Perbedaan Konten UGC vs EGC dan Strateginya

Photo of author
Written By Amanda

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Dalam dunia pemasaran digital, istilah UGC vs EGC semakin sering menjadi pembahasan.

Sebab, keduanya memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan audiens dan meningkatkan engagement. 

User-Generated Content (UGC) adalah pembuatan konten secara langsung oleh pengguna atau pelanggan.

Seperti ulasan, foto, dan video yang menjadi unggahan di media sosial. 

Sementara itu, Employee-Generated Content (EGC) adalah pembuatan konten oleh karyawan perusahaan untuk memberikan perspektif internal yang lebih otentik dan kredibel. 

Perbandingan UGC vs EGC menjadi faktor krusial dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat.

Sebab, setiap jenis konten memiliki keunggulan tersendiri dalam menarik perhatian calon pelanggan. 

Dengan memahami perbedaan dan manfaatnya, bisnis dapat mengoptimalkan strategi konten untuk meningkatkan brand awareness.

Serta, membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.

Selengkapnya, baca artikel ini sampai selesai.

Konten EGC, Apa Itu?

Belakangan ini, Employee-Generated Content (EGC) semakin populer dan bahkan sering kali menjadi viral di media sosial.

Banyak perusahaan mulai menerapkan strategi ini untuk meningkatkan engagement dengan audiens. 

Tak heran, beberapa pakar memprediksi bahwa konten EGC sebagai game changer dalam dunia digital marketing pada tahun 2025.

Dengan pendekatan yang lebih autentik dan humanis, konten yang dibuat oleh karyawan ini mampu membangun kepercayaan sekaligus memperkuat citra merek di mata konsumen.

Secara sederhana, EGC adalah konten yang dibuat dan dibagikan langsung oleh karyawan perusahaan.

Konten ini bisa diunggah pada akun resmi perusahaan maupun akun pribadi karyawan, tergantung strategi yang ada. 

Jenis kontennya pun beragam, mulai dari cerita tentang budaya kerja, pengalaman sehari-hari di kantor, hingga insight menarik seputar industri.

Dengan membagikan pengalaman langsung dari orang-orang yang bekerja di balik merek, EGC menghadirkan perspektif yang lebih dekat dengan audiens.

UGC VS EGC Mana Lebih Efektif?

Dibandingkan konten pemasaran konvensional, EGC terasa lebih autentik karena memanusiakan brand.

Melalui kisah nyata dari karyawan, perusahaan dapat menunjukkan sisi yang lebih transparan dan relatable bagi audiens. 

Kepercayaan konsumen pun meningkat karena mereka melihat langsung bagaimana budaya kerja dan nilai-nilai yang ada pada perusahaan.

Menurut Forbes, sebanyak 81 persen konsumen menganggap kepercayaan sebagai faktor utama dalam keputusan pembelian.

EGC memainkan peran besar dalam membangun kepercayaan ini karena menghadirkan cerita langsung dari orang-orang yang terlibat dalam perusahaan. 

Dengan menampilkan karyawan sebagai wajah brand, bisnis dapat menciptakan rasa keterhubungan yang lebih dalam dengan pelanggan.

Konten UGC, Apa Itu?

Dalam dunia digital marketing, User-Generated Content (UGC) telah menjadi salah satu strategi paling efektif untuk membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan konversi.

UGC merujuk pada konten yang dibuat secara langsung oleh pelanggan atau pengguna suatu produk dan bukan oleh brand itu sendiri. 

Dengan pendekatan yang lebih organik dan autentik, UGC memungkinkan bisnis untuk menampilkan ulasan nyata dari pelanggan sehingga dapat menarik lebih banyak calon pembeli.

User-Generated Content (UGC) adalah konten yang dibuat oleh pelanggan atau pengguna produk dan dibagikan melalui berbagai platform digital.

Konten ini bisa berbentuk review, video unboxing, testimoni, hingga postingan di media sosial yang menunjukkan pengalaman nyata menggunakan suatu produk atau layanan. 

Berbeda dengan iklan tradisional yang proses pembuatannya oleh brand, UGC bersifat lebih natural karena berasal dari sudut pandang pengguna yang sebenarnya.

Jenis UGC

Ada beberapa bentuk User-Generated Content (UGC) yang sering terdapat dalam strategi pemasaran digital:

1. Review Produk 

Pelanggan menulis ulasan di e-commerce atau website brand, memberikan gambaran langsung tentang kualitas produk.

2. Unboxing Video 

Konten video yang menunjukkan proses membuka produk baru, sering terdapat di YouTube atau TikTok.

3. Testimoni Pengguna 

Konsumen berbagi pengalaman pribadi dalam menggunakan produk, baik dalam bentuk video maupun tulisan.

4. Postingan Media Sosial 

Pelanggan membagikan foto atau video saat menggunakan produk dan menandai akun brand.

Manfaat dari UGC sangat besar bagi bisnis. Dengan adanya konten yang proses pembuatannya oleh pengguna,

brand dapat membangun kepercayaan lebih kuat di mata audiens. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa calon pembeli lebih percaya pada rekomendasi dari sesama pengguna dibandingkan dengan iklan dari brand. 

Selain itu, UGC juga berfungsi sebagai strategi promosi gratis yang dapat memperluas jangkauan brand tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk pemasaran.

Artikel tersebut merupakan ringkasan UGC vs EGC. Ingin tahu tips dan trik lainnya, ikuti selalu event kami dan baca artikel kami lainnya, yah!