5 Langkah Cost Benefit Analysis untuk Menekan Risiko Proyek

Photo of author
Written By Freelance

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Cost benefit analysis memudahkan penilaian terhadap proyek yang untung daripada pengeluarannya.
  • Analisis ini biasanya digunakan sebelum proyek dimulai, terutama saat bisnis harus memilih investasi atau keputusan.
  • Penilaian kelayakan proyek sejak awal membantu bisnis tidak terjebak pada keputusan yang kurang tepat.

Cost benefit analysis membantumu tau mana proyek benar-benar dapat berjalan maupun berisiko merugikan. Tanpa analisis ini, proyek bisa terlihat menjanjikan tetapi biaya akhirnya lebih besar dari manfaatnya.

Lantas, bagaimana cara memakai analisis tersebut agar proyek minim risiko? Kamu perlu tau kapan penggunaan CBA atau bagaimana tahapan penerapannya.

Apa itu Cost Benefit Analysis (CBA)?

Cost benefit analysis (CBA) atau analisis biaya-manfaat adalah pendekatan untuk mengevaluasi apakah suatu proyek atau keputusan bisa berjalan. Tujuannya agar tau bagian mana yang lebih membuat untung.

Begini cara kerjanya:

  • Kuantifikasi biaya dan manfaat: menilai tiap bagian yang ikut terlibat.
  • Hitung keuntungan bersih: kurangi biaya dari jumlah keuntungan.
  • Evaluasilah rasio: benefit cost ratio > 1 dengan manfaatnya yang besar.

Mengapa Cost Benefit Analysis Penting untuk Proyek?

Agar proyek bisnis memberi nilai bagi stakeholder, kamu perlu proyek mana yang tepat. CBA bisa membantumu memberikan penilaian dengan jelas.

Berikut beberapa manfaatnya:

  • Pengambilan keputusan berbasis data agar lebih objektif.
  • Mitigasi risiko agar terhindar dari kerugian.
  • Tujuan proyek lebih jelas dalam mencapai hasil nyata.
  • Alokasi sumber daya dengan peluang untung yang tinggi.
  • Perspektif untuk melihat dampak nyata selama periode tertentu

Kapan Harus Menggunakan Cost and Benefit Analysis di Proyek?

Gunakan cost and benefit analysis ketika kamu perlu memutuskan untuk menjalankan suatu proyek. Cara ini membantu menjaga agar manfaat tidak lebih kecil dari pengeluarannya.

Berikut beberapa situasi yang berguna bagi analisis ini:

  • Mengembangkan strategi bisnis baru.
  • Menentukan alokasi sumber daya atau keputusan pembelian.
  • Memutuskan keberlanjutan proyek baru.
  • Membandingkan beberapa peluang investasi.
  • Menilai dampak dari kebijakan baru di perusahaan.
  • Mengevaluasi usulan perubahan pada struktur atau proses kerja.

Cara Melakukan Cost Benefit Analysis di Proyek

Pembuatan cost benefit analysis mungkin tampak rumit pada awalnya. Namun setelah kamu memahami prosesnya, tahapan ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan proyek atau tim.

1. Bangun Proses Analisis yang Sederhana

Mulailah buat proses analisisnya dengan jelas, agar kamu bisa memahami tujuan analisis, kondisi saat ini dan cakupannya.

Proses analisis biasanya mencakup beberapa komponen berikut:

a. Menganalisis Jawaban Pertanyaan

CBA selalu mengawali dengan pertanyaan yang akurat. Usahakan pertanyaannya spesifik agar lebih mudah analisisnya. 

Misalnya, pertanyaan seperti “Haruskan kita meningkatkan aplikasi seluler?”.

b. Gambaran Umum Situasi Saat Ini

Gambaran umum memberi konteks terhadap analisis yang akan kamu lakukan Bagian ini juga membantu semua pihak memahami kondisi awal proyek. Beberapa hal pentingnya yaitu:

  • Latar belakang: penjelasan singkat tentang kondisi bisnis terkini.
  • Kinerja saat ini: data kuantitatif yang menunjukkan performa bisnis sekarang.
  • Peluang: area yang masih bisa ditingkatkan.
  • Proyeksikan kinerja masa depan dengan kondisi saat ini: perkiraan kinerja jika tidak ada perubahan strategi.
  • Risiko dari kondisi saat ini: potensi masalah muncul jika tidak ada tindakan baru.

Pada tahap ini, kamu juga perlu memperkirakan biaya yang mungkin muncul, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

c. Cakupan Analisis

Selanjutnya, tentukan cakupan CBA. Cakupan ini berfungsi sebagai batasan agar analisis tetap fokus.

Biasanya cakupan analisis mencakup:

  • Periode analisis: memperkirakan potensi cost and benefit pada periode tertentu.
  • Jenis biaya dan manfaat: memasukkan perhitungan maupun ditiadakan.
  • Metode pengukuran: misalnya nominal untuk pembayaran dan bagian KPI tidak berwujud.

2. Identifikasi dan Kategorikan Cost and Benefit

Setelah proses analisis siap, buat daftar yang berkaitan dengan penetapan langkah proyeknya.

Agar lebih mudah analisisnya, kelompokkan item tersebut ke dalam beberapa kategori:

a. Jenis-jenis Biaya

  • Direct costs: biaya operasional atau produksi (material, alat, pekerja).
  • Indirect costs: biaya yang tidak terkait langsung dengan produksi (sewa, utilitas, langganan software).
  • Intangible costs: biaya yang sulit dinilai dengan uang (dampak persepsi merek, kepuasan pelanggan).
  • Costs of potential risks: biaya yang muncul dari risiko tak terduga (keterlambatan proyek, masalah keamanan data, pekerjaan tambahan).

b. Jenis-jenis Manfaat

  • Direct benefits: manfaat yang bisa diukur secara finansial (kenaikan pendapatan atau efisiensi biaya).
  • Indirect benefits: manfaat yang tidak selalu berbentuk uang (kenaikan loyalitas pelanggan atau kualitas layanan).

3. Perkiraan Nilai Cost Benefit

Langkah berikutnya adalah memperkirakan nilai dari setiap cost and benefit yang sudah kamu identifikasi.

Kamu bisa menyesuaikan metodenya:

  • Untuk item berwujud: tetapkan nilai uang secara langsung.
  • Untuk faktor tidak berwujud: gunakan KPI sebagai indikator.

Jika memungkinkan, samakan KPI bagian cost and benefit agar kamu lebih mudah dalam membandingkannya di kemudian hari.

4. Analisis Perbandingan Biaya vs Manfaat

Pada tahap ini, kamu mulai membandingkan total biaya dan manfaat proyek. Namun, kamu perlu memahami istilah berikut:

Istilah Definisi 
Total biayaJumlah semua biaya proyek atau keputusan.
Total manfaatJumlah semua manfaat proyek atau keputusan.
Net cost-benefit Total manfaat dikurangi total biaya (manfaat bersih).
NPVSelisih nilai sekarang (arus kas masuk-keluar) .
IRRTingkat pengembalian tahunan yang menyeimbangkan arus kas menjadi nol.
Benefit cost ratioTotal manfaat dibagi total biaya; >1 berarti menguntungkan.
Tingkat diskonTingkat bunga untuk menghitung nilai sekarang (cost benefit masa depan).
Analisis sensitivitasMenilai pengaruh ketidakpastian dengan membandingkan skenario baik dan buruk.

5. Ambil Keputusan dan Terapkan Rekomendasi

Setelah analisis selesai, kamu bisa menyusun rekomendasi untuk menentukan langkah berikutnya. 

Beberapa pertimbangannya, antara lain:

  • Jika net cost-benefit ratio positif: melanjutkan proyek jika manfaatnya lebih banyak daripada biaya.
  • Jika net cost-benefit negatif: pembayaran melebihi manfaatnya sehingga perlu mempertimbangkan kembali atau mencari pendekatan lain.
  • Jika menggunakan KPI untuk faktor tidak berwujud: pertimbangkan indikator tersebut bersama hasil biaya-manfaat bersih.

FAQ

Apakah cost benefit analysis memiliki keterbatasan?

Ya. hasilnya bergantung pada perkiraan, sehingga bisa berbeda saat menerapkannya di kondisi nyata.

Apakah non-keuangan bisa menggunakan cost benefit analysis dalam putusannya?

Ya. gunakan nilai proksi atau KPI untuk memberi penilaian terhadap faktor tak berwujud, seperti tingkat retensi karyawan.

Butuh berapa lama melakukan analisis biaya-manfaat?

Tergantung kompleksitasnya, apabila analisisnya sederhana bisa selesai dalam hitungan jam saja, sedangkan untuk yang lengkap dan kompleks bagi proyek besar bisa memakan berminggu-minggu.

Tinjau Asumsi dan Putuskan Langkah Terbaik untuk Proyek

Cost and benefit analysis mendukungmu meninjau kembali asumsi sebelum memutuskan sebuah proyek. Cara ini berguna untuk melihat pembayaran yang terlewat dan menilai apakah manfaatnya benar-benar sebanding.

Ingin tahu lebih banyak strategi bisnis dan pengambilan keputusan seperti ini? Kunjungi Ngalup.co untuk mendapatkan berbagai insight praktis bagi founder.