Jangan Asal Ambil Keputusan Bisnis! Ini Cara Menentukannya

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Keputusan bisnis datang dari pola pikir strategis dan berbasis data.
  • Pengambilan keputusan bisa dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan.
  • Pebisnis bisa menyesuaikan metode pengambilan keputusan berdasarkan kondisi usaha.

Bagi seorang pelaku usaha, keputusan bisnis bukan hanya soal memilih A atau B. Keputusan adalah skala pertumbuhan, penentu arah, bahkan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Jika keputusan bisnis yang diambil salah, akibatnya bisa terjadi stagnasi, hilangnya peluang, hingga kerugian fatal. Maka dari itu, pebisnis wajib memiliki mindset yang tepat agar tidak salah langkah.

Pada artikel ini, kita akan membahas faktor penting, metode, sekaligus tips yang bisa kamu perhatikan sebelum menentukan keputusan bisnis yang ideal untuk usahamu. Yuk, simak sampai selesai!

Mengapa Keputusan Bisnis Jadi Penentu Arah Usaha?

Di industri niaga, tidak ada keputusan bisnis yang bisa dianggap remeh. Mulai dari menentukan harga produk, memilih target pasar, hingga menetapkan ekspansi bisnis, semua harus dipertimbangkan dengan akurat. 

Bagi pelaku usaha, pengambilan keputusan dalam bisnis berfungsi sebagai:

  • Penentu arah usaha untuk jangka panjang maupun pendek,
  • Alat untuk mengelola risiko dan ketidakpastian,
  • Dasar untuk mengalokasikan waktu, modal, dan tenaga.

Nah, supaya fungsi-fungsi di atas bisa tercapai dengan maksimal, seorang pebisnis harus punya mindset yang kuat dan visioner. Misalnya, selalu berpikir jangka panjang, berani ambil risiko terukur, selalu mengandalkan data, serta terbuka pada evaluasi.

Faktor Pengambilan Keputusan Bisnis yang Perlu Dipertimbangkan

Dalam praktiknya, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan untuk keberlangsungan usaha. Berikut beberapa daftarnya:

1. Faktor Internal Bisnis

Penyebab internal bersumber dari kondisi bisnis itu sendiri. Faktor ini menentukan apakah sebuah keputusan bisnis realistis untuk dijalankan atau sebaliknya.

Beberapa hal yang termasuk faktor internal adalah keselarasan keputusan dengan visi misi bisnis, keuangan, operasional, hingga ketersediaan sumber daya. Misalnya, di saat ingin melakukan ekspansi, pebisnis bijak akan mengecek apakah arus kas stabil untuk menanggung beban tambahan.

2. Faktor Eksternal Bisnis

Selain internal, faktor eksternal juga berpengaruh pada pengambilan keputusan. Faktor ini berasal dari luar kendali pebisnis, seperti kondisi pasar, perilaku konsumen, tingkat persaingan, hingga regulasi pemerintah.

Contohnya, perubahan tren konsumen memengaruhi keputusan peluncuran produk baru. Dengan memahami faktor eksternal, pebisnis bisa menyesuaikan keputusan supaya lebih relevan dan kompetitif.

3. Ketersediaan Data dan Informasi

Dalam menentukan kualitas keputusan bisnis, data memegang peran penting. Data-data ini meliputi laporan keuangan, data penjualan, hasil riset pasar, hingga feedback pelanggan.

Dengan data akurat, keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan asumsi semata. Semakin faktual sebuah data, maka keberhasilanmu dalam merealisasikan strategi bisnis yang tepat juga semakin besar.

4. Risiko dan Dampak Jangka Panjang

Pertimbangkan risiko jangka pendek dan panjang, karena setiap keputusan pasti memiliki konsekuensi masing-masing. Keputusan yang terlihat menguntungkan saat ini belum tentu aman untuk keberlangsungan bisnis.

Misalnya, strategi bakar uang yang efektif menarik pelanggan baru dalam jangka pendek tetapi bisa membebani operasional di masa depan. Maka dari itu, pebisnis harus bisa membuat keputusan matang dan berorientasi pada keberlanjutan.

Metode Pengambilan Keputusan Bisnis yang Bisa Diterapkan

Setiap bisnis punya karakteristik masing-masing, sehingga metode pengambilan keputusan juga perlu penyesuaian. Berikut beberapa contohnya:

1. Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Metode ini menggunakan data relevan sebagai dasar pengambilan keputusan. Contoh data tersebut adalah laporan keuangan, performa penjualan, riset pasar, hingga perilaku konsumen. 

Pendekatan ini cenderung menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan terukur. Kamu bisa menggunakan metode berbasis data untuk keputusan ekspansi bisnis, penentuan harga, dan pengembangan produk.

2. Pengambilan Keputusan Berbasis Intuisi

Metode intuisi cocok untuk pebisnis berpengalaman yang membutuhkan keputusan cepat. Maka dari itu, perlu jam terbang tinggi agar bisa menerapkan metode ini.

Contoh keputusan usaha yang relevan dengan metode intuisi adalah saat menentukan stok tambahan, menghadapi perubahan konsumen, hingga arah negosiasi. Meski cepat, evaluasi tetap harus dilakukan agar tidak berujung pada kesalahan.

3. Pengambilan Keputusan Partisipatif

Pengambilan keputusan juga bisa melibatkan tim, mitra, atau stakeholder. Selain lebih komprehensif, metode ini juga bisa meningkatkan tanggung jawab dan rasa keterlibatan tim.

Misalnya, ketika kamu ingin merancang produk baru, kamu bisa melibatkan divisi-divisi terkait untuk menentukan proses perencanaan hingga pemasarannya. Kamu juga bisa memakai metode ini saat menentukan strategi kerja sama tim atau memilih tools baru untuk operasional.

4. Analisis SWOT

Sebagai alat pendukung keputusan bisnis, SWOT bisa dijadikan opsi. Dengan metode ini, kamu bisa mengidentifikasi Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats untuk melihat posisi bisnis secara menyeluruh.

Penerapan analisis SWOT bisa dilakukan saat kamu hendak memasuki pasar baru, meluncurkan baru, atau mengevaluasi posisi bisnis di tengah persaingan kompetitif. Analisis ini membuat keputusan jadi lebih selaras dengan kondisi internal maupun eksternal.

5. Incremental Decision Making

Metode ini menerapkan pengambilan keputusan secara bertahap. Artinya, pebisnis bisa melakukan uji coba kecil dulu, baru dilanjut dengan evaluasi hasil dan tahap berikutnya.

Incremental Decision Making bisa kamu terapkan saat uji coba produk baru sebelum produksi massal atau pembukaan cabang percobaan sebelum ekspansi lebih besar. Pendekatan ini mampu meminimalisir risiko sekaligus menyesuaikan keputusan berdasarkan kondisi lapangan.

Kesalahan Umum dan Tips dalam Keputusan Bisnis

Meski terlihat sederhana, nyatanya masih banyak pebisnis melakukan kesalahan saat hendak menentukan keputusan. Berikut beberapa contohnya:

  • Impulsif mengambil keputusan tanpa melihat data,
  • Mengabaikan masukan dari tim,
  • Terlalu terpaku dengan cara lama,
  • Terlalu takut mengambil risiko.

Namun, jangan khawatir. Kesalahan-kesalahan keputusan di atas bisa dicegah dengan melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Tetapkan tujuan sebelum mengambil keputusan,
  • Pertimbangkan dampak jangka panjang,
  • Kumpulkan data relevan sebagai sumber,
  • Siapkan rencana alternatif,
  • Lakukan evaluasi setelah keputusan diberlakukan.

FAQ

1. Apa itu pengambilan keputusan dalam konteks bisnis?

Dalam konteks bisnis, pengambilan keputusan adalah strategi dalam menentukan arah, kebijakan, dan tindakan dalam menjalankan usaha. Dengan keputusan tepat, bisnis dapat berkembang ke arah positif.

2. Mengapa mindset penting dalam pengambilan keputusan?

Karena mindset yang tepat memengaruhi cara pebisnis menilai risiko, peluang, dan dampak jangka panjang. Maka dari itu, seorang pebisnis wajib punya pola pikir berkelanjutan.

3. Metode apa yang paling efektif dalam pengambilan keputusan?

Tidak ada metode yang paling tepat. Hasil dari metode tergantung pada kondisi bisnis serta tujuan yang ingin dicapai.

Bangun Masa Depan Bisnis Lewat Keputusan yang Tepat

Keputusan bisnis yang tepat lahir dari mindset kuat, analisis akurat, serta keberanian bertindak. Jadi, mulailah dengan menentukan visi misi bisnis, lalu pilihlah metode terbaik agar hasil yang didapat maksimal.

Ingin belajar lebih dalam seputar bisnis? Tenang, Ngalup siap membawa bisnismu melangkah ke level selanjutnya. Melalui program, artikel, dan event menarik, kamu bisa menemukan informasi lengkap dan update terbaru.

Yuk, kunjungi ngalup.co dan dapatkan ilmu tentang strategi bisnis, pengembangan perusahaan, hingga insight praktis lainnya!