ExplorAItion: Menciptakan Solusi Digital dalam 48 Jam     

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Perkembangan teknologi menciptakan banyak peluang bagi generasi muda untuk menciptakan Solusi Digital dari berbagai persoalan yang ditemui sehari-hari. Melihat potensi tersebut, Ngalup.co menghadirkan ExplorAItion, sebuah program challenge yang mengajak siswa SMA/SMK untuk mengembangkan ide menjadi produk digital dengan memanfaatkan AI Automation. Peserta ditantang untuk memilih satu masalah, merancang solusi yang relevan, hingga membuat prototype dalam waktu 48 jam. 

Mengubah Pengetahuan Menjadi Solusi Digital  

Mengusung tema “Turning Knowledge into Digital Solutions”, ExplorAItion Batch 2 menjadi ruang bagi siswa untuk tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga menggunakannya untuk menjawab permasalahan nyata. Konsep ini mendorong peserta untuk melihat teknologi bukan sekadar sebagai sesuatu yang perlu dipelajari, melainkan sebagai alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan solusi.

Dalam prosesnya, peserta diajak untuk menentukan satu permasalahan yang spesifik. Fokus pada satu masalah menjadi bagian penting karena solusi yang dikembangkan perlu memiliki tujuan yang jelas dan dapat diuji. Dengan permasalahan yang lebih terarah, peserta dapat mengeksplorasi kebutuhan pengguna, menyusun ide, serta menentukan bentuk produk digital yang paling sesuai.

Memanfaatkan AI Automation dalam Pengembangan Produk   

Salah satu fokus utama ExplorAItion adalah pemanfaatan AI Automation dalam proses pengembangan solusi. Teknologi ini dapat membantu peserta mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam membangun produk digital secara lebih efektif.

AI Automation memungkinkan berbagai proses dilakukan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan, mulai dari membantu mengembangkan ide, mengolah informasi, hingga mendukung proses pembuatan prototype. Dengan pendekatan tersebut, siswa dapat belajar bagaimana teknologi AI diterapkan untuk kebutuhan yang konkret, bukan hanya sebagai tren teknologi.

Pengalaman ini juga memperkenalkan cara berpikir problem-solving. Peserta perlu memahami masalah terlebih dahulu, kemudian mencari pendekatan teknologi yang dapat digunakan untuk menjawabnya. Dengan demikian, teknologi tetap menjadi alat untuk menyelesaikan masalah, sementara kebutuhan pengguna menjadi dasar utama dalam pengembangan produk.

Tantangan Membuat Prototype dalam 48 Jam    

ExplorAItion memberikan tantangan yang cukup intensif: peserta memiliki waktu 48 jam untuk mengubah pengetahuan dan ide menjadi prototype produk digital. Batas waktu tersebut mendorong peserta untuk menentukan prioritas, menyederhanakan ide, serta fokus pada fitur yang benar-benar dibutuhkan.

Prototype tidak harus menjadi produk akhir dengan fitur yang kompleks. Hal yang lebih penting adalah peserta mampu menunjukkan bagaimana solusi yang mereka tawarkan dapat bekerja dan menjawab masalah yang telah dipilih. Dari sini, peserta dapat belajar bahwa sebuah produk digital dapat dikembangkan secara bertahap melalui proses pengujian dan penyempurnaan.

Belajar dari Praktisi Teknologi dan Bisnis   

Dalam ExplorAItion Batch 2, peserta juga mendapatkan insight dari praktisi dengan latar belakang teknologi dan bisnis. Hardanto, Senior Full Stack Programmer di Tech Company, hadir dengan pengalaman di bidang pengembangan teknologi dan pemrograman. Perspektif tersebut dapat membantu peserta memahami proses membangun produk digital dari sisi teknis.

Sementara itu, Reza Zamir, Owner PT. Karsa Madani Indonesia, memberikan perspektif dari sisi bisnis dan penerapan solusi. Kehadiran praktisi dengan latar belakang yang berbeda membantu peserta melihat bahwa sebuah produk digital tidak hanya perlu dapat dibuat, tetapi juga perlu memiliki relevansi terhadap kebutuhan pengguna dan permasalahan yang ingin diselesaikan.

Melalui ExplorAItion, siswa SMA/SMK mendapatkan pengalaman untuk menghubungkan pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan kemampuan problem-solving dalam satu proses pengembangan. Tantangan selama 48 jam menjadi kesempatan untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat bergerak dari konsep menuju prototype yang dapat ditunjukkan.

Pada akhirnya, ExplorAItion tidak hanya mendorong siswa untuk mengenal teknologi AI, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap permasalahan dapat menjadi titik awal untuk menciptakan Solusi Digital yang relevan, terukur, dan dapat dikembangkan lebih lanjut.