Spark Your Future: Cara Jawa Timur Membangun Digital Ecosystem 

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Event Spark Your Future: How East Java Accelerates Digital Ecosystem menjadi momentum penting dalam mendorong perkembangan digital ecosystem Jawa Timur. 

Melalui kolaborasi Garuda Spark dan Komdigi, acara yang diorganisir oleh Ngalup.co ini menghadirkan wawasan mendalam tentang pertumbuhan startup teknologi Indonesia.

Selain itu, dalam kegiatan ini, juga menyoroti peran UMKM dalam era digital, serta pentingnya adaptasi teknologi di berbagai lapisan masyarakat. Dengan menghadirkan praktisi berpengalaman, yaitu audrey Maximillian (Co-Founder Riliv), Dito Chrisdianto (UMKM Branding Specialist) dan Waluyo Hadi (Dosen ITS), event ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga praktik nyata dalam membangun bisnis berbasis teknologi. 

Bagi pelaku usaha, freelancer, maupun talenta digital, pemahaman ini menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang di tengah transformasi digital yang semakin pesat. 

Mendorong Digital Ecosystem Jawa Timur 

Perkembangan digital ecosystem Jawa Timur semakin menunjukkan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Melalui event seperti Spark Your Future, berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, praktisi, hingga pelaku industri berkumpul untuk berbagi wawasan. 

Hal ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital di tingkat lokal. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, Jawa Timur berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan startup dan inovasi digital di Indonesia. 

Perjalanan Startup: Belajar dari Riliv 

Audrey Maxi, Co-Founder Riliv, membagikan perjalanan membangun startup teknologi dari nol hingga mencapai lebih dari satu juta pengguna di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun tim yang tepat sebagai fondasi utama sebuah startup. 

Selain itu, pendekatan bisnis B2B menjadi salah satu strategi yang membantu Riliv berkembang secara berkelanjutan. Dalam prosesnya, penyusunan MVP (Minimum Viable Product) yang tepat menjadi kunci untuk menguji ide sebelum dikembangkan lebih jauh. 

Pengalaman ini memberikan insight berharga bagi para calon founder yang ingin terjun ke dunia startup teknologi. 

Peran Teknologi dalam Pengembangan UMKM 

Dito Christianto menyoroti pentingnya pendekatan yang tepat dalam memberikan edukasi teknologi kepada pelaku UMKM. Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM, terutama dari kalangan non-digital native, membutuhkan penjelasan yang sederhana dan relatable.

Dengan menggunakan analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti cerita sinetron atau drama, pemahaman teknologi menjadi lebih mudah diterima. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu UMKM beradaptasi dengan digitalisasi dan meningkatkan daya saing mereka di pasar. 

Teknologi untuk Semua Lapisan Masyarakat 

Sementara itu, Waluyohadi menekankan bahwa teknologi bukan hanya untuk kalangan tertentu, tetapi harus bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. Melalui riset yang dilakukan, termasuk fenomena “kampung YouTube”, terlihat bahwa masyarakat di tingkat akar rumput pun mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan merata. 

Kolaborasi sebagai Kunci Masa Depan Digital 

Kesimpulan dari event ini menegaskan bahwa kolaborasi antara startup, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun digital ecosystem yang kuat. Transformasi digital tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. 

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, serta edukasi yang berkelanjutan, Indonesia—khususnya Jawa Timur, memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri digital di masa depan. 

Jangan lupa ikuti event kami lainnya, ya!