Apa itu Social Media Marketing? Tujuan, Contoh & Cara Kerjanya

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Kalau mau buka bisnis di zaman yang sudah serba online saat ini maka social media marketing menjadi salah satu yang wajib dilaksanakan. Hal itu tidak bisa dipungkiri karena memang dampaknya yang begitu powerful.

Sampai-sampai perusahaan besar seperti unilever, adidas, nike, dsb memiliki akun sosial medianya sendiri.

Oleh karena itu sebelum kamu memulai bisnis online, alangkah baiknya ketahui dulu seperti apa social media marketing. Alasannya supaya nanti kamu  paham  harus seperti apa mempromosikan jualanmu dan meraih kesuksesan dari situ.  

Adapun topik-topik yang akan kamu pelajari dalam artikel ini terkait pemasaran dalam media sosial antara lain : 

  • Apa itu social media marketing secara umum
  • Social marketing menurut para ahli
  • Tujuan social media marketing
  • Cara kerja social media marketing’
  • Indikator social media marketing
  • Contoh social media marketing

Apa Itu Social Media Marketing

pengertian social media marketing

Investopedia mendefinisikan social media marketing adalah sebagai pemanfaatan media sosial yang dilakukan oleh individu atau perusahaan untuk membagikan suatu informasi. Harapannya dengan informasi yang dibagikan tersebut mampu menarik lebih banyak audience sehingga terbentuklah sebuah jaringan sosial yang luas.

Memangnya apa tujuan perusahaan membangun jaringan sosial semacam itu? Tentu saja terkait hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan promosi dari perusahaan tersebut. Detailnya nanti akan kamu pelajari lebih lanjut pada pembahasan tersendiri. 

Pada intinya social media marketing memiliki kemampuan menjangkau lebih banyak audience di manapun dan kapanpun. Di sini kamu sebagai vendor memiliki opsi untuk menggunakan fitur promosi berbayar atau berusaha mencari traffic secara alami.

Namun prospek dari social media sebagai alat marketing tersebut dapat berjalan optimal juga tergantung dari kualitas konten yang kamu buat. Mau kamu sudah mengalokasikan banyak uang dalam fitur promosi berbayar tapi kalau kontennya tidak menarik maka akan percuma saja. 

Social Media Marketing Menurut Para Ahli

Definisi social media marketing secara lebih spesifiknya juga beberapa ahli jabarkan berikut ini : 

  1. Menurut Neil Patel

Neil Patel menyebutkan social media marketing  sebagai metode mencari eksposur dari audience agar tertarik pada konten dan bersedia mencari tahu lebih lanjut.  Harapannya kemudian mereka juga mau membagikan konten tersebut sehingga dapat tersebar semakin luas. 

  1. Menurut Tamar Weinberg

Dalam pemaparannya, ia menyatakan bahwa social media marketing merupakan tahapan yang memotivasi seseorang untuk memasarkan produknya secara online. Ini merupakan pemasaran yang lebih efektif karena media sosial memampukan vendor dan konsumen berkomunikasi dengan lebih intens. 

  1. Menurut Susan Gunelius

Susan Gunelius menuturkan, social media marketing itu bentuk promosi secara langsung ataupun tidak kepada konsumen. Harapannya promosi tersebut dapat memberikan kesan yang kuat sehingga segala hal tentang vendor dapat melekat dalam ingatan konsumen. Baik itu soal ciri khas brand maupun karakteristik produk yang dijual. 

Tujuan Social Media Marketing

tujuan social media marketing

Dalam menjalankan social media marketing, biasanya vendor memiliki tujuan untuk : 

1. Memperkenalkan dan Memperluas Kesadaran Soal Brand

Jika berbicara mengenai promosi sebenarnya tidaklah sempit soal produk saja tapi turut mencakup soal brand/ identitas vendor. Produkmu boleh bagus kualitasnya tapi kalau konsumen belum kenal, bagaimana mereka mau membeli produkmu?

Di sinilah social media marketing berperan penting supaya konsumen yang awalnya masih awam, secara bertahap menjadi tertarik mencari tahu soal bisnismu. Nantinya kalau mereka sudah percaya akan branding yang kamu buat, masalah pembelian tinggal menunggu waktu saja. 

2. Menghemat Budget untuk Pemasaran

Pada marketing konvensional yang masih terdapat toko dengan bentuk fisik bisa, biaya yang kamu keluarkan relatif lebih mahal daripada lewat social media. Adapun contoh biaya yang akan kamu keluarkan dalam pemasaran konvensional seperti : 

  • Biaya menyewa/membeli tempat yang akan dijadikan toko
  • Biaya perawatan bangunan
  • Biaya listrik dan air
  • Biaya untuk membuat spanduk, baliho, dsb
  • Biaya berkeliling ke tempat konsumen secara door to door, dll

Memang dalam pemasaran di media sosial, kalau kamu memakai fitur promosi berbayar, pasti akan keluar biaya juga. Namun nominalnya tentu tidak akan sebesar yang akan kamu alokasikan pada metode konvensional. 

Sudah jangkauannya lebih luas, effort yang kamu keluarkan di sini relatif lebih kecil. Bukankah sudah menunjukkan betapa efektifnya social media marketing itu?

3. Menjalin Komunikasi Dengan Konsumen Lebih Intensif

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa social media dapat kamu akses kapan pun dan di mana pun. Kelebihan ini yang membuat vendor dapat senantiasa berkomunikasi dengan konsumennya tanpa perlu bertatap muka.

Vendor di kota A, sementara konsumen di kota B dapat tetap saling berinteraksi berkat media sosial. Dengan demikian kamu akan lebih mudah juga memonitor bagaimana respon konsumen terhadap layanan dan produkmu secara konsisten. 

Kamu dapat segera mendeteksi apabila timbul ketidakpuasan dan mencari tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Dari situlah kamu mampu melakukan peningkatan dan perbaikan dengan lebih akurat. 

4. Mempermudah Riset Pasar

Eksis tidaknya suatu bisnis untuk waktu yang lama tergantung dari relevansinya dengan tren atau selera konsumen yang perubahannya begitu cepat.  Lantas di mana kita selalu up to date dengan perubahan  yang terjadi? Ya benar sekali, jawabannya adalah media sosial. 

Dengan demikian  kamu akan lebih mudah dan cepat memperoleh informasi mengenai apa yang sedang disukai konsumen saat ini. Masalah kecepatan pada pengembangan brand atau produk penting kamu perhatikan. Kalau sampai tertinggal maka bisnismu akan konsumen anggap ketinggalan zaman

Riset dalam hal ini sekaligus menyangkut tentang kompetitor karena mereka pasti juga memakai social media marketing. Lewat para pesaing bisnis, kamu dapat mencari tahu apa saja kelebihan dan kekurangan mereka selama ini. Dari situ, kamu dapat menjadikannya acuan bagaimana memberikan nilai tambah bagi bisnismu untuk mengungguli mereka. 

Cara Kerja Social Media Marketing

cara kerja social media marketing

Maksud dari cara kerja mengetengahkan upaya-upaya apa saja yang harus kamu lakukan. Tidak serta merta karena kamu pakai media sosial, jualanmu akan otomatis gacor begitu saja. Ada upaya yang mutlak kamu laksanakan agar promosi berjalan dengan sukses.

Apa sajakah upaya-upaya tersebut? Berikut adalah beberapa tips social media marketing yang dapat kamu lakukan :  

1. Ketahui Dulu Siapa Pangsa Pasarmu

Sebelum melakukan social media marketing, pastikan kamu sudah tahu dari kalangan mana target konsumen bisnismu. Mengapa harus tahu ? Setiap segmen konsumen memiliki ciri khasnya masing-masing dalam berinteraksi. Nantinya itu akan berpengaruh pada bagaimana vendor melakukan pendekatan pada konsumen lewat konten yang dibuatnya.

Sebagai contoh perbedaan dari segi rentang usia. Konsumen yang masih berada di usia remaja dan mahasiswa akan lebih suka konten yang memakai bahasa santai . 

Sebaliknya jika target konsumenmu di usia 30 tahun ke atas, tidak mungkin bukan pakai konten yang penyampaiannya memakai bahasa anak tongkrongan? Pasti akan lebih formal. 

Maka dari itu kamu perlu sekali melakukan riset yang mendalam soal ini. 

2. Tentukan Kamu Mau Bawa Ke Mana Konten Promosimu

Di samping target konsumen, tujuan konten turut menentukan seberapa tepat konten yang akan kamu buat. Salah satu tujuan pembuatan konten sudah paragraf sebelumnya sebutkan yaitu soal meningkatkan brand awareness.

Namun selain itu masih ada tujuan yang lain seperti engagement yaitu mengundang lebih banyak audience berinteraksi dalam konten. Berikutnya ada tujuan konversi yang sifatnya cenderung mengajak audience membeli produk yang dijual.

3. Pilih Media Sosial yang Tepat

Contoh social media marketing seperti facebook, instagram, tiktok, dan twitter ada pangsa pasarnya sendiri. Misalnya dari segi usia, instagram dan tiktok didominasi anak-anak muda khususnya gen-Z. Kalau target pasarmu adalah anak muda maka sudah pasti harus pakai 2 jenis media sosial tersebut

Inilah yang semakin menegaskan poin pertama bahwa kamu wajib paham siapa yang jadi target konsumen bisnismu. Dari riset yang dilakukan, kamu akan memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang kesukaan mereka termasuk dalam bermedia sosial.  

4. Konsisten Mengunggah Konten

Bayangkan kamu sebagai konsumen mau membeli suatu barang di toko online. Namun ternyata setelah kamu cek akun medsosnya, vendor terakhir posting konten 1 bulan yang lalu. Sementara setelah cek toko lain, kontennya baru dibuat 30 menit yang lalu. Kira-kira dari 2 toko itu kamu lebih pilih mau beli di mana?

Tentu toko yang kedua bukan ? Terjamin lebih fast response sehingga kompetensinya dapat lebih dipercaya. Jadi jangan malas mengunggah konten, tidak perlu harus setiap hari yang penting teratur.

Algoritma media sosial juga akan lebih menilai bagus pada akun yang rajin posting. Peluang akun bisnismu lewat di beranda audience yang bahkan belum jadi follower pun akan semakin tinggi. 

5. Rutin Mengevaluasi 

Setiap strategi social media marketing yang kamu jalankan tidak ada jaminan berjalan mulus. Ada kalanya akan jauh di bawah ekspektasi sehingga kamu wajib mengevaluasi apa yang menjadi penyebab ketidaksesuaian dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa saja yang hal dievaluasi? Tergantung dari tujuan konten karena masing-masing memiliki KPI social media sendiri. Lebih detailnya akan kamu pelajari dalam pembahasan tentang indikator.  

Indikator Social Media Marketing

Mengacu pada sprout social, kesuksesan suatu social media marketing memiliki parameter/KPI yang berbeda tergantung dari 3 aspek.

Tiga aspek tersebut berhubungan dengan apa yang menjadi tujuan konten dibuat yaitu yang meliputi, reach/ awareness, engagement, dan konversi. 

KPI untuk Reach/ Awareness

Berhasil tidaknya kontenmu memancing audience baru ditentukan dari : 

  • Pertambahan Jumlah Follower

Adanya orang baru yang mengikuti akun menunjukkan bahwa memang mereka baru tahu tentang bisnismu dan tertarik mendapatkan update konten terbaru. 

  • Impresi

Impresi menunjukkan berapa kali orang melihat konten yang kamu buat. Oleh karena di sini tidak membeda-bedakan akun sehingga bisa jadi angkanya berasal dari akun yang sama. 

Dari pengalaman MinLup memakai instagram business, impresi akan dibedakan berdasarkan orang yang sudah dan belum jadi followermu

  • Post Reach

Dalam KPI dari social media marketing , post reach menerangkan soal berapa jumlah akun yang telah melihat tiap konten yang kamu sudah unggah. Dengan demikian sifatnya di sini lebih spesifik daripada impresi. 

  • Share of Voice

KPI yang satu ini berhubungan dengan seberapa terlihat kontenmu dibandingkan kompetitor. Dasarnya adalah menggunakan kata kunci  apa yang kamu tentukan dalam konten. Kamu akan membutuhkan tools tambahan kalau ingin melihat seberapa sukses kontenmu bersaing dengan kata kunci tersebut.

KPI Untuk Engagement

Jika reach adalah aspek yang menunjukkan berapa banyak audience melihat, engagement bisa dibilang lebih dalam dari itu. Ia memperlihatkan seberapa aktif audience berinteraksi dalam konten. 

Penting untuk diperhatikan karena dinaikkan tidaknya konten di beranda media sosial oleh algoritma dinilai pula dari banyaknya engagement yang masuk. 

Adapun yang menjadi KPI di sini adalah : 

  • Jumlah Klik

Dari segi definisi secara tradisional, jumlah klik merujuk pada konten yang telah kamu cantumkan suatu link. Akan tetapi pada perkembangannya terjadi perubahan secara lebih luas.

Pada taraf konten yang kamu unggah, klik dihitung saat ada audience yang mau membaca suatu tulisan dengan lebih lengkap. Begitu pula apabila ia mau melihat gambar dengan lebih jelas. 

  • Suka dan Bagikan

KPI berikut kamu pasti sudah cukup familiar karena menjadi fitur umum yang sudah dipasang sejak dulu, tidak perlu pakai tools khusus untuk mengecek. Keduanya kurang lebih menunjukkan seberapa banyak akun audience yang menikmati kontenmu. 

Namun fitur “bagikan” terbilang lebih berbobot karena kontenmu berarti sangat menarik dan informatif sampai audience harus membagikannya kepada orang lain.  

  • Komentar

Interaksi dalam konten paling nampak adalah jumlah orang yang berkomentar. Semakin ramai maka semakin bagus pula engagementnya terlepas isi komentarnya positif atau negatif. 

Sebagai vendor yang terhormat alangkah baiknya kamu menjaga agar kontenmu tidak hanya ramai komentar tapi perhatikan isinya. Kalau isinya mayoritas negatif bukankah malah akan merusak nama baik bisnismu?

  • Mentions

Mentions adalah sebuah kondisi saat satu atau beberapa akun menyebut nama bisnismu dalam sebuah pos, komentar, atau di story. Untuk mengecek KPI ini, kamu membutuhkan tools tambahan.  

KPI Untuk Konversi

Konversi secara spesifik mendefinisikan seberapa banyak audience yang telah mengenal bisnismu lalu ingin melakukan transaksi lebih jauh. Tidak mengherankan kalau yang menjadi KPI pada aspek konversi berfokus pada hal yang transaksional seperti : 

  • Pendapatan Penjualan

Berapa penghasilan yang kamu peroleh dari konten yang telah kamu promosikan secara soft maupun hard selling dalam waktu 1 bulan? Kalau kamu hanya berjualan lewat media sosial maka mau tidak mau harus mencatat manual supaya dapat menilai KPI.

Kamu baru bisa mendapatkan data otomatis terkait berapa penjualanmu jika dari social media kamu sambungkan dengan website. Nantinya setiap klik dari medsos ke website sampai terjadi pembelian akan dicatat oleh google analytics

  • Lead Conversion Rate

KPI yang kurang lebihnya mengklasemenkan audience mana saja yang paling berpotensi menjadi pembeli. Ia bisa jadi belum membeli saat itu juga tapi rajin dalam berinteraksi dengan konten sehingga tinggal masalah waktu saja sebelum ia membeli. 

Merasa masih kurang dengan materi social media marketing dalam artikel ini? Kalau mau tahu lebih dalam, mari bergabung dalam practiclass Ngalup dalam social media specialist . Info lengkapnya silakan akses www.ngalup.co

FAQ Seputar Social Media Marketing

Apa bedanya digital marketing dengan social media marketing?

Digital marketing adalah segala media secara umum yang digunakan untuk berjualan secara online di mana salah satunya adalah memakai media sosial. Jadi social media marketing merupakan aplikasi dari digital marketing itu sendiri. 

Apa keuntungan dari social media marketing?

Membuat vendor mampu berpromosi tanpa dibatasi ruang dan waktu karena media sosial dapat diakses siapa saja, kapan sana, dan di mana saja tanpa terkecuali. 

Bagaimana cara mengukur keberhasilan pemasaran di sosial media?

Tergantung dari apa tujuanmu membuat konten, apakah hanya sekedar buat kenalan, mengajak interaksi, atau ingin supaya terjadi penjualan. Dari tujuan tersebut kamu lihat indikator yang sesuai seperti yang sudah dijelaskan. 

Misal jika tujuan kontenmu adalah mencari engagement maka tolok ukur keberhasilannya dari jumlah klik, suka, bagikan, komentar, dan mentions.