4 Tanda Awal UMKM Punya Masalah Keuangan dan Solusi

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Masalah keuangan menjadi hal yang dapat muncul dan mempengaruhi keberlangsungan UMKM.
  • Ciri-ciri awal yang menandakan UMKM menghadapi tantangan finansial dalam aktivitas bisnisnya.
  • Kemudian berbagai contoh permasalahan finansial yang sering terjadi dan tanpa disadari oleh pelaku UMKM.
  • Langkah dan solusi yang dapat diterapkan untuk memperbaiki finansial usaha agar lebih stabil.

UMKM lebih rentan mengalami masalah keuangan dibandingkan perusahaan besar, terutama karena keterbatasan modal, sumber daya, dan pengelolaan keuangan.

Tanpa disadari, kendala finansial ini sering diawali dengan tanda-tanda kecil yang jika diartikan sehingga dapat berdampak serius pada kelangsungan usaha.

Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memahami masalah dalam keuangan, mengenali tanda awalnya, mengetahui contohnya, serta menerapkan solusi yang tepat.

Apa itu Masalah Keuangan pada UMKM? 

Masalah keuangan bisnis adalah kondisi ketika usaha mengalami kesulitan dalam mengelola uang, baik pemasukan maupun pengeluaran. Situasi ini dapat mengganggu operasional usaha dan menghambat perkembangan bisnis.

Pada UMKM, masalah keuangan bisnis sering terjadi akibat pengeluaran yang tidak terkontrol, pendapatan yang tidak stabil, atau perencanaan anggaran yang kurang baik.

Karena itu, memahami masalah dalam keuangan sejak awal sangat penting agar usaha tetap stabil dan mampu mencapai tujuan jangka panjang.

Tanda-tanda Awal UMKM Mengalami Permasalahan dalam Keuangan 

Tekanan finansial sering menjadi sumber kecemasan bagi pemilik UMKM. Dengan mengenali tanda-tanda awal masalah keuangan dan mengambil langkah lebih cepat,  peluang bisnis untuk bertahan dan berkembang akan lebih besar.

1. Arus Kas Berkurang

Arus kas menggambarkan uang yang masuk dan keluar dari bisnis. Ketika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, UMKM akan mulai mengalami tekanan keuangan. Sehingga sangat berisiko membuat bisnis kesulitan membayar kewajiban dan biaya operasional. 

Tanda-tanda masalah arus kas antara lain:

  • Tidak mengetahui secara pasti jumlah uang yang masuk dan keluar.
  • Pelanggan sering membayar terlambat sehingga kas tidak mencukupi.
  • Kesulitan membayar pemasok, cicilan pinjaman, atau pajak.
  • Margin keuntungan yang terlalu rendah.

2. Profitabilitas yang Buruk

Jika bisnis tidak mampu menghasilkan keuntungan yang cukup, UMKM akan kesulitan memenuhi kewajiban keuangan dan mengelola utang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gagal bayar dan kebangkrutan.

Beberapa tanda profitabilitas yang buruk meliputi:

  • Pemilik usaha tidak mampu membayar gaji untuk dirinya sendiri.
  • Biaya operasional meningkat, tetapi keuntungan tidak bertambah.
  • Ketergantungan pada pinjaman untuk menjaga bisnis tetap berjalan.
  • Sulit mendapatkan investor baru atau pinjaman baru.

3. Perubahan Perilaku Pelanggan

Perubahan permintaan terhadap produk atau jasa dapat berdampak langsung pada pendapatan UMKM. Ketika pelanggan mulai berubah, kondisi keuangan bisnis ikut terpengaruh.

Tanda-tandanya antara lain:

  • Penurunan penjualan secara bertahap atau drastis.
  • Kehilangan pelanggan utama
  • Meningkatnya keluhan atau permintaan pengembalian dana.

4. Kehilangan Karyawan

Tingginya tingkat keluar-masuk karyawan dapat memberikan tekanan tambahan pada keuangan UMKM. Karena proses perekrutan dan pelatihan karyawan baru membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Tanda masalah retensi karyawan meliputi:

  • Banyak karyawan keluar dalam waktu singkat.
  • Tingkat absensi yang tinggi.
  • Produktivitas kerja yang menurun.

Contoh Masalah Keuangan yang Sering Dialami UMKM

UMKM sering menghadapi berbagai tantangan finansial yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha. 

Berikut contoh masalah utamanya yang perlu diperhatikan.

  • Arus kas terbatas atau tidak konsisten: kondisi ini membuat UMKM kesulitan membayar tagihan rutin, menjaga likuiditas, dan melakukan investasi.
  • Tidak memiliki anggaran keuangan yang jelas: pengeluaran menjadi tidak terkontrol dan utang cenderung meningkat.
  • Tidak siap menghadapi biaya tak terduga: seperti perbaikan mendadak atau kenaikan harga bahan baku.
  • Modal usaha tidak mencukupi: keterbatasan modal dapat menghambat pengembangan dan ekspansi bisnis.
  • Beban hutang terlalu besar: termasuk pinjaman berbunga tinggi atau penggunaan kartu kredit pribadi.
  • Pelaporan keuangan yang diabaikan: transaksi tidak tercatat dengan baik sehingga sulit dipantau dan dievaluasi.
  • Kepatuhan pajak yang buruk: berisiko menimbulkan denda, sanksi dan masalah hukum.
  • Keterlambatan membayar tagihan: seperti membayar kepada pemasok, pemilik tempat usaha, atau penyedia utilitas.
  • Pencampuran keuangan bisnis dan pribadi: membuat arus kas tidak jelas dan sulit dikendalikan.
  • Taktik pemasaran yang buruk: menyebabkan kesulitan mendapatkan pelanggan baru dan kalah bersaing dengan kompetitor.

Cara Mengatasi Masalah Keuangan 

Tangani masalah keuangan bisnis sesegera mungkin. Beberapa langkah ini dapat membantu UMKM kembali ke jalur yang benar, yakni:

1. Mengelola Arus Kas dengan Baik

Catat uang masuk dan keluar secara rutin. Tetapkan jadwal penagihan yang jelas, kirim faktur tepat waktu, serta pilih metode pembayaran yang mudah agar arus kas tetap lancar.

2. Menyusun dan Menerapkan Anggaran

Kemudian, buat anggaran keuangan yang realistis sebagai acuan pengeluaran. Perbarui anggaran secara berkala sesuai kondisi usaha, termasuk biaya tetap, biaya variabel, pengeluaran satu kali, arus kas, dan keuntungan.

3. Menyiapkan Dana Darurat

Sisihkan sebagian pendapatan untuk menghadapi biaya tak terduga, seperti perbaikan mendadak atau kenaikan harga bahan baku, sehingga bisnis tidak bergantung pada utang.

4. Mengamankan Modal Usaha

Siapkan laporan finansial dan rencana bisnis yang rapi untuk meningkatkan peluang mendapatkan pinjaman atau investor. Selain itu, pahami kondisi dan skor kredit usaha agar pendanaan lebih mudah.

5. Mengendalikan Beban Utang

Kurangi utang berbunga tinggi, negosiasi ulang dengan kreditur jika diperlukan, dan prioritaskan pembayaran utang mendesak. Jika hutang masih bertambah, jual stok dan inventaris lama atau berlebih, dan menagih piutang yang belum dibayar.

6. Menjaga Pelaporan Keuangan Tetap Rapi

Catat semua transaksi secara konsisten agar kondisi finansia mudah dipantau. Pelaporan yang baik membantu pengambilan keputusan dan mencegah masalah di kemudian hari. Gunakan spreadsheet atau aplikasi keuangan sederhana lainnya.

7. Meningkatkan Kepatuhan Pajak

Selanjutnya, kelola kewajiban pajak dengan benar dan tepat waktu untuk menghindari denda serta masalah hukum yang dapat mengganggu finansial bisnis.

8. Membayar Tagihan Tepat Waktu

Disiplin membayar pemasok dan biaya operasional untuk menjaga hubungan bisnis tetap baik dan mencegah gangguan operasional. Pemanfaatan aplikasi otomatisasi hutang usaha juga dapat membantu mengurangi pekerjaan manual.

9. Memisahkan Keuangan Bisnis dan Pribadi

Pisahkan rekening dan catatan keuangan agar Anda dapat mengontrol arus kas bisnis dengan lebih jelas dan mudah. Hal ini juga memudahkan saat membutuhkan data transaksi atau laporan keuangan bisnis.

10. Memperbaiki Strategi Pemasaran

Terapkan strategi pemasaran yang efektif untuk menarik pelanggan baru dan menjaga penjualan tetap stabil, baik melalui pemasaran digital maupun pendekatan kreatif dengan biaya terjangkau.

11. Mengumpulkan Feedback Pelanggan

Jika terjadi perubahan perilaku pelanggan, sebaiknya minta umpan balik melalui survei,  telepon atau email. Masukan pelanggan dapat membantu memperbaiki produk dan layanan agar tetap relevan.

12. Meningkatkan Retensi Karyawan

Jika tingkat keluar-masuk karyawan tinggi, cari tahu penyebabnya melalui wawancara keluar. Identifikasi kriteria karyawan ideal, berikan penghargaan atas kinerja, serta sediakan pelatihan dan pengembangan agar produktivitas terjaga.

FAQ 

Apa tantangan terbesar dalam bidang keuangan?

Salah satu tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Sehingga membutuhkan pengelolaan risiko, keputusan investasi, pengendalian pengeluaran, dan kolaborasi antar tim.

Apa penyebab masalah keuangan?

Kurangnya informasi yang akurat dan realtime sering membuat UMKM menghadapi masalah keuangan. Kondisi ini biasanya muncul akibat sistem pencatatan yang terpisah, sistem dan proses yang sudah usang, serta minimnya transparansi data.

Mengapa masalah dalam keuangan bisa menimbulkan stress?

Bidang finansial memiliki tingkat tekanan yang tinggi karena besarnya tanggung jawab terhadap pengelolaan dana, keputusan investasi, serta manajemen resiko yang berdampak langsung pada bisnis.

Optimalkan Keuangan UMKM agar Usaha Lebih Stabil

Semua perusahaan, terutama UMKM, sering menghadapi masalah finansial. Kondisi ini bisa terasa berat, khususnya bagi pemilik usaha yang sedang merintis bisnis agar tetap bertahan dan tidak mengalami kebangkrutan.

Selain itu, pahami tanda-tanda awal dan terapkan solusi tepat untuk mencegah sebagian masalah keuangan sejak dini. Agar mendapatkan informasi bisnis, keuangan UMKM, dan peluang usaha terbaru, kunjungi Ngalup.co sebagai sumber referensi terpercaya dan selalu terupdate.