Kickoff Empower Academy Malang Batch 3: Komitmen Bersama Dorong Ekosistem Usaha Inklusif 

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah (Kecamatan Kedungkandang, Klojen, dan Blimbing), komunitas, dan mitra pelaksana menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha inklusif bagi masyarakat disabilitas
  • Program pendampingan bisnis selama 8 bulan bagi 25 peserta disabilitas ini dirancang untuk mencetak wirausahawan yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing tinggi di pasar
  • Panel discussion dan aktivitas Kriya Gembira menjadi sarana membangun jejaring sosial serta memetakan tantangan dan peluang strategis dalam pengembangan usaha disabilitas

Empower Academy Malang Batch 3 resmi dimulai. Program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan dari Bangun Bangsa ini sudah memasuki tahun ketiga. Diselenggarakan dengan menggandeng Ngalup.co sebagai mitra pelaksana, program pelatihan dan pendampingan bisnis yang dirancang khusus bagi masyarakat disabilitas ini resmi dibuka lewat acara kickoff yang meriah. 

Saat ini, 25 peserta sudah memasuki tahap bootcamp intensif selama delapan bulan. Kegiatan ini menegaskan komitmen kolektif dalam membangun lanskap kewirausahaan yang semakin ramah, inklusif, dan berkelanjutan. 

Ketika Inklusivitas Tumbuh dari Lingkungan Terdekat 

Langkah awal perubahan yang berkelanjutan selalu berakar dari dukungan lingkungan sekitar. Dalam momen pembukaan ini, Empower Academy memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Klojen, dan Kecamatan Blimbing. Apresiasi ini diberikan atas komitmen nyata mereka dalam menciptakan lingkungan wilayah yang semakin terbuka serta ramah bagi masyarakat disabilitas. 

Sinergi di tingkat lokal ini menjadi pondasi penting agar para pelaku usaha disabilitas mendapatkan ruang gerak yang aman. Sekaligus, mendukung pertumbuhan potensi bisnis mereka secara optimal. 

Ketika Berbagai Peran Bertemu dalam Satu Tujuan 

Puncak peresmian program ditandai secara simbolis melalui aksi penyusunan puzzle oleh para perwakilan pemerintah, komunitas, mitra pelaksana, dan tim Empower Academy. Prosesi unik ini menjadi simbol kuat mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor. Utamanya, dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif. Setiap elemen yang terlibat membawa peran strategisnya masing-masing untuk saling melengkapi dan menguatkan langkah para peserta ke depan. 

Penyusunan puzzle ini menandakan ekosistem yang inklusif tidak dapat berdiri sendiri, melainkan dibangun melalui peran aktif dan komitmen berbagai pihak yang saling menopang. Mulai dari peserta pelatihan yang bersemangat, pemerintah daerah yang responsif, komunitas penyokong, hingga tim Empower Academy. Semuanya membentuk satu kesatuan yang utuh untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. 

Dari Kolaborasi, Kita Membuka Perspektif yang Lebih Luas   

Acara dilanjutkan dengan panel discussion yang menjadi wadah interaktif untuk bertukar pandangan secara mendalam. Sesi ini mengeksplorasi berbagai tantangan riil sekaligus peluang strategis dalam pengembangan usaha disabilitas. Melalui ruang diskusi ini, para pemangku kepentingan bersama-sama memetakan bagaimana kolaborasi yang solid dapat memperkuat ekosistem pendukung. Sehingga, pemberdayaan ekonomi tidak sekadar menjadi wacana, tetapi berdampak nyata pada keberlanjutan bisnis peserta. 

Dari Kriya, Tumbuh Ruang untuk Berinteraksi dan Berkolaborasi

Tidak hanya diisi dengan pembahasan strategis, keakraban antar peserta juga dibangun melalui aktivitas kreatif Kriya Gembira yang difasilitasi bersama Omah Gembira. Lewat kegiatan kerajinan tangan ini, para peserta diajak untuk saling berinteraksi, mengenal satu sama lain, dan mencairkan suasana. Aktivitas inklusif ini menjadi sarana awal yang hangat bagi peserta untuk mulai membina jejaring sosial dan semangat kolaborasi sebelum melangkah lebih jauh ke sesi pendampingan bisnis berikutnya.

Rangkaian acara pembukaan ini menandai dimulainya perjalanan panjang para peserta dalam mengasah keterampilan kewirausahaan mereka. Melalui pendampingan terstruktur selama 8 bulan ke depan, pelaksanaan Empower Academy Malang Batch 3 diharapkan mampu mencetak wirausahawan disabilitas yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing tinggi di pasar.