Skill IT Jadi Konten Ber-Engagement Tinggi Lewat Techfluencer 

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Keahlian teknis seperti coding, pengembangan website, dan penyelesaian masalah dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk konten edukatif dan relevan
  • Perpaduan perspektif dari Sandhika Galih (tech) dan Shafra Ely Rahmania (video editing) menunjukkan pentingnya substansi kuat yang dikemas dengan format menarik secara visual
  • Membangun engagement tinggi memerlukan pemahaman terhadap audiens agar konten yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mereka, bukan sekadar mengikuti tren

Skill IT tidak hanya dapat menjadi bekal untuk berkarir di industri teknologi. Tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi konten yang edukatif, relevan, dan mampu membangun audiens. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Ngalup.co menghadirkan Techfluencer, sebuah program yang memberikan ruang pembelajaran bagi individu yang ingin mengembangkan diri sebagai influencer di bidang teknologi.

Techfluencer dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi dapat dikomunikasikan melalui konten. Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada cara mengemas informasi agar lebih mudah dipahami dan memiliki nilai bagi audiens. Setiap sesi menghadirkan materi yang berbeda, disesuaikan dengan berbagai kebutuhan dan tahapan perjalanan peserta dalam membangun kapasitas sebagai techfluencer.

From Code to Content: Mengubah Keahlian Menjadi Karya 

Kali ini, mengusung tema “From Code to Content: Tech-Fluencer Bootcamp”. Sesi ini membahas bagaimana seseorang dapat melihat kemampuan di bidang teknologi dari perspektif yang lebih luas. Keahlian seperti coding, pengembangan website, penggunaan tools, hingga pengalaman menyelesaikan persoalan teknis dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan konten.

Namun, menguasai sebuah bidang tidak selalu berarti mudah menjelaskannya kepada orang lain. Salah satu tantangan dalam membuat konten teknologi adalah mengubah topik yang kompleks menjadi materi yang lebih sederhana tanpa menghilangkan inti informasi. Disinilah kemampuan komunikasi dan pemahaman terhadap audiens menjadi penting.

Melalui Techfluencer Bootcamp, peserta mendapatkan pembelajaran untuk melihat potensi konten dari Skill IT yang telah dimiliki. Pengalaman sehari-hari dalam bekerja atau belajar di bidang teknologi dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk konten. Mulai dari edukasi, tutorial, tips, hingga pembahasan isu yang relevan dengan kebutuhan audiens.

Cara Convert Skill IT Jadi Konten Ber-Engagement Tinggi 

Salah satu materi utama dalam sesi ini adalah Cara Convert Skill IT Jadi Konten ber-Engagement Tinggi.” Materi tersebut dibawakan oleh Sandhika Galih, yang hadir sebagai Lecturer, Google Dev Expert, dan Content Creator.

Pembahasan ini berangkat dari persoalan yang sering dihadapi oleh individu di bidang teknologi. Disini peserta mendapat materi tentang bagaimana membuat konten yang tidak hanya berisi informasi, tetapi juga mampu menarik perhatian dan mendorong interaksi. Sebuah konten dengan materi yang baik belum tentu mendapatkan respons apabila tidak dikemas dengan pendekatan yang sesuai.

Engagement menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang content creator. Interaksi dapat tumbuh ketika audiens merasa bahwa sebuah konten relevan dengan kebutuhan, ketertarikan, atau permasalahan yang mereka alami. Karena itu, kreator perlu memahami cara menentukan sudut pandang, menyusun pesan, dan menyederhanakan informasi agar lebih mudah diterima.

Bagi individu dengan latar belakang teknologi, hal tersebut menjadi peluang untuk memanfaatkan keahlian sebagai kekuatan utama. Konten tidak harus dibuat dengan mengikuti semua tren. Justru, pemahaman terhadap bidang tertentu dapat menjadi identitas dan pembeda seorang kreator di tengah semakin banyaknya konten digital.

Perspektif Konten dari Tech dan Video Editing 

Selain Sandhika Galih, sesi Techfluencer Bootcamp juga menghadirkan Shafra Ely Rahmania, Founder Eat Edit dan Video Editor Influencer & Remote Worker. Kehadiran dua narasumber dengan latar belakang berbeda memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam proses menciptakan konten.

Dari sisi teknologi, peserta dapat memahami bagaimana keahlian dan pengalaman teknis dapat dikembangkan menjadi ide yang bernilai. Sementara itu, perspektif content creation dan video editing menunjukkan pentingnya pengemasan sebuah pesan agar konten mampu lebih menarik secara visual dan mudah dikonsumsi.

Perpaduan antara substansi dan cara penyampaian menjadi salah satu aspek penting bagi seorang techfluencer. Konten teknologi membutuhkan informasi yang kuat, tetapi juga perlu dikemas dengan format yang sesuai dengan kebiasaan audiens dalam mengonsumsi konten digital.

Coaching dan Strategi Ngonten untuk Anak IT  

Sebagai bagian dari pengalaman belajar, peserta juga mendapatkan coaching dari Techfluencer serta sesi Kupas Strategi Ngonten khusus Anak IT. Kedua aktivitas ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai proses membangun konten berdasarkan keahlian yang dimiliki.

Tidak berhenti pada pembelajaran materi, Techfluencer juga menghadirkan Coffee Break Networking Session. Sesi ini membuka ruang interaksi antar peserta dan narasumber untuk bertukar pengalaman serta memperluas koneksi dengan individu yang memiliki ketertarikan pada teknologi dan dunia content creation.

Melalui perjalanan Techfluencer yang kini telah memasuki advanced program, pengembangan Skill IT menjadi konten tidak lagi hanya dipahami sebagai proses membagikan pengetahuan. Lebih dari itu, Techfluencer menjadi ruang untuk mengasah kemampuan peserta dalam menemukan perspektif, mengemas keahlian, membangun komunikasi dengan audiens, dan mengembangkan potensi diri sebagai kreator di bidang teknologi.