- Laporan arus kas membantu pebisnis memahami pergerakan uang dalam bisnis.
- Dengan membacacash flow secara tepat, kamu bisa mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan uang.
- Analisis laporan aliran kas juga membantu kamu mengambil keputusan bisnis yang lebih strategis.
Mayoritas pebisnis fokus mengejar penjualan, tetapi sering lupa memantau uang yang benar-benar tersisa di saldo kas.
Karena itu, paham seputar laporan arus kas bisa bantu kamu menelaah apakah usahamu benar-benar menghasilkan profit atau hanya terlihat ramai.
Bukan cuma itu, laporan arus kas memberi uraian nyata tentang bagaimana aliran saldo masuk dan keluar dalam usaha.
Alhasil, selain melihat angka, kamu juga dapat menguasai pola keuangan yang berlangsung dari waktu ke waktu.
Karena itulah, menguasai laporan arus kas menjadi langkah penting bagi setiap pebisnis.
Nah, kalau kamu mau mengelola finansial usaha dengan lebih terarah, yuk pelajari lima langkah membaca aliran kas yang dapat kamu aplikasikan mulai sekarang!
Kenapa Pebisnis Harus Paham Laporan Arus Kas?
Kalau kamu merasa bisnismu terlihat ramai setiap hari tapi uang tunainya justru terasa seret, maka mencatat laporan arus kas wajib kamu lakukan.
Laporan ini membantu kamu melihat apakah aktivitas bisnis benar-benar menghasilkan uang atau hanya menciptakan kesibukan operasional.
Selain itu, aliran saldo memberi deskripsi nyata tentang situasi finansial usaha. Dengan memahaminya, kamu bisa mengevaluasi kesehatan kas perusahaan sekaligus menentukan langkah strategis dengan pertimbangan yang terukur.
Kenali Struktur Laporan Arus Kas
Sebelum membaca detail angka, menguasai struktur dasar adalah hal penting yang harus kamu lakukan. Ini dia penjelasannya:
1. Aktivitas Operasi dalam Laporan Arus Kas
Struktur ini memperlihatkan dinamika uang dari urusan dagang harian, di mana kamu dapat melihat apakah kegiatan utama bisnis benar-benar menghasilkan profit.
Beberapa transaksi yang biasanya muncul di bagian ini, di antaranya:
- Penjualan produk atau layanan;
- Pembayaran pada supplier atau vendor;
- Pengeluaran upah pekerja;
- Anggaran operasional (listrik, sewa, logistik).
2. Aktivitas Investasi
Bisnis sering mengeluarkan dana untuk pengembangan, sehingga data aliran dana dari belanja atau penjualan aset bisnis juga penting kamu perhatikan.
Contoh aktivitas yang biasanya masuk ke kategori ini, yaitu:
- Pembelian mesin atau alat produksi;
- Perdagangan aset tetap perusahaan;
- Jual beli properti bisnis;
- Investasi pada proyek atau bisnis lain.
3. Aktivitas Pendanaan
Selanjutnya, laporan juga mencatat apakah bisnis mendapatkan tambahan modal atau justru sedang melunasi kewajiban keuangan.
Beberapa transaksi yang biasanya tercatat dalam aktivitas pendanaan antara lain:
- Modal yang disetor oleh pemilik usaha;
- Pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan;
- Pembayaran utang bisnis;
- Pembagian dividen kepada investor.
Bedanya Laporan Arus Kas Metode Langsung vs Tidak Langsung
Sebelum menyelam makin jauh, kamu harus tahu bahwa aliran kas dapat kamu susun dengan dua pendekatan. Yuk, pahami perbedaannya!
| Aspek | Langsung | Tidak Langsung |
| Penyajian | Menunjukkan saldo masuk dan keluar dari aktivitas jual-beli | Dimulai dari untung bersih lalu diselaraskan dengan komponen akuntansi |
| Sumber data | Menggunakan catatan transaksi harian | Menggunakan catatan pendapatan dan neraca |
| Kemudahan dipahami | Lebih mudah dipahami karena alur kas terlihat langsung | Butuh analisis tambahan untuk melihat penyesuaian angka |
| Penggunaan | UMKM | Usaha besar |
| Fokus informasi | Detail saldo usaha dari kegiatan operasional | Hubungan laba dan arus kas |
Dua metode tersebut dapat membantumu mengkaji situasi kas pada bisnis. Namun, laporan arus kas metode tidak langsung umumnya dipakai ketika badan usaha ingin menghubungkan untung bersih dengan perubahan saldo dalam periode tertentu.
5 Langkah Membaca Laporan Arus Kas agar Lebih Terarah
Setelah memahami struktur dasarnya, kamu pun dapat mulai mengaji dan menelaah laporan aliran dana dengan lebih sistematis. Berikut langkahnya:
1. Mulai dari Tindakan Operasional
Pertama, fokuslah pada tindakan operasional karena bagian ini menunjukkan penerimaan kas dari kegiatan pokok bisnis. Dari sini, kamu bisa melihat apakah penjualan benar-benar menghasilkan uang.
Jika arus kas operasi terlihat stabil, bisnis biasanya memiliki fondasi yang sehat. Sebaliknya, jika kas sering negatif, kamu perlu mengevaluasi operasional agar aliran uang tetap terjaga.
2. Perhatikan Pola Pemasukan dan Pendapatan
Selanjutnya, coba perhatikan pola cash in dan cash out dalam satu periode. Lewat teknik ini, kamu jadi tahu apakah aliran kas usahamu stabil atau sebaliknya.
Tidak cuma itu, dengan membaca pola ini, kamu juga dapat mengidentifikasi periode ketika pengeluaran meningkat.
Dari situ, kamu pun dapat menyesuaikan strategi keuangan supaya usaha tetap berjalan lancar.
3. Cek Pengeluaran untuk Penanaman Modal
Setelah itu, lihat transaksi pada kegiatan investasi untuk memahami penggunaan saldo dalam jangka panjang.
Melalui analisis ini, kamu juga dapat belajar cara membuat laporan arus kas perusahaan yang lebih rapi.
Jika investasi terlihat terlalu besar, kamu harus menjamin bahwa pengeluaran tersebut benar-benar mendukung kemajuan usaha.
Dengan begitu, dana yang digunakan tetap memberi manfaat.
4. Analisis Aktivitas Pembiayaan
Berikutnya, perhatikan kegiatan pembiayaan untuk mengetahui sumber dana bisnis. Dari sini, kamu bisa melihat apakah perusahaan memperoleh tambahan modal atau menggunakan pinjaman.
Selain itu, analisis ini membantu kamu memahami tingkat ketergantungan bisnis pada dana eksternal. Jika pinjaman terlalu dominan, kamu perlu mengelola strategi finansial secara lebih hati-hati.
5. Lihat Net Cash Flow di Akhir Catatan
Terakhir, cek laporan arus kas yang tertulis di akhir catatan. Angka pada laporan menunjukkan apakah total saldo di bisnismu bertambah atau malah berkurang pada kurun waktu tertentu.
Jika net cash flow-nya positif, bisnis biasanya punya ruang lebih aman untuk berkembang. Sebaliknya, misal nilainya negatif, kamu harus segera meninjau kembali pengelolaan keuangan.
Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang
Supaya tidak bingung, berikut dua contoh laporan finansial yang bisa kamu adaptasi untuk memantau aliran uang dalam bisnismu:
1. Contoh Satu

Sumber: bee.id
Laporan arus kas tidak langsung diawali dari profit sebelum pajak. Kemudian, ada penyesuaian transaksi non kas agar terlihat net cash flow dari kegiatan operasional, penanaman modal, dan pembiayaan.
2. Contoh Laporan Metode Langsung

Sumber: hashmicro.com
Pada gambar nomor dua, ada contoh pencatatan melalui metode langsung. Lewat format ini, kamu jadi paham berbagai sumber pendapatan, pembayaran operasional, serta perubahan jumlah saldo bisnis dalam kurun waktu tertentu.
FAQ
1. Seandainya bisnis tidak mencatat aliran dana, apa risikonya?
Kamu akan kesulitan memantau kondisi finansial secara jelas. Akibatnya, bisnis berpotensi mengalami kekurangan dana operasional meskipun terlihat memiliki penjualan yang tinggi.
2. Apa yang harus dilakukan jika aliran kas bisnis sering negatif?
Pertama, kamu perlu mengevaluasi pengeluaran operasional dan sumber pemasukan bisnis. Setelah itu, kamu dapat mencari cara untuk meningkatkan penjualan atau menekan biaya supaya arus keuangan kembali stabil.
3. Seberapa sering pebisnis harus mengecek catatan aliran dana?
Idealnya dilakukan berkala, misalnya setiap bulan. Dengan konsistensi, pengkajian terhadap perubahan keuangan dapat kamu lakukan lebih cepat sekaligus menghindari masalah kas tidak terduga.
Pahami Aliran Kas agar Bisnis Bergerak Terarah
Laporan arus kas adalah pemandu yang dapat membantumu memeriksa kondisi finansial bisnis secara lebih nyata.
Dengan memahami pergerakan uang dari berbagai aktivitas utama, kamu jadi bisa menilai apakah bisnis berjalan sehat atau justru perlu perbaikan.
Ingin belajar lebih jauh tentang strategi bisnis, pengembangan perusahaan, hingga insight praktis lainnya? Ngalup siap jadi partner terbaikmu. Yuk, kunjungi Ngalup.co dan dapatkan informasi terbaru untuk bisnismu!
