Struktur Organisasi Startup: Contoh dan Tips Membuatnya

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

0
()

Startup terkenal dengan struktur organisasi yang begitu dinamis. Seolah tidak ada batasan antara satu departemen dengan yang lainnya. Memahami struktur organisasi startup yang tepat akan membantumu dalam mengembangkan startup sendiri. 

Ada perbedaan mendasar antara startup dan company atau korporasi besar. Salah satunya yakni struktur. Jika dalam korporasi ada batasan yang begitu birokratis, startup sama sekali berbeda. 

Model struktur organisasi startup begitu dinamis. Startup memberi ruang yang begitu luas untuk pengembangan. Semua orang di dalam startup begitu terbuka dan seolah tidak mengenal batasan. 

Seorang CMO bisa selalu berkomunikasi dengan CTO, seorang designer di startup bisa begitu akrab dengan CEO dan begitu juga sebaliknya. Ingin paham strukturnya lebih lanjut? MinLup bakal jelasin di sini!

Struktur Organisasi Perusahaan Startup

Paham akan model struktur di perusahaan startup bisa berguna buat siapa aja, tapi yang utama memang buat kamu yang ingin menjalankan usaha rintisan sendiri. Kurang lebih, begini susunan strukturnya: 

1. Chief Executive Officer (CEO)

Pertama, ada CEO yang memang begitu dikenal dengan pemimpin atau perwakilan dari perusahaan. 

Perannya sangat penting karena CEO punya tugas serta tanggung jawab melanggengkan perusahaan hingga di masa yang akan datang. 

CEO tak hanya berkutat dalam urusan-urusan internal, tapi juga punya tugas membangun relasi yang baik dengan pihak eksternal. Misalnya, para investor. 

Secara umum, CEO punya peran seperti merekrut anggota, memahami tren, membuat strategi, menjalin relasi dengan pihak eksternal, mengatur anggaran, memotivasi tim, merancang visi dan tujuan perusahaan. 

2. Chief Technology Officer (CTO)

Dalam struktur ideal organisasi perusahaan startup sudah pasti ada CTO. Ini adalah pihak yang kepalanya sering dipenuhi dengan angka, data, grafik, dan beberapa hal yang menurutmu rumit. 

Sesuai nama, dia berurusan langsung dengan penerapan teknologi dalam perusahaan. Bukan hanya teknologi yang gunanya meningkatkan produktivitas, tapi juga teknologi yang membuat produk lebih unggul dari startup lainnya. 

CTO ini tugas dan tanggung jawabnya tinggi karena ia harus riset, memahami kebutuhan internal, dan tentu saja menemukan teknologi yang tepat guna. 

Soal pengembangan produk, persoalan teknis, adopsi teknologi, CTO adalah ‘tangan dingin’ yang akan menjaganya. Tanpa CTO, startup seolah tak punya pondasi. 

3. Chief Marketing Officer 

Chief Marketing Officer (CMO) ini adalah otak ‘serangan’ dalam visibilitas produk dan layanan. Soal periklanan, sosial media, konten, branding, campaign, dan istilah sejenis ada di tangannya dan jadi tanggung jawabnya. 

Seorang CMO adalah kepala dari semua kegiatan pemasaran. Mau tahu strategi marketing yang pas? Ingin paham demografi pelanggan dan cara ‘memanfaatkannya’? CMO menjadi pihak yang paling memahami hal ini. 

CMO juga yang punya wewenang untuk menentukan target marketing, menyesuaikan budget, dan memahami performa dari setiap strategi yang telah startup tetapkan. Tanpanya, startup seolah menjadi pedang tumpul. 

4. Chief Financial Officer

Dalam struktur organisasi startup ada tugas yang juga sangat penting, yakni Chief Financial Officer (CFO). Urusannya sudah pasti soal keuangan perusahaan. 

CFO adalah pihak yang mengurusi pajak, cash flow, audit, dan juga gaji karyawan. Ruang lingkupnya memang hanya pada bidang keuangan startup, tapi tidak semudah itu. 

Sering denger kalau CFO itu serem, serius, dan seolah selalu ‘menghambat’? Itu semua karena tugas dan tanggung jawabnya yang besar. 

Seorang CMO bisa muluk memberi strategi pemasaran dan tak mempertimbangkan budget, tapi masih ada CFO yang setiap hari harus menyesuaikannya. 

Ini juga pondasi utama dari startup. Jika sisi keuangan goyah, bukan tak mungkin startup akan ikut terbakar setelah ‘bakar uang’ seperti yang sudah-sudah. 

CFO adalah pihak yang merencanakan apakah spending perusahaan besar atau kecil, alokasinya sudah sesuai atau belum, manajemen risiko finansial, membuat laporan keuangan, dan pencatatan detil dari setiap transaksi. 

5. Chief Operating Officer

Kamu mungkin kurang familiar dengan istilah Chief Operating Officer (COO). Tapi, posisi COO ini penting dalam setiap startup. Utamanya untuk mencapai kata ideal. 

Namun, tak mengherankan jika COO memang kurang terkenal karena di awal pembentukan startup, tugasnya digantikan langsung oleh CEO. 

Saat sudah berkembang dengan cukup baik, maka mungkin perusahaan startup yang kamu kembangkan sudah waktunya memasukkan COO ke dalam struktur. 

Urusan antara karyawan dan CEO, internal perusahaan, dan bisnis inti adalah tanggung jawab dari seorang COO. 

6. Vice President of Product

Memang, di awal merintis tidak akan ada perusahaan ini karena tugasnya jadi satu dengan CTO sekaligus CEO. 

Tugas utamanya yakni mengembangkan produk yang kata MinLup tadi menjadi tugas dari seorang CTO. 

Delegasi tugas dari CTO ke posisi yang juga dikenal dengan Chief Product Officer (CPO) ini sangat efektif jika startup sudah mengalami perkembangan yang luar biasa. 

Dengan perkembangan yang baik, maka startup butuh orang-orang yang hanya khusus mengembangkan produk yang sesuai dengan pasar. Maka dari itu, ada CPO yang dibuat demi mengembangkannya. 

Tips Membangun Struktur Organisasi Startup

Sudah nyari banyak tips tapi belum nemu juga? Bagus. Ini waktunya MinLup membersihkan kepalamu dari saran-saran klise yang ada. Dalam membangun struktur, sederhana saja caranya: 

1. Tambah Struktur Saat Tidak Bisa Ditangani Satu Orang

Jalan paling wajib kamu lalui dalam bikin struktur organisasi startup ideal yakni memahami kebutuhan. Maka, pertanyakanlah apa yang paling kamu butuhkan dalam startup. 

Saat awal pembuatan, startup bahkan hanya bisa berjalan dengan dua orang. Satu CMO dan satu lagi CTO. Dua orang ini saja sudah cukup dalam mengembangkan perusahaan hingga stabil. 

Ibarat membuat karya seni utuh dari kain perca, kamu bisa menyusun satu demi satu bagian sesuai kebutuhan. 

Jika memang tugas dari CEO sudah tidak bisa merangkap sebagai CMO dan CFO, maka waktunya menambah salah satu tugas ini. 

Saat CTO sudah tidak mampu lagi mengurusi persoalan teknis sekaligus pengembangan produk, maka sudah saatnya memilih orang sebagai CPO. 

2. Strukturnya Harus Sederhana

Contoh struktur organisasi startup yang ideal bisa kamu temukan dalam struktur yang begitu sederhana. 

Namanya juga perusahaan rintisan, artinya belum membutuhkan sesuatu yang kompleks. Merekrut banyak orang untuk mengisi pos jabatan tertentu dalam startup sama sekali bukan hal baik. 

Struktur yang terlalu ‘gendut’ bisa mengurangi efektivitas perusahaan dalam berkembang. 

MinLup pernah mendengar ada owner bisnis besar di daerah Malang. Ia menggarap bisnis agrowisata yang sangat terkenal sejak dulu. 

Kurang lebih, dia bilang begini, “Usahakan struktur perusahaanmu ramping.” Ini bisa menjadi cara agar hubungan antara seluruh departemen tidak kaku dan birokratis. 

3. Tidak Membiarkan Komunikasi Terhambat

Bisa jadi masalah besar jika komunikasi di dalam startup terhambat, misalnya dengan struktur yang sangat kaku dan birokratis.

Startup mengutamakan luasnya perkembangan dan juga fleksibilitas komunikasi. Maka, sebaiknya buat struktur yang memungkinkan setiap posisi dalam startup bisa berkomunikasi secara mudah dan terbuka. 

Memahami struktur organisasi startup sudah tentu penting untuk mengembangkan perusahaan rintisan agar menjadi perusahaan yang besar di kemudian hari. 

Mau dapat inspirasi menarik lainnya? Jangan lupa, ikuti terus Ngalup agar kamu dapat insight menarik buat produktivitas hingga karir.

Apakah Konten ini Bermanfaat untukmu?

Berikan Rating untuk Konten ini

Average rating / 5. Vote count:

Template Social Media
All in One
Siap Pakai!
  • Rahasia Content Guide
  • Content Calendar Paling Simpel
  • Kunci Copywriting Social Media
  • Template Report Keren
  • Panduan Brand Guideline Social Media
  • Content Plan dan Rahasianya