Hak Pesangon PHK PKWT dan PKWTT Saat Startup Kena Efisiensi 

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Highlights
  • Efisiensi pesangon PHK di startup tergantung pada masa waktu kerjanya tipe kontrak, dan hak tambahan di perjanjian. 
  • Rincian pegawai startup mendapatkan hak pesangon yang berbeda, mulai dari UP, UPMK, dan UPH berdasarkan ketetapan yang berlaku.
  • Contoh simulasi pesangon PHK memperlihatkan nilai yang pegawai terima baik itu PKWT atau PKWTT.

Pesangon PHK kerap membingungkan bagi karyawan startup termasuk bagian hak yang mereka terima. Kamu mungkin bertanya-tanya berapa jumlah yang seharusnya diterima jika kontrakmu PKWT atau PKWTT.

Selain itu, proses perhitungan pesangon bisa terasa rumit ketika beberapa komponen seperti UP, UPMK, dan UPH juga perlu diperhitungkan. Tak jarang karyawan merasa ragu apakah perhitungan perusahaan susah sesuai aturan atau belum.

Oleh sebab itu, simak hak pesangon PHK yang akan kamu terima saat terimbas efisiensi, perolehan nilainya, lengkap dengan implementasinya. Dengan begitu, kamu bisa lebih mantap untuk mengantisipasi apabila terjadi PHK.

Kenapa Startup Sering PHK Kena Efisiensi?

Startup sering melakukan PHK saat menghadap tekanan keuangan karena masih bergantung pada pendanaan investor. Saat dana terbatas atau target bisnis tidak tercapai, mereka harus mengambil langkah cepat agar bisnis tetap berjalan.

Biasanya kasus ini muncul dalam dua situasi:

  • Perusahaan telah mengalami kerugian: memangkas gaji dan posisi untuk menekan biaya agar bisnis tetap berjalan.
  • Perusahaan mau menghindari kerugian: menyesuaikan jumlah karyawan lebih awal agar biaya tidak membengkak sebelum kerugian muncul.

Hak Pesangon PHK yang Kena Efisiensi

Secara umum, hubungan antara pekerja dibagi menjadi dua, di antaranya:

  • Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT): bagi pegawai kontrak, hak yang dapat kamu terima ketika PHK meliputi kompensasi dan ganti rugi.
  • Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT): untuk pegawai tetap, kamu punya hak atas pesangon, UPMK, dan UPH. Besaran nilai biasanya mengacu pada Pasal 40 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021.

Simak penjelasan hakmu berdasarkan aturan pesangon PHK Pasal 44 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 bagi yang kena efisiensi di startup, yaitu:

Efisiensi Saat Startup Rugi

Jika startup mengalami kerugian selama 2 tahun berturut-turut atau kerugian tidak berkelanjutan dalam 2 tahun, kamu berhak:

  • Uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);
  • Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 Ayat (3);
  • Uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).

Efisiensi untuk Menghindari Kerugian

Banyak startup menerapkan nilai ini untuk menjaga arus kas dan meminimalisir rugi. Jika mereka berhenti beroperasi bukan karena belum untung, kamu tetap menerima hak penuh:

  • Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);
  • Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (3);
  • Uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).

Berapa Pesangon PHK yang Diterima Karyawan Startup?

Ketika startup menginisiasi terjadinya PHK, kamu memperoleh beberapa rincian yang masuk dalam pesangon. Setiap rinciannya punya perhitungan tersendiri tergantung waktu kerjamu dan perolehan hak yang masih tersisa.

1. Pesangon (UP)

Pesangon ini diberikan sesuai lamanya kamu bekerja di perusahaan. Semakin lama masa kerja, semakin besar jumlah gaji yang diterima:

  • Kurang dari 1 tahun: 1 bulan gaji.
  • 1-2 tahun: 2 bulan gaji.
  • 2-3 tahun: 3 bulan gaji.
  • Lebih dari 8 tahun: maksimal 9 bulan gaji.

2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)

UPMK diberikan sebagai penghargaan atas loyalitas kamu di perusahaan. Biasanya berlaku untuk yang sudah bekerja minimal 3 tahun, detailnya sebagai berikut:

  • 3-6 tahun: 2 bulan gaji.
  • 6-9 tahun: 3 bulan gaji.
  • Lebih dari 24 tahun: maksimal 10 bulan gaji.

3. Uang Pengganti Hak (UPH)

UPH mencakup hak-hak yang sudah kamu miliki tapi belum sempat digunakan. Ini bersifat situasional, tergantung kondisi dan perjanjian kerja:

  • Cuti tahunan yang belum dipakai atau belum kadaluarsa.
  • Biaya relokasi kalau kamu dipindahkan ke kota lain karena pekerjaan.
  • Manfaat lain sesuai perjanjian kerja atau aturan perusahaan.

Simulasi Perhitungan Pesangon PHK Karyawan Startup

Dalam mentotal pesangon PHK di startup terasa membingungkan karena tergantung kontrak, jenis putusan, dan kemampuan finansial startup.

Di bagian ini, kita akan melihat simulasi perhitungan nyatanya bagi pegawai startup agar lebih mudah dipahami dan bisa dijadikan acuan praktis. Berikut contohnya:

Lami bekerja di Startup VR selama 3 tahun 7 bulan dengan honor bulanan Rp5.000.000 dan tunjangan bulanan Rp1.200.000. Ia masih memiliki 4 hari cuti per tahun yang belum terpakai. Berapa pesangon PHK yang diterima oleh Lami?

KomponenRincian PerhitunganJumlah
Honor per bulanGaji utama + Tunjangan = Rp5.000.000 + Rp1.700.000 Rp6.700.000
UP3 bulan x Rp6.700.000Rp20.100.000
UPMK2 bulan x Rp6.700.000Rp13.400.000
UPH(4/22 hari kerja) x Rp6.700.000Rp1.218.181
Total PesangonUP + UPMK + UPH = Rp20.100.000 + Rp13.400.000 + Rp1.218.181Rp34.718.818

FAQ

Apa kita bisa menegosiasikan pesangon?

Ya, kamu bisa menegosiasikan pesangon, tetapi jumlah minimalnya tetap mengikuti aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Pastikan semua kesepakatan kedua belah pihak tertulis agar hak kamu terlindungi jika terjadi perselisihan di kemudian hari.

Bagaimana perusahaan membayar uang pesangon PHK?

Perusahaan biasanya membayar pesangon sekaligus setelah proses PHK selesai, atau sesuai kesepakatan tertulis yang sudah dibuat. Namun dalam beberapa kasus, pembayaran bisa bertahap tergantung kondisi keuangan perusahaan.

Apakah perlu membayar pajak atas uang pesangon?

Ya, dana tersebut kena PPh 21. Perusahaan akan memotong pajaknya sebelum membayarnya ke kamu, sehingga total perolehan biasanya sudah bersih setelah pajak.

Apa saja alasan PHK memengaruhi pesangon?

Alasan biasanya karena efisiensi bisnis, merger, kebangkrutan, hingga pensiun. Namun, banyaknya kasus tersebut menyesuaikan berdasarkan aturan yang ada di PP 35/2021.

Apa saja tantangan perusahaan asing dalam mengelola pesangon PHK?

Perusahaan asing sering kesulitan menafsirkan aturan perhitungannya, kebijakan yang sering berubah, menangani perselisihan antar pekerja, dan mengelola penggajian, pajak, dan tunjangan secara tepat.

Pastikan Kamu Menerima Pesangon PHK Sesuai Aturan

Kamu perlu memastikan angka yang tertera di surat PHK akurat dengan perolehan hasil dari perhitungan. Jangan ragu meminta penjelasan HR jika ada komponen yang belum jelas.

Simpan dengan rapi semua dokumen, slip gaji, dan bukti komunikasi terkait. Pastikan setiap hak pesangon PHK kamu terima secara langkah sesuai aturan yang berlaku, termasuk tunjangan dan kompensasi lain.

Ingin tahu insight lain seputar hak karyawan dan kebijakan kerja? Kunjungi Ngalup.co untuk panduan lengkapnya agar hakmu terpenuhi dengan benar dan terhindar dari kesalahan.