Garuda Spark Innovation Hub adalah program resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mempercepat transformasi digital secara nasional dan regional. Melalui penyelenggaraan Malang Digital Ecosystem Gathering yang mengusung tema “From Potential to Impact: Shaping Malang’s Digital Ecosystem Together”, hub inovasi ini secara resmi diperkenalkan sebagai ruang kolaboratif dan penghubung (connector) bagi seluruh elemen ekosistem digital di Kota Malang.
Kegiatan soft launching dan peresmian ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu–Kamis, 26–27 Agustus 2026, bertempat di Garuda Spark Innovation Hub, Malang Creative Center (MCC) Lantai 3. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan potensi talenta, komunitas, akademisi, pelaku industri, hingga pemerintah agar dapat bergerak selaras dan tidak lagi berjalan secara parsial.
Memperkuat Ekosistem Digital Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Kota Malang dikenal memiliki potensi talenta digital yang luar biasa. Hal ini didukung oleh banyaknya perguruan tinggi serta komunitas teknologi yang aktif. Kehadiran ruang fisik dan jejaring seperti hub inovasi ini bertujuan untuk mengorkestrasi potensi tersebut agar menghasilkan dampak ekonomi dan inovasi yang nyata.
Dalam agenda hari pertama, peresmian dilaksanakan melalui National Ceremonial Launching yang terhubung secara hybrid dengan jaringan nasional, seperti GSIH BSD. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital. Momen ini menegaskan bahwa daerah memiliki peran strategis dalam mendukung peta jalan digitalisasi nasional.
Selain prosesi seremoni, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel bertajuk “Connect the Dots: Mapping Malang Digital Ecosystem”. Diskusi interaktif ini menghadirkan tokoh-tokoh penting ekosistem digital lokal sebagai narasumber, diantaranya:
- M. Ziaelfikar Albaba, S.Kom (Ketua STASION Malang)
- Ardi Imawan (CTO DOT Indonesia)
- Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs. (Wakil Dekan 3 Filkom Universitas Brawijaya)
- Pandu Zanuar Sulistyo, S.T. (Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kota Malang)
Dipandu oleh Lanang Agung (Head of Education & Public Sector Sarana AI) sebagai moderator, para panelis membahas kondisi ekosistem saat ini. Selain itu, juga membahas mengenai pemenuhan kebutuhan talenta siap kerja, tantangan keberlanjutan startup, hingga pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan industri.
Mendorong Karya Nyata Melalui Workshop Game Development
Tidak hanya fokus pada diskusi dan networking, rangkaian launching ini juga diisi dengan kegiatan side event. Seperti kegiatan Workshop Digital Creativepreneur bertema “From Idea to Playable Game Prototype”.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa, developer, game designer, dan talenta muda. Selama dua hari, workshop tersebut mendampingi peserta mulai dari perumusan konsep gameplay, penyusunan Game Design Document (GDD), hingga praktik langsung membangun playable prototype menggunakan game engine. Di hari kedua, para peserta melakukan playtesting, debugging, serta mempresentasikan hasil karya prototype mereka untuk mendapatkan masukan langsung dari para mentor ahli.
Melalui pendekatan “From Gathering to Growing Together”, peresmian ini membuktikan bahwa titik temu antar-aktor digital mampu melahirkan karya inovatif secara langsung. Ke depan, berbagai program pelatihan, inkubasi, dan jejaring kolaborasi akan terus diakselerasi melalui fasilitas Garuda Spark Innovation Hub.
