Marketing Agency vs Tim Internal: Mana yang Lebih Efektif?

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Marketing agency dan tim internal sama-sama punya peran strategis dalam pengembangan bisnis, tergantung fase dan kebutuhan perusahaan.
  • Agensi digital menawarkan kecepatan eksekusi dan keahlian spesialis, sementara tim internal unggul dalam kontrol strategi dan konsistensi jangka panjang.
  • Dengan memahami kelebihan dan tantangan dari masing-masing opsi, pebisnis bisa mengambil keputusan lebih berdampak.

Siapa pun pebisnis pasti pernah ada di fase mau fokus jualan, tapi pemasaran justru jadi PR terbesar. Di titik inilah pilihan antara memakai jasa marketing agency atau membangun tim internal mulai jadi pertimbangan serius.

Di satu sisi, marketing agency menawarkan kecepatan, keahlian, dan strategi siap pakai. Namun, di sisi lain, tim internal dinilai lebih paham DNA bisnis dan bisa bergerak lebih fleksibel dari dalam.

Jadi, antara marketing agency dan tim internal, mana yang paling efektif untuk bangun bisnismu? Biar tidak bingung, yuk simak artikel ini sampai selesai!

Kelebihan & Tantangan Menggunakan Marketing Agency

Buat kamu yang ingin fokus kembangkan bisnis tanpa direpotkan urusan teknis pemasaran, bekerja sama dengan marketing agency profesional jadi solusi praktis. Berikut beberapa kelebihannya:

  • Akses ke tim ahli lintas bidang seperti strategi, konten, iklan, hingga SEO dan social media marketing mudah dilakukan.
  • Eksekusi lebih cepat dan siap jalan tanpa perlu proses rekrutmen dan training tim internal.
  • Biaya relatif lebih efisien, terutama untuk bisnis yang belum membutuhkan tim pemasaran penuh waktu.
  • Update tren dan tools terbaru, karena agensi terbiasa mengikuti perubahan algoritma dan strategi digital.

Namun, kelebihan-kelebihan di atas tidak serta merta luput dari kekurangan. Sebelum memilih menggunakan jasa online marketing agency, petimbangkan sejumlah tantangan berikut agar hasilnya optimal:

  • Pemahaman terhadap bisnis butuh waktu, karena agensi bukan bagian dari internal perusahaan.
  • Ketergantungan pada pihak eksternal, terutama jika strategi pemasaran sepenuhnya dipegang agensi.
  • Koordinasi dan komunikasi harus rapi agar brief dan ekspektasi tidak melenceng.
  • Risiko salah pilih agensi yang dapat membuat strategi kurang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Kelebihan & Tantangan Membangun Tim Marketing Internal

Nah, dibandingkan bekerja sama dengan marketing agency, tim internal biasanya lebih lekat dengan visi, budaya, dan tujuan jangka panjang bisnis. Ini dia kelebihan membangun tim internal untuk bisnismu:

  • Pemahaman bisnis mendalam karena tim terlibat langsung dalam operasional harian.
  • Kontrol strategi lebih kuat, tanpa bergantung pada keputusan pihak eksternal seperti agensi.
  • Kolaborasi lintas divisi lebih cepat, terutama untuk campaign yang butuh respons instan.
  • Brand voice lebih konsisten karena dikelola oleh tim yang tumbuh bersama bisnis.

Namun, membangun tim marketing internal juga datang dengan tantangan yang tidak sedikit, terutama dari sisi sumber daya dan kesiapan sistem. Berikut tantangan yang perlu kamu ketahui sebelum membangun tim internal:

  • Biaya rekrutmen dan operasional lebih besar, termasuk gaji, training, dan tools pemasaran.
  • Waktu setup relatif lama, sehingga tidak secepat agensi dalam eksekusi awal.
  • Skill tim terbatas karena sulit memiliki spesialis di semua channel sekaligus.
  • Jika tim kurang update terhadap tren dan perubahan digital marketing, strategi bisa saja stagnan.

Tabel Perbandingan Marketing Agency vs Tim Internal

Masih bingung dengan perbandingan social media marketing agency dan tim internal dari berbagai akses? Coba cek tabel di bawah ini!

Aspek PerbandinganAgensiTim Internal
Kecepatan EksekusiLebih cepat karena sistem dan tim sudah siap jalan sejak awalCenderung lebih lambat di awal karena perlu rekrutmen dan onboarding
Keahlian dan SpesialisasiDitangani oleh tim spesialis dalam satu paketSkill terbatas pada kapasitas tim yang direkrut
Biaya AwalLebih efisien di awal tanpa biaya rekrutmen dan trainingBiaya tinggi untuk gaji, tools, dan pengembangan SDM
Skala CampaignMudah scale up atau down sesuai kebutuhan bisnisTerbatas pada jumlah dan kapasitas tim
Cocok untuk BisnisStartup, UMKM, atau bisnis yang ingin cepat growthBisnis matang dengan kebutuhan jangka panjang

Kapan Sebaiknya Menggunakan Marketing Agency?

Menyewa jasa marketing agency bukan berarti bisnismu “tidak mampu” mengelola pemasaran sendiri. Sebaliknya, bekerja sama dengan agensi bisa jadi langkah strategis supaya bisnis tetap fokus bertumbuh tanpa terbebani operasional marketing yang kompleks.

Agensi paling relevan digunakan ketika bisnismu berada di kondisi berikut:

  • Bisnis sedang ingin tumbuh cepat, tapi belum punya tim marketing matang,
  • Target pemasaran seperti social media, iklan digital, hingga performance marketing makin kompleks.
  • Tim internal masih terbatas, sehingga tidak memungkinkan menangani banyak channel sekaligus.
  • Butuh perspektif objektif dari luar, terutama saat strategi lama terasa stagnan atau tidak lagi efektif.
  • Ingin efisiensi waktu dan fokus ke core bisnis, sementara urusan campaign dan optimasi ditangani profesional.
  • Membutuhkan hasil terukur dalam waktu relatif singkat karena agensi bekerja berbasis data dan KPI yang jelas.

Kesalahan Umum dalam Memilih Digital Marketing Agency 

Keputusan terburu-buru bisa membuat anggaran marketing habis tanpa hasil yang sepadan. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi saat memilih agensi yang harus kamu hindari:

1. Terlalu Fokus pada Harga, Bukan Value

Banyak pebisnis tergoda agensi dengan harga paling murah tanpa melihat apa yang benar-benar didapat. Padahal, strategi, pengalaman, dan kualitas eksekusi jauh lebih menentukan hasil dibanding sekadar biaya.

Maka dari itu, pilihlah agensi yang mampu menyampaikan visi-misi bisnismu dengan tepat dan baik.

2. Tidak Mengecek Track Record dan Portofolio

Mengandalkan klaim di website tanpa melihat hasil nyata bisa sangat berisiko. Agensi yang kredibel biasanya transparan soal portofolio, studi kasus, atau performa klien sebelumnya.

Selain website resmi, cobalah cek media sosial mereka mulai dari Instagram, TikTok, dan platform relevan lainnya.

3. Brief dan Tujuan Bisnis Tidak Jelas

Tanpa target yang spesifik, agensi akan kesulitan menyusun strategi yang tepat. Akibatnya, campaign berjalan tapi tidak benar-benar berdampak ke bisnis.

Jadi, sebelum memilih agensi, buat visi-misi dan tujuan bisnismu dengan matang agar hasil yang didapat memenuhi segala ekspektasi.

FAQ

1. Apa agensi pemasaran dan apa saja layanannya?

Agensi digital merupakan pihak yang membantu bisnis merancang, mengeksekusi, dan mengoptimalkan strategi pemasaran secara profesional. Layanannya mencakup digital marketing, social media management, iklan berbayar, hingga branding dan campaign performance.

2. Apakah bisa menggabungkan agensi pemasaran dan tim internal?

Bisa. Banyak bisnis menggunakan model hybrid, di mana tim internal fokus pada strategi dan brand, sementara agensi menangani eksekusi teknis dan optimasi digital.

3. Lebih murah agensi pemasaran atau tim internal?

Tergantung pada kebutuhan dan fase bisnis. Untuk bisnis yang belum memiliki tim lengkap, jasa agensi cenderung lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya rekrutmen, gaji bulanan, training, dan tools

Tentukan Strategi Marketing yang Paling Tepat untuk Bisnismu

Memilih antara marketing agency atau tim internal bukan soal mana yang paling “benar”, tapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan strategi yang tepat, pemasaran tidak lagi jadi beban, melainkan penggerak utama pertumbuhan bisnis.

Mulai dari merumuskan visi-misi yang matang hingga menyusun strategi pemasaran yang tepat, Ngalup siap membantumu membangun bisnis agar tumbuh lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui berbagai artikel, program, dan event pilihan, kamu bisa mendapatkan insight bisnis yang relevan.

Yuk, kunjungi Ngalup.co dan dapatkan informasi lengkap serta update terbaru supaya bisnismu naik level!