Trendsetter: Manfaat, Contoh dan Cara Menjadi

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Banyak orang yang kehidupan awalnya sebenarnya biasa saja, tetapi bisa berubah menjadi terkenal karena trendsetter. Sebagai seorang pebisnis atau orang yang berkecimpung di dunia ekonomi kreatif, penting untuk mengetahui istilah ini.

Hal ini bisa menjadi awal mula jalan kesuksesan seseorang. Selain itu, bisnis bisa menjadi meroket karena semakin banyak orang yang mengenali bisnis kamu.

TEMPLATE SOCIAL MEDIA All in One Siap Pakai!
TERBATAS!
SALE UPTO 50% off
Langsung DAPAT UNTUNG BANYAK:
  • Rahasia Content Guide
  • Content Calendar Paling Simpel
  • Kunci Copywriting Social Media
  • Template Report Keren
  • Panduan Brand Guideline
  • Social Media Content Plan dan Rahasianya
  • 99+ Viral Hooks

Apa Itu Trendsetter?

Sebenarnya istilah trendsetter terbagi menjadi dua kata yaitu “trend” dan “setter”. Trend adalah momen yang populer dan disukai oleh banyak orang, sedangkan setter adalah seseorang yang menciptakan hal tersebut.

Jadi, trendsetter adalah orang yang menciptakan sebuah tren baru. Hal ini berlaku untuk bidang apa saja, baik itu fashion, gaya hidup, gawai, bisnis, dan lain sebagainya.

Setelah kamu bisa menciptakan tren baru, maka kamu akan semakin terkenal. Misalnya saja, kamu dapat menciptakan tren sendiri untuk produk yang dijual, maka akan semakin banyak orang yang mengenali produkmu.

Memang bukan hal yang mudah untuk bisa menciptakan tren. Banyak orang yang sudah mencoba melakukannya, tetapi ujung-ujungnya gagal.

Selain bisa berasal dari satu orang, trendsetter ini juga bisa diciptakan oleh sekelompok orang.

Apa Saja Manfaat Menjadi Trendsetter?

Meski sulit, ketika kamu bisa melakukannya maka akan banyak manfaat atau keuntungan yang bisa kamu dapatkan yaitu:

1. Terkenal Sebagai Pionir

Ketika kamu menciptakan suatu tren, maka banyak orang yang mengenalimu sebagai pionir. Tentu saja orang yang pertama kali memulai sesuatu pastinya memiliki daya tarik sehingga banyak orang yang mengikutinya.

Sebagai contoh, jika di suatu daerah belum ada orang yang menjual lontong pecal kemudian kamu adalah orang pertama yang menjualnya, kemungkinan besar akan banyak orang tertarik membeli. Tetapi, dengan catatan rasanya harus enak.

Namun, untuk menciptakan pionir kamu harus melakukan riset sebaik mungkin. Jangan sampai ngaku-ngaku pionir, tetapi ternyata sudah ada orang lain yang melakukannya terlebih dahulu.

2. Diingat Sebagai Sesuatu yang Original

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, pencipta tren adalah pionir. Sekalipun nantinya akan banyak orang yang juga mengikuti tren, orang lain tetap menganggap karyamu adalah original.

Orang lain tetap akan menganggapmu sebagai pencipta yang original. Sedangkan yang lain hanya ikut-ikutan saja.

3. Bisa Mengatur Pasar

Apabila kamu adalah seorang pebisnis atau pengusaha yang menciptakan tren, maka kamu akan bisa mengatur pasar. Karena posisinya berada di top of mind sehingga kamu bisa leluasa mengatur strategi baru.

Kamu tidak perlu takut lagi mengambil langkah karena pada dasarnya sudah banyak orang yang mengenali bisnismu. Sebab, semua mata akan tertuju ke bisnis yang sedang kamu ciptakan.

Akan tetapi, hal yang buruk bisa saja terjadi jika kamu salah mengambil langkah. Jika kamu sampai berbuat sesuatu yang negatif atau kontroversial, maka kamu akan kehilangan kepercayaan konsumen.

Cara Menjadi Trendsetter

Kamu tidak bisa asal-asalan ketika mencoba menciptakan tren baru. Supaya berhasil dan sukses, ada beberapa tahapan yang harus kamu lakukan yaitu:

1. Riset Pasar Terlebih Dahulu

Sebelum membuat tren, silakan riset pasar terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memastikan jika tren yang nantinya akan kamu buat benar-benar bisa diterima oleh banyak orang.

Jangan sampai sudah capek-capek membuat sesuatu, tetapi ternyata orang lain tidak menyukainya. Untuk itu, kamu harus tahu apa saja yang viral di kalangan audiens. Kemudian, cek bagaimana peningkatan dan faktor penyebab hal tersebut.

Tanpa memahami audiens dan trend terbaru, inovasi yang kamu buat mungkin saja akan sulit berkembang karena tidak sesuai dengan apa yang oleh pasar.

Untuk melakukan riset pasar atau audiens, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan antara lain membaca berita terkini, mengikuti update di media sosial, mengikuti webinar, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Posisikan Diri Sebagai Konsumen

Supaya banyak orang yang menerima tren kamu, cobalah untuk memposisikan diri sebagai konsumen. Dengan begitu, kamu bisa memahami apa yang menjadi keinginan konsumen.

Kamu harus tahu apa saja yang menjadi kebutuhan konsumen. Sehingga apa yang sudah kamu ciptakan tidak menjadi sia-sia semata. Dengan demikian, kamu bisa menghadirkan inovasi yang relevan bagi banyak orang.

3. Ciptakan Produk yang Bisa Menyelesaikan Masalah

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kamu harus bisa menciptakan sesuatu baru yang memang berguna untuk banyak orang. Sebagus dan sekeren apa pun produk yang kamu ciptakan, jika tidak berguna apalah artinya.

Produk juga harus menjadi problem solving bagi hajat hidup orang banyak. Tidak perlu yang terlalu ribet, simpel saja tidak masalah asal benda tersebut berfungsi dengan sangat baik.

4. Membangun Komunitas

Saat kamu mencoba untuk membangun tren apakah bisa langsung meledak? Jawabannya belum tentu. Karena semuanya membutuhkan proses setahap demi setahap.

Kamu harus menyebarkan informasi atas inovasi yang sudah kami buat. Salah satu caranya yaitu dengan membangun komunitas.

Ada banyak sekali channel yang bisa kamu manfaatkan. Contohnya yaitu sosial media sehingga penyebaran informasi dan awareness ke target audiens menjadi lebih maksimal.

5. Jangan Anti Terhadap Pendapat Masyarakat

Saat tiba masanya produk yang sudah kamu ciptakan laris di pasaran, kamu harus bisa menerima segala kritik, saran, dan masukan dari orang lain. Termasuk konsumenmu sendiri.

Tentu saja kritik tersebut sangat membangun supaya kedepannya bisa membuat produk yang jauh lebih baik lagi. Justru pendapat masyarakat ini sangat penting supaya kita bisa tahu bagaimana sebenarnya kualitas produk kita.

Jangan cepat berpuas diri, terus lakukan perbaikan dan inovasi supaya tren yang kamu buat semakin banyak orang yang menerimanya dengan baik.

6. Pelajari Best Practicesnya

menjadi trendsetter

Selain lima langkah di atas, cara mudah untuk jadi trendsetter adalah mempelajari best practices dari para pakar yang udah bergelut di bidangnya. Ngalup.co menyediakan ebook secara gratis bagi kamu yang ingin belajar lebih dalam untuk jadi trendsetter khsusunya di social media. Dapatkan sekarang Ebook Sukses Jadi Trendsetter secara gratis spesial untukmu.

Contoh Trendsetter

Sekarang MinLup akan memberikan berbagai contoh perusahaan yang menjadi trendsetter dan bisa sukses karena perubahannya tersebut. Apa sajakah itu?

1. Podcast Close The Door

Deddy Corbuzier yang berlatar belakang pesulap ini, berhasil menciptakan suatu tren hiburan dalam bentuk podcast. Ia mengundang bintang tamu lalu mengobrol-ngobrol lebih jauh melalui podcast.

Dahulu, podcast hampir tidak pernah ada dan tidak ada yang melakukannya. Barulah setelah Deddy Corbuzier melakukannya, banyak artis dan content creator yang juga ikut-ikutan melakukannya.

2. Amazon

Siapa yang tidak kenal dengan Amazon, website belanja online ini dahulunya merupakan toko buku online pertama di dunia. Sebelum menjamur toko online sekarang, Amazon yang pertama kali ada.

Pencetus Amazon berhasil memenuhi keinginan konsumennya untuk bisa belanja online tanpa harus keluar. Selain itu, para UKM dan UMKM sangat terbantu dengan adanya toko online Amazon.

Demikian penjelasan tentang trendsetter yang wajib kamu ketahui. Ikuti terus update artikel dari Ngalup supaya kamu tidak ketinggalan insight terbaru tentang karir, produktivitas, dan bisnis.

FAQ

Apakah setiap orang bisa menjadi trendsetter?

Tentu saja bisa, siapa pun bisa menciptakan tren. Tinggal bagaimana kamu berinovasi agar tren tersebut bisa sukses dan terkenal.

Apakah influencer dan trendsetter itu sama?

Keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Trendsetter menciptakan tren, sedangkan influencer cenderung mengikuti tren untuk mempengaruhi banyak orang.

Mengapa tren tidak bertahan lama?

Banyak sekali faktor pemicunya, yang mana salah satunya adalah tren tersebut sudah membosankan bagi sebagian orang sehingga trendsetter tersebut tidak menarik lagi.

Template Social Media
All in One
Siap Pakai!
  • Rahasia Content Guide
  • Content Calendar Paling Simpel
  • Kunci Copywriting Social Media
  • Template Report Keren
  • Panduan Brand Guideline Social Media
  • Content Plan dan Rahasianya
Template Social Media
All in One
Siap Pakai!
  • Rahasia Content Guide
  • Content Calendar Paling Simpel
  • Kunci Copywriting Social Media
  • Template Report Keren
  • Panduan Brand Guideline Social Media
  • Content Plan dan Rahasianya
Template Social Media
All in One
Siap Pakai!
  • Rahasia Content Guide
  • Content Calendar Paling Simpel
  • Kunci Copywriting Social Media
  • Template Report Keren
  • Panduan Brand Guideline Social Media
  • Content Plan dan Rahasianya