- Employer branding memiliki peran utama dalam membentuk persepsi publik menjadi tempat kerja ideal yang diminati profesional unggul.
- Jika publik memandang perusahaan dengan negatif akan berdampak pada turunnya komitmen karyawan dan minat para calon.
- Cara pandang publik ke perusahaan dapat melalui strategi dan praktik yang tepat, sebagaimana terlihat pada beberapa perusahaan.
Employer branding mempengaruhi penilaian lingkungan kerja dengan pihak luar. Jika perusahaan dipandang buruk akan membuat talenta berkualitas menjauh dan kepercayaan pelanggan turun.
Penguatan cara pandang inilah yang menjadi kunci utama dalam menarik serta menjaga karyawan. Dalam artikel ini dibahas employer branding termasuk dengan pengertian, dampak, strategi hingga contoh nyatanya.
Apa Arti Employer Branding bagi Perusahaan?
Employer branding adalah usaha untuk membangun kesan positif di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Kesan ini dapat dilihat dari sudut pandang karyawan atau calon karyawan terhadap perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan menggabungkan budaya, nilai, visi, dan misi yang dirangkum dalam satu identitas jelas. Proses ini umumnya dijalankan oleh tim HR, talent acquisition, serta marketing secara bersama.
Di sisi lain, upaya perusahaan dapat dilakukan lewat interaksi, aksi nyata, dan aktivitas digital. Dengan pendekatan yang sesuai, perusahaan dapat diminati oleh publik dan mampu menjaga retensi antara tim internal.
Dampak Employer Branding yang Buruk
Sejumlah perusahaan menghadapi tantangan dalam menciptakan citra yang kuat di depan publik. Publik yang memandang perusahaan buruk dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis sekaligus memberi dampak pada internal.
Berikut beberapa dampak utama yang perlu diperhatikan:
1. Hilangnya Talenta dan Tingginya Pergantian Karyawan
Saat pubik memandang perusahaan dengan negatif maka kandidat lebih memilih kerja di tempat lain. Selain itu, loyalitas menurun dan pergantian karyawan meningkat ketika perusahaan gagal menunjukkan apresiasi atau menanggapi masukan dari karyawan.
Nama perusahaan yang tercoreng membuat kandidat yang unggul enggan melamar. Akibatnya, perusahaan harus memilih dari kandidat yang kurang sesuai atau menginvestasikan sumber daya untuk menarik pelamar yang kompeten.
3. Turunnya Produktivitas dan Motivasi Kerja
Pandangan negatif terhadap tempat kerja memengaruhi semangat serta kinerja karyawan. Saat karyawan bekerja di perusahaan dengan reputasi buruk, mereka cenderung kehilangan motivasi atau tidak dapat bekerja dengan optimal.
4. Rusaknya Kepercayaan Publik terhadap Perusahaan
Citra perusahaan juga memiliki berperan besar dalam persepsi merek secara keseluruhan. Pelanggan, investor, hingga mitra bisnis semakin mempertimbangkan reputasi internal sebelum menyepakati untuk kerja sama.
5. Meningkatnya Biaya Operasional
Lingkungan kerja yang toxic dapat menghambat inovasi dan kolaborasi. Karyawan lebih fokus mempertahankan kerja daripada berkontribusi terhadap solusi. Sehingga perusahaan kehilangan daya saing dan potensi pengembangan berkelanjutan.
Strategi Employer Branding Bangun Citra Perusahaan
Employer branding melibatkan diri dalam serangkaian upaya untuk membentuk citra perusahaan sebagai tempat kerja yang diminati.
Terapkan strategi berikut untuk menarik perhatian pencari kerja potensial:
1. Audit Citra Perusahaan di Tempat Kerja
Perusahaan perlu mengevaluasi citranya dengan melibatkan karyawan. Gunakan media sosial, ulasan google, dan situs pencari kerja untuk meninjau pendapat publik. Hasil ini membantu memperbaiki bagian yang masih kurang.
2. Ciptakan Proposisi nilai pemberi Kerja
Perusahaan harus punya Employer Value Proposition (EVP) yang jelas agar kandidat memahami nilai dan manfaatnya. Riset MetLife menunjukkan karyawan lebih menilai jam kerja, jaminan sosial, dan pengakuan di luar pekerjaan sebagai faktor utama.
3. Manfaatkan Kisah dan Testimoni Karyawan
Karyawan yang memberikan review jujur membuat calon kandidat lebih mudah mempercayainya. Perusahaan bisa menampilkan testimoni dan pengalaman kerja karyawan melalui situs web dan media sosial untuk membangun kepercayaan dan citra positif.
4. Meningkatkan Pengalaman Kandidat
Fokus pada pengalaman kandidat sejak tahap melamar hingga proses orientasi. Pastikan komunikasi jelas, beri feedback, dan kelola proses wawancara dengan profesional.
5. Tampilkan Keaslian Perusahaan
Gunakan media sosial dan blog untuk memperkenalkan citra perusahaan secara autentik. Tampilkan budaya kerja nyata, termasuk tantangan dan kesalahan membuat para kandidat merasakan keterbukaan dan kredibilitas perusahaan.
Langkah Praktis Terapkan Strategi Employer Branding
Perusahaan menerapkan langkah praktis agar strategi lebih efektif dan citra di depan publik semakin kuat. Langkah awal ini membantu mengubah strategi menjadi tindakan nyata, berikut upayanya:
- Tegaskan Employer Value Proposition (EVP): komunikasikan keunikan organisasi secara jelas untuk memperkuat daya tarik.
- Aktifkan budaya internal: jalankan program dan inisiatif untuk menghargai karyawan secara langsung.
- Terapkan transparansi nyata: bagikan cerita, nilai, dan dampak sosial perusahaan secara terbuka melalui komunikasi internal atau media publik.
- Pantau hasil dan adaptasi: sesuaikan strateginya berdasarkan data dan feedback agar dapat memastikan citra perusahaan tetap positif dan relevan.
Contoh Employer Branding Berhasil di Perusahaan
Daftar perusahaan berikut telah sukses menanamkan citra di tempat kerjanya melalui budaya dan praktik profesional. Simak contoh nyatanya:
- Google: mengundang talenta potensial dengan mengusung nilai inovatif dalam budaya kerja, serta menyediakan fasilitas penunjang bagi karyawan.
- Salesforce: membentuk pandangan positif dengan berkomitmen pada tanggung jawab sosial, kesetaraan, dan budaya inklusif.
- LinkedIn: menitikberatkan pada peningkatan kapasitas profesional melalui jalur pengembangan karir, pembelajaran, dan pertumbuhan bagi karyawan.
- Buffer: membangun reputasi kuat sejak awal dengan keterbukaan dan transparansi pada lingkungan kerja dan interaksi internal.
- McDonald: fokus pada upaya mengatasi pengangguran muda, menampilkan pengalaman dan foto karyawan.
FAQ
Bagaimana peran orientasi karyawan baru mempengaruhi citra perusahaan?
Pengenalan karyawan baru menjadi titik awal menguatkan reputasi perusahaan. Proses ini mengenalkan budaya, nilai, dan suasana kerja secara menyeluruh. Efektivitasnya meningkat dengan komunikasi yang jelas, keterlibatan karyawan, dan materi yang tepat sasaran.
Apa perbedaan Employer Value Proposition (EVP) dan Unique Value Proposition (UVP)?
EVP menekankan nilai tambah yang karyawan rasakan saat bekerja di perusahaan, mulai dari peluang karir hingga lingkungan kerja, sedangkan UVP menyoroti nilai utama produk atau layanan bagi pelanggan.
Bagaimana peran kolaborasi perusahaan dan karyawan dalam membangun citra merek?
Perusahaan menetapkan pedoman utama, sedangkan karyawan menyampaikan nilai tersebut dengan gaya dan perspektif mereka. Perusahaan yang menyampaikan pesan meyakinkan akan membuat publik tertarik sehingga mendapatkan kandidat atau pelanggan yang tepat.
Tingkatkan Daya Tarik Perusahaan dengan Employer Branding
Perusahaan membangun reputasi sebagai tempat kerja ideal dengan terus mendorong kerja sama tim internal untuk menciptakan inovasi bagi publik. Dengan menekankan budaya kerja dan kesejahteraan staf, perusahaan menarik lebih banyak talenta unggul untuk bergabung.
Kunjungi Ngalup.co untuk menemukan inspirasi, panduan, dan insight yang bisa langsung kamu terapkan dalam mengembangkan perusahaan.
