Lifepal Ajak Pelaku Usaha Optimalkan Organic Marketing dan Miliki Proteksi di Tengah Ketidakpastiaan

artikel

Pandemi Covid-19 menjadi faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi lesu. Sejumlah stimulus untuk menggerakkan sektor ekonomi mikro, salah satunya dengan mendorong digitalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bukan tanpa alasan, pandemi Covid-19 dinilai menurunkan daya beli masyarakat dan membuat sebagian masyarakat beralih melakukan transaksi secara digital akibat sejumlah kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang diterapkan pemerintah selama pandemi.

Di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, para pelaku usaha juga diharapkan memiliki proteksi, dalam hal ini asuransi, produk finansial yang ditujukan untuk memitigasi atas segala risiko.

Agar para pelaku usaha lebih sadar bagaimana cara mengoptimalkan digitalisasi dan memiliki proteksi, Lifepal mengajak 8 UKM serta UMKM binaan berkolaborasi dalam kegiatan webinar “How to Double Traffic for Free and The Importance of Having Protection for Business Owner During The Pandemic”.

Webinar ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha di era digital seperti ini dalam utilize kanal digitalnya untuk memasarkan produk/jasa yang dimilikinya kepada masyarakat luas.

Selain itu, webinar kali ini juga dapat memberikan knowledge pelaku usaha dalam memahami proteksi, dalam hal ini asuransi yang tepat bagi dirinya agar usaha yang dimiliki dapat tetap berjalan dengan baik meskipun di masa-masa yang sulit.

Dalam webinar kali ini, materi disampaikan oleh Head of SEO Lifepal.co.id, Dudung Rahmanto dan Perencana Keuangan Lifepal, Aulia Akbar, CFP®, AEPP®.

“Bagaimana caranya menaikkan trafik ke website kita. Trafik tidak hanya organic atau SEO saja, termasuk paid channel melalui Google apps, social media channel, dan lainnya,” kata Dudung.

Mengapa memakai SEO?

Ada 3 alasan yang mendasari mengapa di era digitalisasi seperti saat ini para pelaku usaha harus memaksimalkan pemakaian SEO.

1. SEO itu murah, almost free

Dalam hal ini yang harus dioptimalkan adalah membuat konten terlebih dahulu.

3. Growth stabil, cenderung naik mengikuti market demand

Potensi untuk trafik tinggi dengan SEO wajib dilakukan oleh semua industri.

3. Long term investment

Cukup 1 kali investment, cukup produksi artikel sebanyak-banyaknya dalam 1 bulan, kita tunggu hasilnya. Bisa jadi nanti ekspotensial nya naik. Tapi wajib mengerti SEO harus dapat terlebih dahulu sebelum melakukannya.

Persiapannya bagaimana?

1. Keyword yang paling utama

Tentukan keyword potensial yang bisa dinaikkan. Keyword apa yang paling cocok dengan company kita.

2. Setelah riset keyword, baru produksi konten (menulis artikel) di blog atau platform kita.

3. Optimasi (offpage dan onpage).

Produksi konten tiap hari (wajib). Konten bisa informational/transaksional. Semakin banyak konten trafik bisa semakin naik

4. Index. Wajib kita memonitornya.

Monitor performance/hasil berapa, drop/flat/gak berubah berapa. Baru lakukan content optimization.

5. Rank (berdasarkan page 1, dan di atas page 1).

Bagaimanamenentukan prioritas keyword?

Sesuai tujuan utama perusahaan:

1. Traffic : Pengunjung organic dari search engine

– Seasonal keywords (musiman) kupon tiket pesawat juli, promo mobilio akhir tahun, dan sebagainya

– Evergreen Keywords (selalu ada demand, konsisten) mobil bekas. harga mobilio baru, dan lainnya.

2. Leads : Tawarkan sesuatu yang gratis/terbaru terkait produk Anda

– Pasang iklan mobil gratis tanpa daftar

3. Transaction / Revenue : Qualified transaction keywords; (promo, murah, terbaik, dan lainnya)

– Promo xpander, promo pajero, etc

Berapa lama hasil yang didapat dari SEO?

Untuk hasilnya berkisar antara 1 bulan – 12 bulan tergantung jenis-jenisnya, low, moderate atau high.

ETA untuk peringkat kata kunci berdasarkan:

1. Volume Pencarian Organik

2. Angka Hasil Pencarian Google (tanpa operator dan dengan all in title).

Apa saja artikel yang bisa menaikkan organic trafik?

1. Ada search volumenya (>100)

2. Berhubungan dengan vertical/produk yang dijual

3. SEO Friendly.

Adapun tools yang wajib digunakan oleh content creator adalah Google Console, Ahrefs, atau Google Trend buat tahu keyword-keyword potensial kita.

Bagaimana mendominasi market organic dari SEO ?

1. Konten : Menghasilkan konten yang berkualitas dan kuantitas; mencakup semua permintaan permintaan organic.

2. Optimasi : Tingkatkan posisi kata kunci DROP setiap hari

3. Audit Situs Web: Perbaiki masalah halaman terkait desktop atau seluler

4. Sejajarkan Tren Pasar: Temukan & Periksa kata kunci yang sedang tren terkait niche Anda.

Anda juga harus melakukan riset keyword dari Google Trend dan Media. Serta mengetahui bagaimana caranya meriset keyword yang viral dari Google news. Lalu, langkah terakhir adalah kepo pada keywords yang digunakan kompetitor.

Itulah cara mengoptimalisasi digital UKM dan UMKM lewat konten yang SEO friendly.

Selain itu, berikut adalah hal-hal yang patut diketahui seputar perencanaan asuransi bagi pemilik usaha.

Biaya kesehatan naik terus

Data dari Global Medical Trends Survey Reports yang dipublikasikan Willis Tower Watson mengumumkan bahwa proyeksi kenaikan tren biaya medis di Indonesia akan meningkat 12% (gross) di tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa jaminan kesehatan, maka Anda akan membayar biaya yang sangat mahal untuk setiap pengobatan dan perawatan medis.

Seperti diketahui, karyawan adalah pihak beruntung karena besar kemungkinan mereka mendapatkan asuransi kesehatan dari tempat kerja dengan manfaat yang baik, dan bisa melindungi anggota keluarga lain mulai dari pasangan hingga anak ketiga.


Lantas, apa kabarnya dengan pengusaha? Pengusaha tentu harus melindungi diri dengan mandiri lewat membeli asuransi kesehatan.

Jika bujet terbatas, pertimbangkan asuransi rawat inap

Bila kita sama sekali belum memiliki asuransi kesehatan dan memiliki bujet terbatas untuk membayar premi, Anda boleh mempertimbangkan asuransi rawat inap terlebih dulu. Sementara itu, untuk rawat jalan Anda bisa menggunakan dana darurat atau BPJS Kesehatan saja.

Alasan memprioritaskan asuransi rawat inap adalah, karena ada banyak komponen biaya yang muncul ketika seseorang harus menjalani proses rawat inap di rumah sakit.

Pertama, biaya akomodasi (kamar), biaya dokter, obat-obatan, laboratorium, dan biaya lain terkait rumah sakit. Selain itu, pilihlah asuransi rawat inap sesuai bujet dan kebutuhan Anda.

Pertimbangkan asuransi jiwa bagi pencari nafkah

Asuransi jiwa memberikan perlindungan finansial saat pencari nafkah mendapatkan musibah yang tidak diduga.

Uang pertanggungan di asuransi jiwa akan cair dan diterima oleh para penerima manfaat apabila tertanggung kehilangan kemampuan mencari nafkah karena meninggal dunia atau kehilangan fungsi anggota tubuh (cacat tetap total).

Bicara soal uang pertanggungan, seringkali kita bingung seputar “Berapa uang pertanggungan yang seharusnya kita miliki?”

Dengan mengetahui rata-rata pengeluaran per bulan, Anda bisa dengan mudah menentukan uang pertanggungan yang harus dimiliki.

Rumusnya cukup sederhana:

UP = Pengeluaran bulanan x 12 (disetahunkan)

 Bunga/kupon investasi rendah risiko

Contoh:

Pak Martin memiliki pengeluaran bulanan rata-rata sebesar Rp8 juta, maka minimal UP yang dia butuhkan adalah:

Rp8 juta x 12 bulan = Rp96 juta

Bila investasi rendah risiko yang dipilih adalah surat utang negara FR0065 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2033, maka tingkat kupon imbal hasil per tahunnya adalah 6,625%.

Jadi, uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal bagi pak Martin adalah:

Rp96 juta/6,625% = Rp1,44 miliar.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui seputar perencanaan asuransi bagi pengusaha. Pada intinya, tanpa asuransi, maka beban keluarga kita bisa jadi besar begitupun beban keuangan kita saat risiko datang.

Itulah tips-tips mengoptimalkan digital marketing dan miliki proteksi bagi pelaku usaha UKM dan UMKM. Semoga bermanfaat!

Sumber artikel

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar, CFP®, Financial Educator Lifepal dan Head of SEO Lifepal.co.id, Dudung Rahmanto sebagai bagian dari kolaborasi dengan Lifepal.co.id.

Share Link

Berlangganan Newsletter

LOGO