahami alur, risiko, dan hasil investasi tanpa tekanan berlebihan.

4. Gunakan Uang Dingin

Kesalahan umum pemula saat berinvestasi adalah menggunakan dana kebutuhan sehari-hari. Hal ini bisa memicu stres dan keputusan impulsif saat nilai investasi turun.

Maka dari itu, pakailah uang dingin. Dengan begitu, kamu bisa belajar lebih tenang dan fokus pada proses jangka panjang.

Contoh Investasi yang Menarik Tahun 2026

Masih bingung? Tenang, berikut tabel perbandingan berbagai instrumen yang layak kamu pertimbangkan saat sedang belajar investasi:

InstrumenPengertianKelebihanKekurangan
Reksa DanaInvestasi yang dikelola manajer investasi dengan dana kolektifCocok untuk pemula, modal relatif kecil, praktisImbal hasil tidak selalu tinggi, ada biaya pengelolaan
SahamKepemilikan atas sebagian perusahaanPotensi keuntungan besar, cocok jangka panjangHarga fluktuatif, perlu belajar analisis
ObligasiSurat utang dengan imbal hasil tetapLebih stabil, risiko relatif lebih rendahImbal hasil terbatas, likuiditas tidak selalu tinggi
EmasAset lindung nilai berbentuk logam muliaNilai cenderung stabil, mudah dipahamiKenaikan harga relatif lambat
DepositoSimpanan berjangka di bankRisiko rendah, bunga pastiImbal hasil rendah, kalah dari inflasi

Berdasarkan tabel di atas, instrumen seperti reksa dana, deposito, dan emas bisa jadi pilihan awal untuk pemula karena lebih mudah dipahami dan risikonya relatif terkontrol.

Seiring bertambahnya pemahaman, kamu bisa mulai mempertimbangkan saham atau obligasi sebagai strategi jangka panjang. Yang penting adalah menyesuaikan pilihan instrumen dengan tujuan, profil risiko, dan kesiapan finansial.

Rekomendasi Buku Belajar Investasi

Selain praktik langsung, membaca buku tetap penting bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi. Berikut beberapa rekomendasi buku populer seputar investasi:

1. Yuk Belajar Saham untuk Pemula – Ellen May

Buku ini cocok untuk kamu yang baru berinvestasi dan ingin mengenal saham dari sudut pandang praktis. Pembahasannya ringan, sistematis, dan tidak terlalu teknis.

Ellen May menjelaskan cara berpikir investor pemula, kesalahan umum, serta langkah awal sebelum masuk pasar saham. Buat kamu yang ingin membangun fondasi sebelum terjun lebih jauh, buku ini layak kamu pelajari.

2. Rich Dad Poor Dad – Robert T. Kiyosaki

Meski tidak spesifik membahas teknis investasi, tapi buku ini sangat relevan untuk membangun mindset finansial. Bagi pemula yang mau belajar investasi dari sisi cara berpikir tentang uang dan aset, buku ini bisa masuk daftar.

Rich Dad Poor Dad membantu pembaca memahami perbedaan bekerja untuk uang dan membuat uang bekerja. Fondasi mindset ini penting sebelum memilih instrumen investasi apa pun.

3. Financial Freedom – Grant Sabatier 

Buku ini kuat dalam membangun mindset finansial yang ideal untuk pemula. Pola pikir ini penting diterapkan sebagai bagian dari tujuan keuangan jangka panjang.

Tidak hanya itu, Financial Freedom juga membantu pembaca memahami hubungan antara pendapatan, investasi, dan kebebasan finansial. Untuk penguat motivasi dan arah, buku ini bisa jadi pilihan terbaik.

FAQ

1. Apakah investasi harus punya modal besar?

Tidak, investasi bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan ratusan ribu rupiah. Yang terpenting adalah konsistensi dan pemahaman, bukan besarnya modal di awal.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memahami investasi?

Berbeda-beda tergantung konsistensi dan sumber belajar. Dengan belajar rutin dan praktik bertahap, pemula biasanya mulai memahami dasar investasi dalam beberapa bulan.

3. Mempelajari investasi harus ikut kelas atau cukup dari buku?

Belajar berinvestasi bisa dimulai dari buku dan sumber gratis, asalkan kredibel. Kelas atau program belajar bisa membantu jika kamu butuh panduan yang lebih terstruktur dan terarah.

Saatnya Mulai Investasi Tanpa Rasa Cemas

Belajar investasi memang terasa rumit di awal, apa lagi kalau kamu mulai dari nol. Tapi dengan pemahaman dasar yang benar, sumber belajar terpercaya, dan strategi yang sesuai, investasi bisa jadi langkah cerdas untuk masa depan finansialmu.

Kalau kamu ingin berinvestasi dengan panduan yang relevan untuk pemula, saatnya ambil langkah berikutnya bersama Ngalup. Melalui berbagai program, artikel, dan event menarik, kami siap membimbingmu sampai bisa investasi tanpa cemas.

Yuk, kunjungi Ngalup.co lalu mulai perjalanan investasimu bareng mentor dan materi tepercaya!