Menerapkan strategi content pillar adalah langkah efektif untuk meningkatkan visibilitas dan konsistensi konten dalam pemasaran digital.
Dengan menggunakan pendekatan ini, bisnis dapat menciptakan konten utama yang kuat dan relevan,
kemudian mengembangkannya menjadi berbagai format yang lebih kecil dan spesifik.
Strategi ini tidak hanya membantu meningkatkan peringkat di mesin pencari, tetapi juga memastikan audiens mendapatkan informasi yang terstruktur.
Melalui strategi content pillar, perusahaan dapat membangun otoritas dalam industri mereka,
menarik lebih banyak traffic organik, serta memperkuat keterlibatan pengguna di berbagai platform digital.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail bagaimana cara menyusun dan mengoptimalkan strategi ini agar konten dapat memberikan dampak maksimal bagi bisnis.
Selengkapnya, baca artikel ini sampai selesai.
Apa Itu Content Pillar?
Content pillar adalah strategi pembuatan konten dengan menyusun tema utama (pillar content) yang bisa berkembang menjadi berbagai sub-konten terkait.
Dalam konteks event, content pillar berfungsi sebagai dasar dalam merancang berbagai jenis konten yang saling terhubung untuk membangun awareness, menarik audiens, dan meningkatkan engagement.
Dengan konsep ini, kamu dapat menciptakan konten yang lebih terstruktur, relevan, dan memiliki nilai jangka panjang.
Sebagai contoh, jika mengadakan seminar bisnis, tema utama atau content pillar bisa berupa “Tren Digital Marketing 2025”.
Dari sini, kalian bisa mengembangkan berbagai turunan konten seperti artikel blog tentang strategi digital marketing,
infografis mengenai perubahan algoritma media sosial, hingga video wawancara dengan pembicara yang akan hadir di event tersebut.
Mengapa Harus Menggunakan Content Pillar?
Menggunakan content pillar dalam strategi promosi event memberikan banyak manfaat, terutama dalam membangun brand authority, meningkatkan engagement, dan memperluas jangkauan audiens.
Berikut beberapa alasan utama mengapa strategi ini sangat penting:
1. Membantu Konsistensi Konten
Dengan content pillar, semua materi promosi event memiliki benang merah yang jelas, sehingga pesan yang disampaikan tetap konsisten di berbagai platform.
Ini membantu audiens memahami tujuan event dan semakin tertarik untuk berpartisipasi.
2. Memudahkan Pembuatan Konten dalam Jangka Panjang
Daripada membuat konten secara sporadis, strategi ini memungkinkan kamu untuk memiliki roadmap yang jelas.
Setiap sub-konten dapat dibuat lebih mudah karena telah memiliki kerangka yang terstruktur.
3. Meningkatkan SEO dan Jangkauan Organik
Konten berbasis pilar mempermudah optimasi mesin pencari (SEO) karena tema utama dan turunannya memiliki keterkaitan yang kuat.
Dengan begitu, Google akan lebih mudah mengenali relevansi situs, meningkatkan peluang muncul di halaman pertama hasil pencarian.
4. Meningkatkan Engagement di Media Sosial
Konten yang disusun secara sistematis lebih menarik untuk dibagikan di berbagai platform sosial.
Mulai dari teaser acara, konten edukatif, hingga behind-the-scenes, semuanya bisa meningkatkan interaksi audiens sebelum event berlangsung
Tips Membuat Content Pillar yang Efektif
Agar strategi content pillar benar-benar optimal untuk mendukung event, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:
1. Tentukan Tema Utama yang Relevan
Pilih topik utama yang sesuai dengan target audiens dan tujuan event.
Sehingga, pastikan tema ini cukup luas untuk dikembangkan menjadi berbagai sub-konten yang menarik.
2. Lakukan Riset Kata Kunci untuk SEO
Gunakan tools seperti Google Keyword Planner atau Ahrefs untuk mencari kata kunci yang banyak dicari terkait dengan event.
Dengan demikian, cara ini akan membantu meningkatkan peluang konten muncul di hasil pencarian Google.
3. Buat Struktur Konten yang Jelas
Setelah menentukan tema utama, buat daftar sub-konten yang dapat mendukung pilar utama.
Misalnya, jika event tentang startup, sub-kontennya bisa berupa strategi pendanaan, tips pitching, atau kisah sukses startup inspiratif.
Strategi Content Pillar Efektif
1. Gunakan Beragam Format Konten
Jangan hanya terpaku pada satu jenis konten. Kombinasikan artikel blog, video, infografis, podcast, hingga media sosial untuk menjangkau audiens dengan preferensi konsumsi konten yang berbeda.
2. Optimalkan Distribusi Konten
Pastikan konten yang dibuat dapat tersebar dengan baik di berbagai platform, mulai dari website, media sosial, email marketing, hingga kolaborasi dengan influencer atau media.
3. Evaluasi dan Lakukan Penyesuaian
Pantau performa konten menggunakan analytics tools. Lihat mana yang paling menarik minat audiens dan lakukan perbaikan jika ada strategi yang kurang efektif.
Artikel tersebut merupakan ringkasan strategi content pillar.
Ingin tahu tips dan trik lainnya, ikuti selalu event kami dan baca artikel kami lainnya, yah!