Sales Marketing Beda tapi Satu Tujuan Bersama di Masa Depan

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Keberadaan sales marketing membantu menyatukan ke arah mana strategi penjualan dan pemasaran agar berjalan selaras dan saling mendukung.
  • Perbedaan peran dan tugas antara sales dan marketing justru memperkuat kolaborasi ketika tujuan dan indikator kinerja disepakati bersama.
  • Kolaborasi yang didukung proses kerja dan aplikasi yang tepat membantu tim bekerja lebih efisien serta mencapai target perusahaan secara berkelanjutan.

Bukan rahasia lagi bahwa sales marketing adalah dua pilar utama kesuksesan bisnis. Sehingga keduanya bisa saling melengkapi dan menentukan performa perusahaan.

Namun, banyak bisnis justru terlalu fokus pada salah satunya, sehingga potensi pendapatan dan pertumbuhan tidak optimal. Tanpa keseimbangan, peluang pasar bisa terlewat dan hasil bisnis terbatas.

Untuk memaksimalkan potensi, penting memahami perbedaan sales dan marketing, tugas masing-masing, kolaborasi efektif, serta aplikasi pendukung yang membantu kedua tim bekerja selaras.

Apa Itu Sales Marketing dalam Perusahaan?

Sales adalah proses menjual barang atau jasa kepada pelanggan dengan imbalan uang. Sedangkan, marketing adalah strategi perusahaan untuk mempromosikan produk atau jasanya.

Keduanya bekerja secara sinergis untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan mendorong pendapatan perusahaan. Sehingga, hubungan ini lebih erat daripada yang sering disadari.

Dalam praktiknya, marketing menciptakan dan mengenalkan merek, sementara tim sales mengubah prospek menjadi pelanggan yang membayar. Semakin lancar transisinya, semakin cepat hasil yang dicapai.

Dengan akuntabilitas bersama dan berbagi data antar departemen, perusahaan bisa memperpendek siklus penjualan dan meningkatkan visibilitas merek secara signifikan.

Perbedaan Sales dan Marketing 

Agar dapat memahami dinamika tim sales dan marketing, perusahaan perlu melihat fungsi inti keduanya. Meski bekerja dengan cara berbeda, kedua tim saling melengkapi dalam menciptakan nilai bisnis.

Oleh karena itu, memahami perbedaan sales dan marketing penting sebelum membangun kolaborasi. Berikut perbedaan antara keduanya:

1. Tujuan Utama

Marketing: membangun kesadaran merek dan menarik minat dari pelanggan potensial.

Sales: mengubah prospek berkualitas dari pemasaran menjadi pelanggan yang membayar.

2. Fokus Target

Marketing: menyusun segmentasi audiens dan mengambangkan persona pembeli untuk memandu pesan dan kampanye.

Sales: berinteraksi langsung dengan calon pelanggan, baik secara online maupun offline, dan menggunakan pendekatan penjualan yang dipersonalisasi.

3. Rentang Waktu

Marketing: fokus pada strategi jangka panjang yang membangun ekuitas merek dan menjaga bisnis tetap menjadi pilihan utama.

Sales: menjalankan upaya jangka pendek untuk mendorong transaksi yang berhasil.

4. Indikator Kinerja Utama (KPI)

Marketing: mengukur kinerja melalui lalu lintas situs web, visibilitas merek, dan prospek berkualitas (MQL).

Sales: menilai keberhasilan dari prospek siap jual (SQL), penutupan transaksi, dan pendapatan.

5. Saluran

Marketing: menggunakan saluran digital dan berbasis acara, seperti situs web, iklan berbayar, SEO, webinar, dan event industri.

Sales: menjangkau calon pelanggan melalui email langsung, panggilan telepon, demo produk, dan pertemuan tatap muka.

Tugas Sales Marketing dalam Praktik

Meskipun kolaborasi penting, sales dan marketing memiliki peran berbeda. Kejelasan tanggung jawab membantu penyesuaian strategi di setiap tahap. Dalam praktiknya, pekerjaan sales marketing mencakup aktivitas berikut:

Tugas Marketing: Membangun, Menarik, dan Membina

Pemasaran bertugas memastikan merek hadir saat calon pelanggan mulai memiliki niat membeli. Oleh karena itu, tim pemasaran fokus membangun perhatian sebelum penjualan dimulai. Berikut beberapa aktivitasnya:

  • Pemasaran konten: membuat konten edukatif seperti blog, video, dan infografis untuk meningkatkan interaksi audiens.
  • SEO dan media berbayar: meningkatkan visibilitas merek melalui optimasi mesin pencari dan iklan yang ditargetkan.
  • Kampanye pembinaan prospek: menjaga keterlibatan prospek hingga siap diteruskan ke tim penjualan.
  • Penentuan posisi merek: membentuk persepsi merek agar relevan sebelum interaksi penjualan.

Tugas Sales: Terlibat, Mengkualifikasi, dan Menutup Penjualan

Saat minat berubah menjadi kebutuhan nyata, tim penjualan mengambil peran utama. Mereka berinteraksi langsung dengan calon pelanggan untuk mendorong keputusan pembelian melalui langkah berikut:

  • Panggilan demo dan penjajakan: menggali kebutuhan pelanggan dan menyesuaikannya dengan solusi yang ditawarkan.
  • Konsultasi: membantu pelanggan memahami solusi yang paling sesuai.
  • Pencari prospek keluar: menjangkau calon pelanggan baru secara aktif.
  • Penanganan keberatan: menjawab keraguan dan membangun keyakinan hingga transaksi berhasil.

Kolaborasi Sales Marketing untuk Tujuan Bersama

Meskipun tujuan utama mereka berbeda, penjualan dan pemasaran memiliki banyak kesamaan dan harus bekerja sama. Berikut beberapa strategi kolaborasi sales dan marketing untuk mencapai hasil yang optimal:

  • Samakan tujuan bisnis dan KPI agar kedua tim bergerak ke arah hasil yang sama.
  • Gunakan metrik bersama seperti tingkat konversi, pendapatan, dan retensi pelanggan untuk evaluasi kinerja.
  • Kolaborasikan segmentasi audiens melalui persona pelanggan dan perjalanan pembeli.
  • Manfaatkan CRM sebagai pusat data untuk mengelola prospek dan aktivitas penjualan.
  • Lakukan pertemuan rutin untuk menyelaraskan strategi, membahas kendala, dan menemukan peluang.

Aplikasi Pendukung Tim Sales dan Marketing

Agar pekerjaan sales marketing berjalan efektif, tim perlu menggunakan aplikasi yang tepat. Karena itu, mereka membutuhkan teknologi dasar yang membantu kerja harian, seperti:

  • CRM: mencatat prospek, memantau proses penjualan dan menyimpan riwayat komunikasi pelanggan.
  • Platform otomatisasi pemasaran: membantu menjangkau pelanggan secara personal dan otomatis sekaligus membina prospek hingga siap ditindaklanjuti.
  • Analisis dan atribusi: menampilkan hasil pemasaran dan penjualan secara sederhana untuk memudahkan evaluasi strategi.
  • Alat kolaborasi: memudahkan komunikasi dan koordinasi antara tim penjualan dan pemasaran.

FAQ

Apa saja 4P dalam sales dan marketing?

4P dalam penjualan dan pemasaran meliputi produk, harga, tempat dan promosi. Keempat elemen ini menjadi dasar kampanye dan titik awal tim sales marketingmenyusun serta menyelaraskan strategi.

Apakah bekerja di tim sales dan marketing itu sulit?

Pekerjaan sales marketing memang menantang, tetapi juga memberi banyak peluang. Tim membutuhkan komunikasi, kemampuan adaptasi, dan pemecahan masalah yang baik agar hasil tetap konsisten dan berkembang.

Dengan kolaborasi yang solid, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang pertumbuhan di masa depan.

Bisakah sebuah bisnis berhasil tanpa tim sales dan marketing?

Bisnis mungkin tetap berjalan tanpa tim penjualan dan pemasaran, tetapi sulit berkembang dalam jangka panjang.

Pemasaran membangun kesadaran merek, sedangkan penjualan mengubah prospek menjadi pelanggan. Ketika keduanya bekerja selaras, pertumbuhan bisnis dapat tercapai secara lebih konsisten dan berkelanjutan.

Bangun Kolaborasi Sales Marketing demi Tujuan Bersama

Kolaborasi antara tim penjualan dan pemasaran menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama. Meskipun memiliki peran berbeda, ketika keduanya selaras maka pesan yang diterima calon pelanggan terasa lebih tepat sasaran.

Selain itu, kerja sama yang baik membantu mempercepat proses penjualan. Data, insight, dan umpan balik yang dibagikan antar tim membuat strategi lebih terarah dan keputusan lebih efektif.Agar dapat mendukung kolaborasi ini, perusahaan membutuhkan solusi yang tepat.

Kunjungi Ngalup.co untuk menemukan produk dan panduan yang membantu menyatukan strategi sales marketingagar berdampak nyata.