4 Cara Capital Expenditure Kurangi Risiko Investasi Bisnis 

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Capital expenditure meliputi pengeluaran sumber daya tetap bukan hanya biaya harian.
  • Berbeda dengan pembiayaan harian, CapEx masuk sebagai sumber data dan tersebar selama periode waktu tertentu melalui penyusutan.
  • Perhitungan dan strategi pengelolaan CapEx membantu bisnis mengurangi risiko investasi modal.

Capital expenditure muncul ketika perusahaan mengeluarkan uangnya untuk keperluan bisnis.

Namun tanpa perhitungan yang tepat, investasi ini bisa menimbulkan risiko dan membebani finansial.

Karena itu, kamu perlu memahami cara menilai CapEx dengan benar, termasuk perbandingan dengan biaya operasional. Sehingga, keputusan dana awalnya bisa aman dan terencana.

Apa itu Capital Expenditure?

Capital expenditure (CapEx) atau belanja modal adalah mengalokasi anggaran untuk keperluan aset dan pemeliharaannya. Asetnya berupa properti, alat, lisensi dan merek dagang.

Dalam prakteknya, CapEx muncul ketika kamu berinvestasi untuk mengambangkan bisnis.

Sebagai contohnya, investasi pada kendaraan usaha untuk menunjang kegiatan harian.

Mengapa CapEx Penting bagi Bisnis?

CapEx memungkinkan bisnis memperluas aset dan kapasitasnya. Jika pengelolaannya dilakukan dengan baik, CapEx dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menunjang kemajuan perusahaan.

Beberapa alasan mengapa CapEx krusial bagi bisnis:

  • Memperkuat ekspansi usaha: Menambah aset membantu memperkuat kapasitas dan kelancaran operasional.
  • Memberikan nilai durasi yang lama: Menggunakan sumber daya untuk mendukung aktivitas bisnis.
  • Membantu menghasilkan pendapatan: Peralatan atau teknologi baru dapat meningkatkan produktivitas.
  • Memberikan manfaat pajak: Penyusutan aset bermanfaat sebagai pengurangan pajak.

Capital Expenditure vs Revenue Expenditure: Perbedaan Utama

Pengeluaran bisnis terbagi atas belanja modal atau CapEx dan revenue expenditure (Revex).

Walaupun sama-sama penting, tujuan dan pencatatan keduanya berbeda pada laporan keuangan.

Agar memudahkan pemahaman terkait CapEx dan Revex, berikut keduanya dapat dikatakan berbeda:

AspekCapital Expenditure (CapEx)Revenue Expenditure (Revex)
Investasi Mengarahkan investasi pada aset masa depan.Mengalokasikan dananya untuk membiayai operasional.
Fokus utamaMemfasilitasi perolehan pendapatan di masa depan.Menjaga operasional harian berjalan.
Laporan keuanganTercatat pada aset di neraca dan penyusutan selama masa manfaatnya.Tercatat pada laporan laba rugi di periode yang sama.
Dampak pada labaTidak langsung berdampak pada laporan laba rugi.Langsung mempengaruhi profitabilitas.
Pajak Memberi manfaat pajak melalui penyusutan atau amortisasi.Mengurangi beban pajak pada tahun biaya tersebut terjadi.
Manfaat bisnisMenjamin pertumbuhan bisnis dari waktu ke waktu.Menjamin kelangsungan produktivitas harian.

Cara Menghitung dan Menilai Capital Expenditure

Perhitungan capital expenditure dalam laporan keuangan sesuai dengan kenaikan asetnya dan penyusutan pada waktu tertentu. Hal ini dilakukan agar tahu seberapa besar dana yang keluar.

Umumnya, rumus capital expenditure yaitu:

CapEx = Aset Tetap Akhir -Aset Tetap Awal+Penyusutan

Keterangan:

  • Aset tetap akhir: total aset tetap selama berjalannya waktu (EoP).
  • Aset tetap awal: total aset tetap dalam waktu sebelumnya(BoP).
  • Penyusutan: (Total Biaya Aset Tetap – Nilai Sisa) Asumsi Masa Manfaat.

Contohnya:

Seorang pemilik toko roti kecil membeli beberapa pembaruan alat misalnya oven dan mixer untuk mempermudah produktivitas selang waktu tertentu.

Agar melihat besaran belanja modal, pemilik toko pun meninjau laporan finansial bisnisnya.

Pada neraca, diketahui bahwa:

  • Nilai aset tetap di awal tahun sebesar Rp60.000.000.
  • Nilai aset tetap di akhir tahun sebesar Rp90.000.000.

Kemudian dari laporan laba rugi, diketahui bahwa:

  • Penyusutan peralatan selama tahun tersebut sebanyak Rp7.000.000.

Perhitungannya sebagai berikut:

CapEx = Rp90.000.000 – Rp60.000.000 + Rp7.000.000 = Rp30.000.000 + Rp7.000.000 = Rp37.000.000

Artinya, selama satu tahun tersebut pemilik toko roti telah mengeluarkan CapEx senilai Rp37.000.000 untuk membeli alat baru.

Risiko Umum dalam Capital Expenditure

Mengelola pengeluaran modal tidak selalu mudah, terutama bagi bisnis yang modalnya terbatas. Jika perencanaan tidak berjalan dengan baik, investasi aset dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kondisi finansial bisnis.

Berikut beberapa resiko umum yang perlu kamu perhatikan:

1. Menentukan Prioritas Proyek

Bisnis terkadang memiliki dana investasi terbatas. Karena itu, kamu perlu memilih proyek yang benar-benar mendukung tujuan bisnis.

Jika terlalu banyak proyek yang berjalan sekaligus, arus kas bisa tertekan dan mengganggu kewajiban keuangan.

2. Perencanaan Anggaran yang Tidak Akurat

Investasi belanja modal sering membutuhkan waktu lama sebelum menghasilkan keuntungan.

Perubahan kondisi pasar, ekonomi, atau biaya tak terduga dapat membuat perencanaan anggaran menjadi sulit.

3. Kesulitan Memantau Kinerja Investasi

Menilai keberhasilan proyek CapEx tidak selalu mudah. Misalnya, ketika kamu membeli mesin baru, dampaknya terhadap efisiensi atau produksi tidak selalu langsung terlihat. Hal ini membuat perhitungan ROI  (Return in Investment) menjadi sulit.

4. Manajemen Risiko

Teknologi dapat berubah dengan cepat dan aturan bisnis juga terus berkembang.

Jika tidak memperhatikan, apa yang kamu investasikan bisa menjadi usang atau tidak lagi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Strategi Mengurangi Risiko Investasi Modal

Setelah memahami berbagai risiko investasi modal, langkah berikutnya adalah menerapkan strategi akurat untuk mengelolanya.

1. Menetapkan Tujuan Investasi yang Jelas

Tentukan tujuan dan sasaran investasi sejak awal agar pengeluaran belanja modal selaras dengan strategi bisnis.

Kamu juga perlu menilai kelayakan finansial, permintaan pasar, risiko dan potensi pengembalian sebelum memulai proyek.

2. Membuat Proses Persetujuan Proyek yang Terstruktur

Gunakan mekanisme persetujuan yang jelas sebelum menjalankan proyek investasi. Tetapkan indikator kinerja utama (KPI) untuk memantau perkembangan proyek dan mendeteksi masalah sejak dini.

3. Menyusun Anggaran Capital Expenditure yang Lengkap

Buat anggaran lebih jelas dan teratur agar pengalokasian dana lebih tepat. Dengan begitu, kamu dapat memprioritaskan proyek yang memiliki potensi pengembalian terbaik dan selaras dengan tujuan bisnis.

4. Memantau dan Mengevaluasi Pengeluaran Investasi

Pantau pengeluaran secara berkala agar tidak melebihi anggaran. Kamu juga bisa menggunakan metode seperti NPV, ROI, atau payback period untuk memastikan investasi tetap menguntungkan.

FAQ

Bagaimana pengeluaran modal mempengaruhi arus kas?

CapEx mengurangi kas dengan masa waktu yang lama, tetapi dapat meningkatkan arus kas di masa depan jika investasi berhasil.

Apakah belanja modal (CapEx) yang tinggi itu baik atau buruk?

Tergantung hasil investasinya. CapEx dapat dianggap baik jika hasil dari nilainya lebih besar dari biaya modalnya.

Pada bagian mana capital expenditure dalam laporan keuangan biasanya tercantum?

Pada laporan arus kas, CapEx biasanya muncul pada bagian yang mencatat aktivitas investasi di perusahaan.

Saatnya Berinvestasi dengan Strategi Tepat

Investasi melalui capital expenditure perlu strategi yang jelas agar dana bisnis tidak terbuang sia-sia.

Kamu perlu memahami kebutuhan bisnis, memperkirakan biaya, dan menilai potensinya sebelum menentukan keputusan.

Perencanaan yang sesuai membantu investasi modal lebih aman dan memperkuat ekspansi usaha Untuk menambah wawasan terkait strategi bisnis dan investasi, kamu bisa membaca berbagai referensi terpercaya di Ngalup.co.