Bingung Istilah Investasi? 5 Hal yang Perlu Dipahami Pemula

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Investasi membantu pemula mengelola keuangan berdasarkan periode waktu dengan tujuan yang jelas dan terukur.
  • Pemahaman istilah investasi sejak awal dapat mencegah kesalahan mengambil keputusan.
  • Istilah dalam investasi dibagi dalam beberapa kategori seperti saham, produk investasi umum, hingga konsep tingkat lanjut.

Banyak pemula sering merasa bingung saat mulai belajar investasi karena harus memahami berbagai istilah investasi yang terdengar asing. Akibatnya, minat berinvestasi jadi tertahan karena takut salah langkah.

Padahal, memahami istilah dalam investasi sejak awal membantu pemula mengenali tujuan dan cara kerja investasi. Maka dari itu, di sini akan dibahas lima hal utama yang dapat membantumu memahami istilah investasi dengan mudah.

Apa Arti Investasi dan Tujuannya?

Investasi adalah menempatkan uang pada aset seperti saham, emas, atau properti untuk mengembangkan nilai uang seiring waktu. Dengan cara ini, pemula bisa memperoleh keuntungan lebih besar dibanding menabung biasa.

Meskipun berbeda dengan menabung, investasi memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Memberikan cadangan keuangan untuk kebutuhan di masa depan, seperti pensiun atau pengeluaran tak terduga.
  • Menawarkan keuntungan pajak yang membantu mengurangi beban secara keseluruhan.
  • Melindungi dari inflasi agar uang tetap memiliki daya beli yang sama.

Alasan Penting Memahami Istilah Investasi Sejak Awal

Memahami istilah investasi sejak awal sangat penting karena membantu pemula membuat keputusan yang tepat. Beberapa alasan utamanya antara lain:

  • Penciptaan kekayaan: Mengembangkan uang dengan hasil yang maksimal seiring waktu.
  • Keamanan finansial: Menjadi perlindungan untuk pensiun, pendidikan, atau keadaan darurat.
  • Diversifikasi: Menyebar dana ke beberapa aset guna menekan dampak penurunan harga pasar.

Istilah dalam Investasi yang Wajib Dipahami Pemula 

Memahami istilah investasi sangat penting agar pemula bisa mengambil keputusan dengan cerdas dan akurat. Berikut beberapa istilah wajib dipakai:

1. Kategori Stok

Saham sering dikategorikan berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap), yaitu total nilai saham beredar.

a. Small-Caps (Berkapitalisasi Kecil)

Perusahaan dengan saham kapitalisasi pasar di bawah $2 miliar (Rp33,5 triliun). Perusahaan ini memiliki lebih sedikit saham yang diperdagangkan publik dan cenderung lebih fluktuatif (naik-turun).

b. Mid-Caps (Berkapitalisasi Menengah)

Saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar antara  $2 miliar dan $10 miliar (Rp33,5 triliun-167,9 triliun).

c. Larga-Caps (Berkapitalisasi Besar)

Saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari $10 miliar (167,9 triliun), biasanya lebih stabil dan mapan. Perusahaan ini biasanya stabil, mapan, dan menjadi pilihan aman bagi investor pemula.

2. Produk Investasi Umum

Produk-produk investasi yang populer memudahkan pemula untuk menentukan pilihan:

a. Reksadana

Reksadana mengumpulkan dana dari para investor agar membeli campuran saham, obligasi atau aset lain yang dikelola profesional. Tujuannya agar nilai dana meningkat seiring waktu dan mengalahkan inflasi.

b. Index Funds (Dana Indeks)

Dana indeks mengarah pada kinerja tolok ukur pasar tertentu, misalnya S&P 500 Index. Dana ini menggunakan strategi pasif untuk mencapai kinerja yang serupa dengan indeks yang dipilih.

c. ETF (Exchange-Traded Fund)

Mirip seperti reksadana, hanya saja bedanya ETF diperdagangkan seperti saham dan bisa diperjual belikan di bursa kapan saja.

3. Strategi Investasi

Kategori istilah investasi ini mendukung investor dalam mewujudkan target keuntungan:

a. Value Investing (Investasi Nilai)

Pembelian saham undervalued, artinya diperdagangkan bernilai rendah dari intrinsiknya. Namun, pemilihan perusahaan memiliki fundamental kuat dengan diabaikan oleh pasar.

b. Growth Investing (Investasi Pertumbuhan)

Pemilihan saham yang diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada pasar. Saham ini menginvestasikan kembali laba untuk ekspansi, sehingga lebih berisiko meskipun potensinya tinggi.

c. Income Investing (Investasi Penghasilan)

Investor memilih aset yang menghasilkan arus kas stabil dan berulang untuk memperoleh pendapatan konsisten. Contohnya saham dividen, obligasi, dan properti.

d. Dollar-Cost Averaging

Investor menginvestasikan jumlah uang tetap secara berkala, tanpa memandang kondisi pasar. Cara ini membantu mengurangi dampak fluktuasi dan menurunkan risiko membeli saham dengan harga tinggi.

4. Investasi Properti dan Alternatif

Alternatif istilah investasi ini membantu diversifikasi portofolio sebagai berikut:

a. REIT (Real Estate Investment Trust)

REIT adalah perusahaan yang memiliki atau mengelola properti bernilai seperti apartemen dan pusat perbelanjaan. Investor dapat membeli saham ini tanpa harus memiliki properti langsung.

b. Logam Mulia

Pemula wajib mengetahui istilah dalam investasi emas ini untuk melindungi aset dari inflasi dan risiko ekonomi. Kamu bisa berinvestasi pada emas, perak, platinum, dan logam mulia.

c. Komoditas Mentah

Mempengaruhi harga bahan mentah seperti gas, minyak, daging sapi, dan biji-bijian oleh penawaran dan permintaan. Namun, faktor cuaca atau kondisi politik dapat memengaruhi harganya.

d. Aset Digital

Menyimpan aset digital sebagai pemilik elektronik, melakukan transfer, atau jual-beli, termasuk mata uang kripto.

5. Konsep Investasi Tingkat Lanjut

Penggunaan beberapa istilah investasi ini oleh investor yang lebih berpengalaman:

a. Penjualan Pendek (Short Selling)

Meminjam saham terlebih dulu untuk dijual, lalu membeli kembali ketika harga mengalami penurunan. Sebab saat harganya turun, investor akan mendapat laba. Sebaliknya, kerugian dapat tidak terbatas ketika nilainya naik.

b. Pinjaman Margin

Melalui fasilitas pinjaman dari pialang, investor dapat membeli saham melebihi modal awal. Strategi ini berpotensi untung lebih tinggi, namun memperbesar kerugian saat harga sahamnya turun.

c. Derivatif

Investor memanfaatkan perjanjian yang nilainya tergantung pada harga aset dasar. Misalnya saham, obligasi, atau penggunaan komoditas lainnya untuk melindungi nilai aset dari fluktuasi harga.

d. Opsi

Melalui sebuah perjanjian, investor dapat melakukan jual-beli saham dengan penetapan harga yang sudah sebelum batas waktu tertentu.

  • Opsi beli (call option): Pemberian hak bagi yang ingin beli saham dengan harapan harganya meningkat.
  • Opsi jual (put option): Pemberian hak bagi yang ingin jual saham untuk terhindar dari kerugian.

FAQ

Kapan waktu terbaik untuk memulai berinvestasi?

Mulailah sedini mungkin agar bisa mendapatkan untung dari bunga yang bertambah dalam jangka panjang dan mengoptimalkan pertumbuhan investasi.

Bagaimana cara menentukan langkah pertama investasi?

Tentukan tujuan keuangan jangka panjang seperti pendidikan, rumah, atau pensiun. Lalu susun rencana dan strategi investasi yang sesuai.

Apakah perlu dana cadangan sebelum berinvestasi?

Ya, sediakan dana darurat atau investasi jangka pendek agar tidak perlu menjual saat pasar turun.

Faktor apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai investasi?

Sebelum berinvestasi, perhatikan tujuan keuangan, toleransi risiko, cakupan investasi, serta biaya dan potensi keuntungan agar keputusan lebih aman dan terukur.

Mulai Investasi dengan Memahami Istilah Pentingnya 

Memulai investasi jadi lebih mudah ketika kamu paham istilah investasi. Dengan menguasai kata-kata misalnya saham, reksadana, atau logam mulia, kamu bisa membuat keputusan lebih tepat dan percaya diri.Pelajari seputar investasi atau tips terkini langsung di Ngalup.co, sumber insight bagi pemula yang berkeinginan untuk memulai investasi tanpa bingung.