Ngalup & Garuda Spark Akselerasi 1.800 Talenta Digital di JHIC Jogja Bangun Solusi Web dan Bisnis Digital

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Inti Rilis:

  • JHIC 2026 di Jogja mempertemukan 1.800 talenta digital untuk mengembangkan solusi berbasis web dan bisnis digital.
  • Ngalup.co dan Garuda Spark hadir sebagai penggerak kolaborasi ekosistem yang mempertemukan pemerintah, pendidikan, industri, dan talenta digital.
  • Ngalup.co berperan sebagai accelerator & ecosystem builder, mengembangkan kolaborasi Jagoan Hosting tidak berhenti sebagai event, tetapi menghasilkan impact dan IP yang berkelanjutan.
  • Salah satu concrete impact tersebut adalah Winasis, LMS untuk mendukung pelatihan dan sertifikasi guru yang telah dicoba 4.600 kepala sekolah dan guru se-DIY.
  • JHIC menjadi ruang untuk membangun talenta digital muda sekaligus solusi nyata melalui Web Development, Digital Business Challenge, dan Penggerak Inovasi Digital.

YOGYAKARTA, SEPTEMBER 2026 – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Indonesia memiliki 12 juta talenta digital pada 2030. Saat ini, ketersediaan talenta digital berada di angka sekitar 9,3 juta, sehingga masih terdapat kebutuhan untuk menambah sekitar 2,7 juta talenta digital. Untuk mengejar kebutuhan tersebut, Komdigi menargetkan pencetakan 450 ribu talenta digital setiap tahun.

Target tersebut menunjukkan bahwa penguatan talenta digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan ruang belajar yang memungkinkan generasi muda tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mengaplikasikannya untuk menghasilkan solusi. Keterlibatan dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan ekosistem digital menjadi penting untuk memperluas akses sekaligus mempertemukan talenta dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Salah satu ruang kolaborasi tersebut hadir melalui Jagoan Hosting Innovation Competition (JHIC) 2026 di Yogyakarta. Sebanyak 1.800 talenta digital mengikuti kompetisi ini untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi. JHIC menjadi ruang bagi pelajar dan talenta muda untuk mengasah kemampuan membangun solusi web, mengembangkan bisnis digital, serta memecahkan persoalan melalui teknologi.

JHIC 2026 menjadi bagian dari kolaborasi ekosistem digital yang mempertemukan dunia pendidikan, pemerintah, industri, dan komunitas. Dalam penyelenggaraannya, Ngalup.co bersama Garuda Spark turut mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pengembangan talenta dan lahirnya solusi digital yang dapat memberikan dampak.

Tahun ini, JHIC memperluas fokus dari infrastruktur digital menuju inovasi digital yang lebih inklusif melalui tiga kategori, yakni Web Development, Digital Business Challenge, serta Penggerak Inovasi Digital bagi guru dan tenaga pendidik. Peserta juga memperoleh akses terhadap pelatihan, mentoring, serta kesempatan untuk berinteraksi dan membangun jejaring dengan profesional di industri teknologi.

Bagi Ngalup.co, keterlibatan dalam JHIC merupakan bagian dari peran sebagai accelerator dan ecosystem builder yang membantu perusahaan mengembangkan kolaborasi menjadi inisiatif yang memiliki dampak lebih luas. Pendekatan tersebut mendorong agar sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi intellectual property (IP), solusi, maupun ekosistem yang memberikan manfaat berkelanjutan.

“Peran Ngalup.co sebagai accelerator adalah membantu perusahaan mengubah kolaborasi menjadi impactful IP. Jadi bukan hanya menghasilkan program atau event, tetapi bagaimana dari kolaborasi tersebut lahir sesuatu yang memberikan impact dan bisa terus dikembangkan. Dalam kolaborasi bersama Jagoan Hosting, salah satu bentuk konkretnya adalah Winasis, sementara JHIC menjadi ruang untuk mendorong lahirnya talenta dan solusi digital baru,” ujar Irfan Rahmad Widiutomo, Direktur Ngalup.co.

Pendekatan tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan Winasis, Learning Management System (LMS) yang dikembangkan Jagoan Hosting bersama Ngalup.co untuk mendukung akses pelatihan dan sertifikasi bagi guru, khususnya guru SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Winasis diperkenalkan dalam pembukaan JHIC 2026 di Performance Hall FBSB Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebanyak 4.600 kepala sekolah dan guru se-DIY berkesempatan mencoba platform tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap pembelajaran dan pengembangan kompetensi berbasis digital.

Kehadiran Winasis menunjukkan bagaimana kolaborasi antara industri dan ecosystem builder dapat menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan nyata. Jika Winasis berfokus pada penguatan kompetensi pendidik, JHIC menjadi ruang untuk menyiapkan generasi talenta digital yang mampu menciptakan dan mengembangkan solusi berbasis teknologi.

Sementara itu, kolaborasi dengan Garuda Spark memperkuat konektivitas ekosistem digital yang melibatkan talenta, komunitas, pendidikan, pemerintah, dan industri. Melalui ekosistem tersebut, pengembangan talenta tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan, menciptakan solusi, dan menghasilkan inovasi yang relevan.

JHIC 2026 turut didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan talenta digital Indonesia. Melalui kompetisi dan rangkaian pembelajaran yang diberikan, peserta didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan problem solving, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri digital.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah menyediakan ruang dan dukungan ekosistem, industri menghadirkan kebutuhan dan pengalaman nyata, sementara ecosystem builder seperti Ngalup.co membantu menghubungkan berbagai pihak tersebut menjadi kolaborasi yang menghasilkan impact.

Melalui JHIC 2026 dan berbagai inisiatif turunannya, Ngalup.co, Garuda Spark, dan Jagoan Hosting mendorong terbentuknya ekosistem yang tidak hanya melahirkan talenta digital, tetapi juga menciptakan solusi yang dapat menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan industri secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikpora DIY), Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P, menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi penting dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia. 

“Transformasi digital di dunia pendidikan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Karena itu, kolaborasi seperti ini penting untuk membuka akses pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan saat ini,” ujar dia.

Melalui Winasis dan JHIC, Jagoan Hosting dan Ngalup.co berharap pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan, baik dalam mendukung pengembangan kompetensi guru maupun mendorong lahirnya talenta digital muda yang siap menghadapi kebutuhan industri dan transformasi digital.