- Brand positioning menentukan bagaimana bisnismu dilihat konsumen dan dibedakan dari pesaing di pasar.
- Mengukur posisi merek dengan survei dan metrik penting memberi insight praktis untuk strategi marketing yang lebih tepat.
- Contoh perusahaan sukses memberi inspirasi nyata yang bisa kamu terapkan untuk menonjolkan merekmu sendiri.
Bingung kenapa bisnismu sulit menonjol di tengah persaingan? Masalahnya bisa saja ada di brand positioning yang belum tepat.
Hal ini membuat pelanggan kurang mengenal atau mengingat produk kamu dengan baik.
Di sini, kamu akan menemukan cara mengukur posisi merek, lengkap dengan berbagai jenis dan contoh nyata dari perusahaan yang berhasil menonjol di pasar.
Sehingga kamu bisa mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat
Apa itu Brand Positioning?
Brand positioning atau posisi merek adalah cara merek tampil menonjol dan berbeda dari pesaing.
Tujuannya untuk membuat pelanggan memilih merek kamu dibanding merek lain.
Beberapa komponen yang membentuk posisi merek antara lain:
- Merek: identitas dan nilai yang kamu tawarkan.
- Pemasaran: strategi komunikasi untuk menonjolkan keunggulan merek.
- Pemasaran digital: kampanye online, konten dan iklan.
- Media sosial: interaksi dengan audiens dan membangun komunikasi.
- Hubungan masyarakat: membentuk reputasi dan citra merek.
- Toko/lokasi: pengalaman pelanggan di titik penjualan.
- Kehadiran pasar: persepsi konsumen terhadap merek dibanding pesaing.
Setiap komponen ini harus bekerja sama agar merekmu memberikan nilai unik dan meninggalkan kesan kuat di benak pelanggan.
Brand Positioning vs Brand Positioning Map
Penentuan posisi merek menjadi cara kamu menempatkan merek di benak pelanggan dibanding pesaing.
Misalnya, kamu ingin merekmu dikenal sebagai premium, inovatif atau terjangkau.
Sementara itu, brand positioning map menampilkan posisi merek secara visual di pasar. Misalnya, Apple (merek premium dan inovatif) vs Samsung (inovatif dan harga beragam).
Mengapa Brand Positioning Penting untuk Bisnis?
Semakin jelas merekmu menonjolkan keunikannya, semakin kuat hubungannya dengan pelanggan.
Dengan mengukur posisi merek, kamu bisa mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain:
- Memahami persepsi pelanggan: lihat bagaimana pelanggan menilai produk dan merekmu.
- Membangun posisi unik di pasar: tampil berbeda agar bisnismu menonjol dan menarik perhatian pelanggan.
- Mendukung strategi harga: pelanggan bersedia membayar lebih untuk berkualitas dan eksklusif.
Jenis-Jenis Brand Positioning
Alih-alih hanya mengandalkan asumsi atau apa yang berhasil di masa lalu, kamu bisa memanfaatkan riset data untuk benar-benar memahami pasar dan posisi merekmu.
Berikut beberapa cara utama yang bisa kamu gunakan untuk mengukur posisi merek:
1. Survei dan Kuesioner
Cara ini merupakan tapi efektif untuk mengetahui pandangan pelanggan tentang merekmu. Kamu bisa menanyakan:
- Kualitas produk atau layanan.
- Konsistensi dan keandalan merek.
- Pelayanan pelanggan.
- Nilai produk secara keseluruhan bagi pelanggan.
2. Studi Pelacakan Merek (Brand Tracking)
Tracking ini membantu kamu memantau posisi merek secara berkelanjutan. Biasanya fokus pada metrik utama seperti:
- Kesadaran merek di pasar.
- Loyalitas pelanggan.
- Asosiasi merek yang terbentuk di benak pelanggan.
- Diferensiasi merek dibanding pesaing.
3. Analisis Kompetitif
Mengukur kekuatan pesaing sangat penting agar kamu bisa menyesuaikan strategi. Analisis ini biasanya mencakup:
- Penawaran produk pesaing.
- Strategi harga pesaing.
- Target audiens yang dituju.
- Pesan dan kepribadian merek pesaing.
4. Pemantauan Media Sosial
Media sosial mencerminkan persepsi publik terhadap merekmu.
Dengan memantau penyebutan dan komentar, kamu bisa mendapatkan insight untuk strategi pemasaran. Fokus pengamatan termasuk:
- Tren dan percakapan populer.
- Sentimental positif atau negatif terhadap merek.
- Diskusi terkait produk atau layanan yang relevan.
5. Ulasan dan Masukan Pelanggan
Pandangan pelanggan sangat menentukan reputasi merek. Kamu bisa mengumpulkan feedback melalui:
- Survei pelanggan.
- Platform ulasan online.
- Interaksi langsung satu lawan satu.
Cara Mengukur Brand Positioning
Salah satu cara terbaik untuk memahami posisi merek adalah dengan melakukan riset pasar.
Riset ini membantu mengumpulkan data dan informasi yang akurat.
Berikut langkah-langkah praktis yang bisa kamu lakukan:
1. Menentukan Tujuan dan Sasaran
Sebelum memulai riset, tentukan tujuan dan sasaranmu. Misalnya, apakah kamu ingin mengukur kesadaran merek, persepsi konsumen atau posisimu dibanding pesaing.
Riset ini biasanya melibatkan survei terhadap:
- Pelanggan.
- Bukan pelanggan atau calon pelanggan.
- Karyawan.
- Eksekutif perusahaan atau investor.
2. Pertemuan Pembukaan
Mulai dengan pertemuan awal untuk memastikan semua pihak memahami tujuan riset dan ruang lingkup pekerjaan.
Kamu bisa mendiskusikan bagaimana riset ini akan kamu jalankan dan bagaimana hasilnya bisa kamu manfaatkan.
3. Merancang Survei Penentuan Posisi Merek
Setelah tujuan jelas, buat survei yang tepat untuk mengukur posisi merek.
Pastikan pertanyaannya selaras dengan sasaran riset dan bisa memberikan insight yang berguna. Komunikasikan dengan tim untuk menyempurnakan pertanyaan tersebut.
4. Kerja Lapangan/Pengumpulan Data
Setelah survei siap, mulai kumpulkan tanggapan dari audiens yang sudah ditentukan. Proses ini biasanya memakan waktu 1-3 minggu tergantung cakupan survei.
Pastikan kamu memonitor progres pengumpulan data agar hasilnya lebih maksimal.
5. Analisis dan Pelaporan
Setelah data terkumpul, lakukan analisis untuk menemukan insight tentang posisi merekmu.
Gunakan hasil ini untuk menyusun strategi peningkatan brand positioning dan membuat laporan yang mudah dipahami tim atau stakeholder.
Contoh Brand Positioning dari Perusahaan Terbaik
Saat memikirkan posisi merek yang kuat, lihat bagaimana merek-merek ini sudah menempel di benak pelanggan.
Berikut beberapa contoh brand positioning milik perusahaan terbaik:
- Coca Cola: identik dengan nostalgia dan kebahagiaan setiap tegukan.
- Tesla: slogannya “Satu-satunya mobil bergaya yang dapat mencapai kecepatan 0-100 km/jam dalam 3 detik tanpa setetes oli pun.”
- Starbuck: terkenal sebagai merek kopi dengan pengalaman pelanggan yang istimewa dan pilihan yang beragam.
- Indomaret: memudahkan belanja sehari-hari dengan lokasi dekat konsumen.
FAQ
Apakah posisi merek bisa berubah seiring waktu?
Ya, posisi merek perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, ekspektasi konsumen dan tujuan strategi bisnis, sambil tetap mempertahankan identitas merek.
Bisakah posisi merek berbeda di tiap pasar atau segmen?
Tentu. Posisi mereka dapat diadaptasi untuk sesuai dengan budaya, lokasi atau target audiens tertentu, tanpa kehilangan pesan utama yang ingin brand sampaikan.
Bagaimana brand positioning memengaruhi konten dan komunikasi?
Posisi merek membantu menentukan nada, gaya dan pesan dalam setiap kampanye. Sehingga setiap komunikasi mendukung citra yang ingin dibangun di benak konsumen.
Dapatkan posisi merek membantu saat rebranding atau peluncuran produk baru?
Bisa. posisi merek dapat memastikan produk atau merekmu jelas, berbeda dari pesaing dan terhubung dengan audiens yang tepat.
Ambil Kendali atas Posisi Merekmu Sekarang!
Menguasai posisi merek berarti kamu tahu kekuatan dan keunikan bisnismu di mata pelanggan.
Dengan langkah yang tepat, kamu bisa membuat pelanggan mudah mengingat dan memilih merekmu.
Ingin tahu strategi tepat untuk menonjolkan bisnismu dan mengalahkan pesaing? Kunjungi Ngalup.co untuk isight dan panduan langsung yang bisa kamu terapkan sekarang.
