9+ Strategi Membuat Content Marketing untuk Brand

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Setiap hari, jutaan postingan terpublikasi di web. Agar postingan dari brandmu menonjol dan mudah tercapai audiens, kamu membutuhkan strategi content marketing. Strategi ini bertujuan agar mengeksekusi content marketing-mu.

Faktanya, hanya memposting konten dan artikel tidaklah cukup agar bisnis brand kamu terkenal. Agar konten bisnismu sukses mencapai audiens, kamu harus menerapkan sebuah strategi content marketing yang menarik agar konten berkualitas.

MinLup telah memilih 10 strategi yang bisa kamu terapkan dalam content marketing. Seluruh strategi ini bisa kamu terapkan pada bisnis kecil atau besar.

10 Strategi Content Marketing untuk Brand

Sebelumnya, content marketing itu apa? Sebagai strategi pemasaran, content marketing berfokus pada pembuatan konten yang berkualitas bagi target audiens. Tujuannya agar menarik perhatian dan membangun engagement dari audiens.

Terlebih, content marketing terkenal sebagai salah satu strategi pemasaran digital terefektif saat ini. Dengan menerapkannya, kamu berpotensi meningkatkan konversi audiens menjadi konsumen.

Penerapan strategi untuk content marketing juga penting untuk menciptakan sebuah konten spesifik. Apa yang menjadi identitas brandmu? Apa yang audiens butuhkan? Dan tentu saja apa tujuan dari marketing brandmu?

Berikut ini adalah 10 strategi content marketing untuk brand:

1. Kenali Audiens

Salah satu strategi terpenting adalah kenali audiens. Benar, kamu akan dituntut untuk membuat konten yang relevan dengan audiens. Tetapi, tidak seperti metode marketing tradisional. Kamu harus tahu siapa demografi audiens secara spesifik.

Kamu harus memahami bagaimana persona atau karakteristik target audiens. Karakteristik tersebut mewakili usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, dan lain-lain. Selain itu, riset juga apa yang menjadi kebiasaan mereka.

Apabila sudah mengenal target audiens dengan baik, kamu akan lebih mudah membuat konten yang sesuai kebutuhan mereka. Nantinya, konten buatan kamu akan membuat audiens tertarik untuk menggunakan produk atau jasa dari brandmu.

2. Tentukan Tujuan Content Marketing

Selanjutnya, apa yang menjadi tujuan content marketing untuk brandmu? Setiap konten dari content marketing pasti harus memiliki tujuan, termasuk dalam pemasaran.

Pertama, kamu harus tentukan apa yang menjadi tujuan konten. Apakah untuk meningkatkan brand awareness atau memperluas target audiens? Kamu bisa menggunakan keyword yang relevan agar ranking di search engine berpotensi naik.

Selanjutnya, tujuan marketing juga membantu menentukan konten dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan bisnis. Mulai dari memperkuat image brand hingga meningkatkan penjualan.

3. Kenali Kompetitor

Seperti audiens, kompetitor pun tidak kalah penting. Faktanya, banyak sekali marketer B2B dan B2C menggunakan content marketing.

Memang, banyak bisnis di setiap industri berupaya untuk menarik audiens. Mulai dari penerapan cara seperti B2C content marketing strategy hingga strategi content marketing B2B.

Sisi positifnya, kenyataan ini ikut menjadi kesempatan untuk melihat apa yang dibuat kompetitor. Coba untuk lihat apa strategi yang diterapkan oleh setiap kompetitor papan atas dan bagaimana reaksi pengunjung.

4. Ketahui Posisi Brandmu

Setelah mengenal kompetitor, kamu wajib mengetahui posisi brandmu dalam persaingan. Strategi content marketing ini akan membantu kamu bagaimana kelebihan dan kelemahan brandmu dalam industri.

Umumnya, kamu bisa menerapkan analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kekurangan), Opportunities (kesempatan), dan Threats (ancaman).

Mengetahui posisi brandmu dalam industri sekaligus merupakan kesempatan agar kamu bisa menonjolkan konten unik. Nantinya, konten tersebut dapat membantu brandmu membedakan diri dari kompetitor.

5. Cari Perspektif Unik

Berbicara tentang unik, pastikan kamu tidak membuat konten yang terlalu mirip dengan kompetitor. Mengapa demikian? Pasalnya, tujuan untuk content marketing agar pengunjung bisa mendapat sebuah informasi baru.

Memang, konten dari kompetitor bisa menjadi sebuah inspirasi. Namun, sebaiknya kamu tidak sekadar meniru keseluruhan konten dengan perubahan kecil.

Untuk mengatasi hal ini, carilah sebuah perspektif unik. Hal ini dapat memudahkan kontenmu lebih menarik pada pembaca sekaligus memudahkan agar lebih menonjol di search engine.

6. Perkecil Fokus

Kamu mungkin menemukan topik yang generik dan lebih luas saat melakukan riset. Sebaiknya, kamu membagi setiap topik secara spesifik agar kamu bisa membuat konten yang terkait topik secara luas itu.

Pasalnya, banyak sekali pembaca yang tidak ingin membuat konten panjang dan bertele-tele. Jika ingin membuat konten panjang, kamu harus membuatnya secara padat.

Sebaliknya, pembuatan konten pendek akan membantu kamu menyampaikan topik secara spesifik lebih efektif. Kamu bisa membuat konten yang menjawab sebuah pertanyaan spesifik yang terkait dengan topik.

7. Tentukan Format Konten

Dalam content marketing strategy framework, format konten sangat relevan. Oleh karena itu, kamu harus memutuskan format konten yang akan brandmu fokuskan.

Dalam web, terdapat beberapa format yang bisa kamu pertimbangkan. Apakah kamu ingin membuat konten artikel web, video, podcast, atau konten media sosial? Pertimbangkan bagaimana audiens dapat mudah menikmati konten dari brandmu.

Lalu, apa yang menjadi tujuan dari pembuatan konten? Apakah kontenmu berupa informatif atau hiburan? Minimal kamu bisa menjawab pertanyaan atau setidaknya menghibur audiens agar konten menarik.

8. Prioritaskan Audiens

Pada dasarnya, penerapan B2B dan B2C content marketing strategy memang bertujuan untuk menarik traffic dan awareness untuk brandmu. Tujuan akhirnya adalah untuk mengonversikan audiens menjadi konsumen bisnis atau jasa dari brandmu.

Kenyataannya, audiens tidak menyukai konten yang secara gamblang mempromosikan bisnis atau jasa dewasa ini. Hal ini berpotensi menurunkan kesempatan untuk membangun kepercayaan brandmu dengan audiens.

Oleh karena itu, kamu bisa bahas topik dan mengaitkannya dengan bisnis dan jasamu. Beritahu audiens mengapa brandmu sangat relevan, apa kelebihannya dan bagaimana kamu menolong calon konsumen.

9. Lakukan Optimisasi

Setiap konten buatanmu wajib teroptimisasi untuk search engine. Karenanya, SEO content marketing strategy menjadi penting. Tanpa hal itu, konten tersebut tidak akan tercapai pada audiens semudah itu.

Kamu bisa meriset keyword yang sangat relevan. Setelah itu, cobalah untuk membuat konten secara spesifik. Jangan hanya bahas bagaimana cara untuk mengatasi sebuah masalah. Sebutkan pula apa yang menjadi penyebab dan dampak positifnya.

10. Evaluasi Konten

Hal terakhir dalam penerapan strategi content marketing adalah mengevaluasi konten. Setiap konten dari brand kamu pasti punya tujuan konkret tertentu. Maka, kamu harus mengawasi progress pada setiap tujuan kontenmu.

Setiap topik akan populer saat waktunya. Belum tentu topik yang populer saat ini masih relevan bulan depan. Ini menunjukkan topik, konten, dan audiens selalu berubah secara dinamis.

Kamu bisa mengecek program untuk menganalisis performa kontenmu. Jika berhasil, coba untuk terus berfokus pada strategi yang sedang kamu terapkan. Sebaliknya jika tidak, gunakan data itu untuk mengubah strategi agar menjadi lebih efektif.

Demikianlah pembahasan 10 strategi content marketing. Patut diingat bahwa konten berkualitas memiliki potensi untuk menarik audiens menjadi konsumen brand kamu. Jika strategimu efektif, kamu akan mendapat potensi yang sangat besar.