Belajar IT dan Ubah Keahlian Jadi Konten Viral 

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Perpaduan perspektif Malvin Valerian Gultom (Cyber Security Analyst & Educator) dan Pepeng (Local Heroes Creator) menunjukkan bahwa konten teknologi membutuhkan keseimbangan antara penguasaan materi dan kemampuan storytelling
  • Mengolah skill IT menjadi konten memerlukan proses menemukan angle menarik dan mengemas informasi teknis agar lebih mudah dipahami audiens umum
  • Konsistensi membahas topik sesuai keahlian membantu kreator teknologi membangun personal branding melalui berbagai jenis konten seperti edukasi, tips, dan pembahasan tren

Belajar IT kini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teknologi secara teknis. Pengetahuan yang dimiliki juga dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan konten digital yang informatif dan menarik. 

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus dalam program Techfluencer yang diinisiasi oleh Ngalup.co. Program ini memberikan pelatihan bagi individu yang ingin mengembangkan kemampuan sebagai influencer di bidang teknologi, dengan materi yang berbeda di setiap sesinya. 

Mengubah Keahlian IT Menjadi Konten 

Memiliki kemampuan IT merupakan modal yang kuat bagi seorang kreator teknologi. Namun, kemampuan teknis saja belum cukup untuk membuat sebuah konten menarik perhatian audiens. Pengetahuan yang kompleks perlu dikemas dengan cara yang lebih sederhana, relevan, dan memiliki sudut pandang yang jelas.

Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana skill yang sudah dimiliki dapat diolah menjadi ide konten. Prosesnya tidak berhenti pada menentukan topik teknologi, tetapi juga mencakup bagaimana menemukan angle yang menarik dan mengemas informasi agar lebih mudah dipahami oleh audiens.

Dengan pendekatan tersebut, berbagai materi yang diperoleh ketika Belajar IT dapat memiliki nilai lebih ketika diterjemahkan ke dalam konten. Hal-hal yang sebelumnya hanya dipahami oleh orang dengan latar belakang teknologi dapat dikomunikasikan dengan bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat umum.

Belajar dari Perspektif Cybersecurity dan Content Creator  

Sesi ini menghadirkan dua pembicara dengan latar belakang yang saling melengkapi, yaitu Malvin Valerian Gultom, Cyber Security Analyst & Educator, serta Pepeng, Local Heroes Creator.

Malvin membawa perspektif dari dunia cybersecurity dan edukasi teknologi. Dengan lebih dari 222 ribu pengikut di Instagram, pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana topik yang bersifat teknis dapat dikomunikasikan melalui platform digital. Bagi kreator yang memiliki keahlian di bidang IT, pengalaman ini dapat menjadi gambaran mengenai cara mengolah pengetahuan menjadi konten yang memiliki daya tarik.

Sementara itu, Pepeng hadir sebagai Local Heroes Creator dengan lebih dari 55 ribu pengikut di Instagram. Kehadirannya memberikan perspektif dari sisi kreator, khususnya mengenai bagaimana sebuah cerita dan informasi dapat dikemas sehingga lebih dekat dengan audiens.

Perpaduan dua perspektif tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Peserta dapat melihat bahwa membuat konten teknologi membutuhkan keseimbangan antara penguasaan materi dan kemampuan storytelling.

Dari Konten Edukasi hingga Personal Branding  

Kemampuan mengubah skill IT menjadi konten juga dapat mendukung terbentuknya personal branding. Ketika seorang kreator konsisten membahas topik sesuai keahliannya, audiens akan lebih mudah mengenali bidang yang menjadi fokusnya.

Bagi kreator teknologi, hal ini dapat diterapkan melalui berbagai jenis konten, mulai dari edukasi, tips praktis, pembahasan tren teknologi, hingga cerita berdasarkan pengalaman profesional. Konsistensi dan cara penyampaian menjadi bagian penting agar konten tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki karakter.

Pada akhirnya, Belajar IT tidak hanya menghasilkan kemampuan untuk memahami teknologi, tetapi juga membuka ruang untuk membagikan pengetahuan tersebut melalui konten yang relevan dan bernilai.