- Bisnis kecil perlu menjaga cost control tetap terkendali sehingga keuntungan tidak habis oleh biaya rutin bisnis.
- Job desk cost control juga bisa mencakup pengawasan anggaran, pencatatan transaksi biaya dan kontrol pengeluaran.
- Solusi bagi bisnis kecil untuk menekan pemborosan biaya sekaligus menjaga profit tetap stabil.
Cost control sering menjadi tantangan bagi banyak bisnis kecil karena pengeluaran mudah meningkat tanpa disadari. Jika kamu tidak bisa mengontrolnya, maka keuntungan bisnis bisa berkurang meskipun penjualan terlihat stabil.
Maka dari itu, kamu perlu sebuah solusi nyata agar bisa memperkecil pemborosan bisnis kecilmu. Simak informasi berikut untuk lebih mudah memahaminya.
Apa itu Cost Control?
Cost control atau pengendalian biaya adalah proses mengidentifikasi dan mengelola pengeluaran bisnis agar tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Sehingga kamu dapat memastikan keuntungan tetap stabil.
Dalam prosesnya, perusahaan biasanya menggunakan data dari dana yang keluar agar bisa melihat polanya. Dari data tersebut, kamu dapat mengetahui bagian mana yang perlu dikendalikan.
Agar prosesnya lebih mudah, setiap pengeluaran perlu melakukan klasifikasi sesuai dengan jenisnya. Umumnya, pembiayaan itu terbagi menjadi dua macam kategori, diantaranya:
1. Biaya Langsung
Biaya langsung adalah pengeluaran yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Misalnya untuk bahan material, pekerja, maupun alat untuk menciptakan produk atau jasa.
2. Biaya Tidak Langsung
Biaya tidak langsung adalah pengeluaran yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Contohnya meliputi upah, tunjangan, dan sewa maupun fasilitas bisnis lainnya.
Tugas Cost Control dalam Bisnis Kecil
Bagi usaha kecil, mengontrol biaya membantu kamu memastikan setiap pengeluaran tetap sasaran. Maka dari itu, membutuhkan peran yang jelas agar tujuan bisnis bisa tercapai.
Berikut beberapa tugas cost control yang umumnya bisnis kecil lakukan:
1. Menyusun dan Merencanakan Anggaran
Pengendalian biaya menyusun anggaran berdasarkan data pengeluaran sebelumnya. Cara ini membantu kamu dalam menentukan batas biaya dan memastikan setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas.
2. Mengkomunikasikan Anggaran kepada Tim
Anggaran yang sudah dibuat perlu dipahami oleh seluruh tim. Karena itu, kamu perlu menjelaskan batas biaya yang telah ditetapkan agar setiap bagian bisnis dapat bekerja sesuai rencana.
3. Memantau dan Melacak Pengeluaran
Bertanggung jawab untuk mengawasi dana yang keluar secara berkala. Sehingga kamu lebih mudah mendeteksi dana yang tidak perlu atau mulai melebihi penetapan anggaran.
4. Mengevaluasi Pengeluaran dan Anggaran
Untuk mengontrol biaya, selalu bandingkan pengeluaran dengan anggaran yang telah direncanakan. Ketika evaluasi terjadi, kamu dapat melihat apakah ada pembengkakan biaya atau tidak memanfaatkan pengeluaran secara optimal.
5. Mengambil Tindakan Korektif
Apabila menemukan masalah pada pengeluaran, kamu perlu segera mengambil tindakan yang tepat. Misalnya dengan menyesuaikan kembali perencanaan biaya awalnya supaya tetap terkontrol dengan baik.
Mengapa Cost Control Penting untuk Profit Bisnis Kecil?
Jika kamu menjalankan bisnis kecil, mengelola dana yang keluar sama pentingnya dengan meningkatkan penjualan.
Berikut beberapa alasan mengapa pengendalian finansial penting untuk profit bisnis kecil:
- Meningkatkan margin keuntungan: mengontrol biaya yang keluar dapat meningkatkan laba bersih tanpa menaikkan harga.
- Meningkatkan daya saing bisnis: biaya operasional yang terkendali memungkinkan kamu memberikan harga lebih bersaing.
- Mengurangi risiko keuangan: pemantauan pengeluaran membantu menemukan potensi masalah keuangan lebih awal.
- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya: memanfaatkan dengan efisien sehingga bisa mengurangi pemborosan.
7 Tips Cost Control Agar Bisnis Kecil Tetap Untung
Mengelola biaya dengan baik membantu bisnis kecil menjaga keuntungan tetap stabil. Tanpa pengendalian biaya yang jelas, pengeluaran bisa meningkatkan tanpa disadari dan mengurangi profit.
Berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan agar pengeluaran tetap terkendali:
1. Tentukan KPI yang Jelas
Tentukan indikator kinerja utama (KPI) untuk mengukur apakah pengeluaran dan aktivitas bisnis berjalan sesuai rencana. KPI membantu kamu memantau kemajuan serta memastikan biaya pengeluarannya sejalan dengan target bisnis.
Dalam mengukur keberhasilan, ada beberapa KPI yang bisa digunakan:
- Variasi biaya: mengukur selisih antara rencana biaya dengan biaya yang benar-benar dikeluarkan.
- Harga pokok penjualan (COGS): menunjukkan total biaya langsung untuk menghasilkan produk, seperti material, SDM, dan biaya overhead.
- Return on Investment (ROI): mengukur seberapa besar perolehan keuntungan dengan pengeluaran biaya investasi.
- Margin kotor: menghitung persentase pendapatan yang masih tersisa setelah mengurangi dengan biaya produksi langsung.
- Biaya operasional: mencakup pengeluaran rutin untuk menjalankan bisnis, seperti sewa, utilitas, gaji karyawan, marketing dan biaya administrasi.
2. Pertimbangkan Risiko Inflasi
Harga bahan baru atau layanan bisa berubah karena kondisi pasar. Karena itu, kamu perlu memperhitungkan kemungkinan kenaikan harga saat menyusun anggaran agar bisnis tidak mengalami pembengkakan biaya.
3. Siapkan Rencana Cadangan
Selalu buat rencana kontingensi untuk menghadapi risiko yang tidak terduga. Dengan rencana cadangan, kamu bisa menyesuaikan strategi keuangan tanpa mengganggu aktivitas operasional bisnis.
4. Pantau Pengeluaran Secara Real Time
Pantau pengeluaran bisnis secara rutin agar kamu bisa menemukan biaya yang melebihi anggaran. Cara ini dapat membantu kamu dalam mengambil tindakan dengan lebih cepat sebelum biaya semakin membesar.
5. Kumpulkan Data Secara Teratur
Kumpulkan data pengeluaran secara berkala untuk melihat pola biaya dalam bisnis. Data ini dapat membantu kamu menemukan pengeluaran yang tidak sesuai dan memperbaiki perencanaan anggaran.
6. Dokumentasikan Semua Varian
Dokumentasikan setiap perubahan atau selisih biaya, bahkan yang terlihat kecil. Ketika kamu mendokumentasikannya, maka dapat membantu kamu memahami pola pengeluaran dan membuat anggaran yang lebih akurat di masa depan.
7. Komunikasi Antar Tim
Cost control tidak bisa dilakukan sendirian. Kamu tentu perlu memastikan seluruh tim memahami batas anggaran dan melaporkan perubahan biaya agar semua orang bekerja dengan tujuan yang sama.
FAQ
Apa saja software yang dapat membantu proses cost control?
Beberapa software yang populer yaitu SAP Concur, Coupa, Expensify, Procurify, dan Rydoo untuk memantau serta mengelola pengeluaran bisnis.
Kesalahan apa yang sering terjadi saat pengendalian biaya?
Kesalahan yang umum terjadi adalah mengabaikan biaya tidak langsung, kurang menjaga hubungan dengan pemasok, dan tidak menggunakan alat otomatis untuk memantau pengeluaran.
Mengapa pencatatan jam kerja penting dalam gaji cost control?
Pencatatan jam kerja membantu memastikan gaji yang dibayarkan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan sehingga biaya tenaga kerja tetap terkendali.
Mulai Terapkan Cost Control Agar Profit Bisnis Lebih Stabil
Mulai kendalikan biaya pengeluaranmu dengan menyusun anggaran yang jelas dan memantau secara rutin. Cara ini membantu kamu mengetahui kemana biaya bisnis digunakan sekaligus mencegah pengeluaran yang tidak perlu.
Untuk mendapatkan insight lain tentang strategi pengendalian biaya dan pengelolaan bisnis, kamu bisa mengunjungi Ngalup.co. Di sana tersedia berbagai informasi yang membantu menjaga profit bisnis tetap stabil.
