7 Strategi Elon Musk untuk Menjadi Orang Terkaya di Dunia

Strategi Elon Musk

Baru-baru ini Elon Musk, pengusaha muda yang merupakan CEO mobil listrik Tesla dan Space X dianugerahi sebagai Orang Terkaya di Dunia. Elon Musk berhasil menggeser posisi Jeff Bezos, pendiri Amazon yang sudah memegang gelar tersebut sejak 2017. 

Dilansir dari Bloomberg, jumlah kekayaan Musk pada Kamis (7/11) mencapai lebih dari $188 miliar USA. Untuk ‘merayakan’ hal tersebut, Elon Musk justru merasa heran, terlihat dalam cuitannya dan memutuskan untuk segera kembali bekerja. 

Kekayaan pria kelahiran Afrika Selatan ini sudah meningkat lebih dari $150 miliar selama 12 bulan terakhir. Hal ini juga membuat harga saham Tesla naik hampir 8% pada hari kamis (7/1). Kenaikan harga saham Tesla dikarenakan kesuksesan penjualan Tesla pada tahun 2020 yang naik sebesar 36% dari tahun sebelumnya, sejumlah 500.000 mobil berkat strategi elon musk. 

Pemilik 21% saham Tesla ini telah berkali-kali merasakan pahit-getirnya memulai bisnis. Terkadang beberapa orang banyak mengumpulkan nasihat mengenai bisnis mereka. Sehingga melupakan hal yang sangat penting, yaitu untuk mulai menerapkannya. Tidak ada guru yang lebih baik daripada pengalaman. 

Jatuh bangun Elon Musk sebelumnya  : 

  • Menjual perusahaan pertamanya, Zip2 dengan harga $307 juta.
  • Menjual Paypal, perusahaan keduanya senilai $1,5 miliar dalam stok hanya tiga tahun kemudian
  • Mendirikan SpaceX dan Tesla Motors
  • Memenangkan kontrak NASA senilai $1,6 miliar

Tentu saja kesuksesan besarnya tidak terjadi begitu saja, tapi melalui proses berulang-ulang. Hingga proses tersebut tersusun atas strategi yang dilakukan secara konsisten. Di bawah ini adalah tujuh prinsip atau strategi yang diterapkan Elon Musk dalam menjalankan bisnisnya.

  1. Fokus Tanpa Henti pada Kualitas

“……Bagaimana Anda membuat produk itu sangat menarik bagi pelanggan-hanya fokus yang gila untuk membuatnya lebih baik.”-Elon Musk, dalam wawancara Rock Solid Finance

Tesla, mobil energi alternatif terbaik di kelasnya memiliki anggaran pemasaran nol dollar, alias tidak ada. Pada 2010, Tesla memiliki IPO yang sangat sukses melalui fokus Elon Musk untuk membuat mobil dengan kualitas setinggi mungkin. 

Sebagian besar anggaran Tesla dan waktu Musk khususnya untuk penelitian dan pengembangan. Tentu saja, pemasaran yang tepat dapat mendatangkan keuntungan dalam bisnis. Namun, apabila terdapat pilihan antara lebih banyak pemasaran atau meningkatkan kualitas produk, Musk akan memilih kualitas setiap saat. 

Kualitas bertahan lebih lama dari tren dan tawaran untuk perhatian singkat. Kualitas produk akan meninggalkan kesan abadi yang mengubah pelanggan menjadi penggemar seumur hidup dan pemasar paling efektif

  1. Cari Cara untuk Meminta Feedback Kritis

“……Ketika saya berbicara dengan seseorang tentang Tesla Model S, ……. Saya ingin tahu apa yang salah dengan mobil itu.”– Elon Musk, pada artikel Hubspot

Saat mengembangkan produk atau layanan, tentu saja kamu menghabiskan waktu dan tenaga untuk mewujudkannya. Meminta umpan balik terasa sangat menakutkan, tapi Musk merekomendasikan untuk mencari feedback!

Tidak hanya sembarang umpan balik, tapi juga umpan balik tentang apa yang orang tidak sukai tentang produk tersebut. Menerima umpan balik akan memberi wawasan berharga yang tidak mudah didapatkan. 

Umpan balik yang kritis akan jauh lebih berharga meskipun menyakitkan. Nantinya, dengan tetap waspada terhadap potensi kelemahan, kamu akan lebih berhati-hati dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan. 

  1. Lupakan Multitasking

“Saya sangat menyarankan seseorang untuk hanya fokus pada satu perusahaan dan menghabiskan waktu sebanyak mungkin…”-Elon Musk, Inc.com

Elon Musk sebagai seorang CEO dari dua perusahaan besar tentunya menghabiskan waktunya yang padat dengan berbagai kesibukan. Tuntutan kerjanya yang besar diterjemahkan ke dalam 100 jam kerja dalam seminggu, belum lagi stress yang menumpuk. 

Belajar dari kesalahan tersebut, Musk merekomendasikan untuk memfokuskan semua waktu, perhatian, dan uang ke dalam satu bisnis. Musk menyarankan untuk mengambil spesialisasi daripada harus melayani banyak usaha. 

Merampingkan setiap langkah yang kamu lakukan dalam bisnis untuk meningkatkan fokus-mu, dan mengabaikan hal-hal yang menyita waktumu untuk hal yang tidak penting

  1. Bekerja Lebih Keras dari Orang Lain

“Work like hell, jika mereka bekerja 40 jam per seminggu, bekerja lah 80-100 jam dalam seminggu, kamu akan mencapai targetmu dalam 4 bulan, sementara mereka baru mencapainya dalam 1 tahun”– Elon Musk

Untuk memulai sesuatu yang besar dibutuhkan banyak sekali pengorbanan, tapi itu salah satu kunci kesuksesan Musk. Jika kamu tidak berkomitmen untuk menghabiskan banyak waktu, memulai bisnis hanya membuatmu sengsara. 

Beberapa orang berfokus pada jalan pintas, namun sebenarnya tidak ada yang lebih baik untuk menghabiskan waktu dengan kerja keras dan fokus. Bekerja cerdas saja tidak cukup tanpa bekerja keras, terutama saat memulai bisnis

  1. Rencanakan dan Rangkul Kegagalanmu

Kegagalan adalah pilihan, jika segala sesuatunya tidak gagal, Anda tidak cukup berinovasi”- Elon Musk

Jika mengamati bisnis yang dimulai Musk, semuanya adalah usaha yang berisiko. Namun, membuahkan hasil yang luar biasa. Tapi hal itu tidak akan terjadi apabila Musk menghindari kegagalan. 

Kebanyakan pemilik bisnis melihat kegagalan sebagai hal yang menakutkan. Musk melihat kegagalan sebagai hal yang tidak dapat dihindari. Justru, Musk merencanakan dan menyusun bisnis dengan itu. 

Jika kamu mulai mengambil resiko yang sudah diperhitungkan (setelah bertanya pada diri sendiri tentang hal terburuk yang bisa terjadi), kamu akan menyiapkan beberapa skenario dan berinovasi untuk menuai hasil yang lebih besar. Kegagalan akan datang, Proaktif, Rencanakan, Rangkulah!

  1. Ketahui End Game-mu

Pernyataan ini terdengar berlawanan dengan perasaanmu saat baru memulai bisnis, tetapi dengan memikirkan endgame kamu akan membuat keputusan yang lebih baik dan bergerak maju. 

Bagaimana kamu membayangkan bisnismu saat menjadi sukses? Apa arti sukses menurutmu?

Berdasarkan resume Musk, bisnisnya memiliki pola. Dia mendirikan sebuah perusahaan, menumbuhkannya, dan menjualnya untuk mendapatkan banyak uang. Kemudian dia mengumpulkan banyak uang untuk membangun perusahaan yang lebih besar. 

Baca Juga : Sales dan Marketing, Emang Beda?

Kamu mungkin tidak tahu persis bagaimana kamu ingin bisnismu berakhir. Tapi penting untuk memikirkan hal ini dan menentukan tujuanmu! Rencanakan Suksesmu!

  1. Selaraskan Bisnismu dengan Tujuan yang Lebih Tinggi

“[Elon Musk] adalah orang yang, ketika seseorang mengatakan itu tidak mungkin, mengangkat bahu dan berkata, ‘Saya pikir saya bisa melakukannya” – Max Levchin

Musk dalam wawancara tidak pernah benar-benar menghasilkan uang atau keuntungan. Uang bukanlah tujuan utamanya. Bisnisnya dibangun dengan alasan yang lebih dalam. 

SpaceX akan membuka jalan untuk perjalanan luar angkasa, sedangkan Tesla dibuat untuk membuktikan kepada dunia bahwa mobil listrik bisa jadi ramping, cepat, dan elegan. Dengan mempertimbangkan dampaknya pada masyarakat, Musk mendapatkan banyak uang daripada yang dia tahu 

Kamu perlu menyelaraskan bisnis untuk tujuan yang lebih dalam daripada sekedar uang

Musk tidak pernah secara gamblang menyatakan rahasia spesialnya, tapi kerangka kerjanya sederhana, lugas, dan mudah diikuti. Selanjutnya, bagaimana kita dapat menerapkan prinsip-prinsip atau strategi elon musk ini secara konsisten dan rasakan perbedaannya! 

Start Something

Leave A Reply

Please enter correct captcha value *

X