Apa itu KPI Marketing? Ini Kumpulan Contohnya

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

Kesuksesan suatu bisnis berkaitan erat dengan berhasil tidaknya strategi marketing yang digunakan. Untuk mengukurnya, kamu perlu menggunakan KPI marketing.

KPI juga bermanfaat dalam membuat keputusan dengan cepat. Hal ini sangat penting mengingat pemasaran di dunia digital yang sering dalam sekejap mengalami perubahan trend dan perilaku konsumen.

Nah, kali ini MinLup mau ajak kamu untuk lebih mengenal mengenai KPI marketing dan contohnya.

Apa itu KPI Marketing?

KPI marketing adalah singkatan dari key performance indicators marketing. KPI merupakan metrik yang mengukur tingkat pertumbuhan, kesuksesan, dan aspek lain dari departemen pemasaran suatu bisnis.

KPI sendiri ada untuk setiap departemen perusahaan. Jadi, bukan hanya pada bagian marketing, melainkan ada juga untuk bagian penjualan dan divisi lain suatu perusahaan.

Penggunaan KPI menunjukkan performa perusahaan dalam mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, KPI marketing mengukur tingkat efektivitas dari strategi marketing.

Dalam penerapannya, perusahaan biasa melakukan KPI secara berkala, seperti harian, mingguan, atau bulanan.

Contoh KPI Marketing

Ada berbagai KPI marketing yang bisa kamu lacak. Berikut beberapa contohnya:

1. Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC mengukur jumlah biaya yang diperlukan untuk mendapatkan seorang pelanggan baru.

Cara menghitungnya yaitu dengan membagi jumlah total biaya pemasaran dan penjualan selama periode tertentu dengan jumlah pelanggan baru yang kamu peroleh.

Metrik ini bisa digunakan untuk meningkatkan pemasaran perusahaan karena membantu dalam membuat keputusan pembiayaan yang penting.

Dengan memantau CAC, kamu bisa mengoptimalkan strategi pemasaran dan mengalokasikan anggaran dengan lebih efisien.

Pasalnya, perusahaan tidak ingin menghabiskan terlalu banyak anggaran untuk memperoleh pelanggan jika tidak mendatangkan keuntungan.

2. Return of Investment (ROI)

Dalam pemasaran, ROI merujuk pada jumlah uang yang kamu dapatkan dibandingkan dengan biaya pemasaran.

Cara menghitung KPI marketing ini adalah dengan mengurangi biaya marketing dari peningkatan penjualan, kemudian membaginya dengan biaya marketing.

ROI memuat informasi terkait keuntungan dalam satu metrik tunggal yang membantu mengkomunikasikan keseluruhan performa.

3. Conversion Rate

Conversion rate adalah persentase pengguna atau pengujung platform digital yang mengambil tindakan sesuai yang diharapkan setelah berinteraksi dengan iklan pemasaran, kampanye, maupun konten lain.

Tindakan yang dimaksud dapat berupa melakukan pembelian, mengisi formulir kontak, atau berlangganan via email.

Kamu bisa menghitung conversion rate dengan membagikan jumlah konversi dengan jumlah total pengunjung, kemudian kalikan 100.

Penghitungan KPI ini juga bisa kamu lakukan menggunakan tool seperti Google Analytic. Conversion rate yang tinggi mengindikasikan tingkat engagement yang lebih baik dengan target audiens.

Sementara itu, jika conversion rate hasilnya rendah, maka kamu perlu mencari cara baru untuk menarik perhatian audiens agar mendatangkan lead.

Selain membantu kamu memahami berapa banyak traffic yang berubah menjadi lead (tindakan), melacak conversion rate juga memungkinkan kamu untuk mencari tahu cara promosi mana yang lebih efektif.

4. Cost per Lead (CPL)

CPL adalah jumlah anggaran yang kamu habiskan untuk mendapatkan satu lead baru dari upaya pemasaran.

Dengan melacak CPL dari berbagai kanal dan kampanye perusahaan, kamu bisa mengecek aktivitas mana yang menghasilkan lead dengan biaya paling minim.

Cara menghitung CPL yaitu dengan membagi total biaya marketing dengan jumlah leads yang dihasilkan.

Peningkatan CPL dapat mengindikasikan penurunan efisiensi strategi marketing. Kamu juga bisa membandingkan performa CPL perusahaan milikmu dengan tolok ukur industri.

Jika memang performa perusahaan lebih rendah dari rata-rata, maka kamu sebaiknya mulai menganalisa pemasaran. Kemudian, cari tahu apa yang bisa kamu tingkatkan dari pemasaran.

5. Customer Lifetime Value (CLTV)

Metrik yang satu ini juga membantu menentukan berapa banyak anggaran yang sebaiknya kamu gunakan untuk marketing.

CLTV mengindikasikan jumlah total pendapatan yang dapat perusahaan harapkan untuk diperoleh dari seorang pelanggan. KPI marketing ini termasuk metrik penting untuk memahami bisnis milikmu.

Supaya bisnis menghasilkan keuntungan, maka CLTV perlu memiliki nilai yang lebih tinggi daripada biaya penjualan dan pemasaran yang kamu habiskan untuk mendapatkan seorang pelanggan.

Lalu, bagaimana kalau CLTV rendah?

Maka, kamu bisa meningkatkannya dengan menjaga pelanggan potensial dan meningkatkan penjualan pada pelanggan yang sudah ada. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan lebih banyak pendapatan dari pelanggan.

6. Click-Through Rate (CTR)

CTR merupakan perbandingan pengguna yang melakukan klik pada link spesifik dalam email milikmu dengan jumlah total penerima yang sudah membuka email.

Metrik ini menunjukkan berapa banyak orang yang merasakan keterlibatan dengan konten dan ingin mengetahui lebih banyak apa yang brand-mu tawarkan.

Kamu bisa mendongkrak nilai CTR dengan membuat konten email yang bagus. Pastikan isi email sifatnya to-the-point alias tidak bertele-tele. Selain itu, buat konten yang menarik dengan visual yang kuat.

Untuk menghitung dan menganalisa CTR, kamu bisa menggunakan bantuan tool seperti Google Analytic. Pasalnya, tool ini menyediakan berbagai informasi detail terkait iklan, keyword, dan performa dari konten milikmu.

7. Marketing Qualified Leads (MQL)

MQL merupakan audiens yang telah berinteraksi dan terlibat dengan upaya pemasaran. MQL bisa menjadi pelanggan serius apabila kamu mampu memelihara hubungan baik.

KPI ini termasuk metrik yang recommended untuk kamu ukur karena membantu bagian pemasaran untuk mengetahui berapa banyak lead yang mereka hasilkan.

8. Sales Qualified Leads (SQL)

Apabila kamu mampu menjaga MQL dengan baik, maka lama-kelamaan mereka akan menjadi SQL.

SQL merupakan pelanggan potensial yang siap menghubungi bagian penjualan dari brand. Fungsi dari KPI ini adalah membantu bagian marketing untuk memahami berapa banyak dari lead yang dihasilkan yang berubah menjadi pelanggan potensial.

9. Follower Growth

Follower growth (peningkatan jumlah follower) termasuk dalam contoh KPI digital marketing yang penting. Alasannya tidak lain yaitu maraknya penggunaan sosial media.

Jumlah follower merupakan KPI yang membantu kamu untuk memahami tingkat popularitas brand.

Seperti yang kamu tahu, brand awareness berperan penting dalam pemasaran. Nah, total follower dari sosial media bisa menjadi indikasi untuk mengecek brand awareness.

Meski begitu, jumlah follower yang besar tidak menjamin bahwa setiap follower akan melihat konten yang kamu buat. Jadi, kamu tetap membutuhkan konten yang menarik untuk mendukung pemasaran.

10. Social Media Engagement

Nah, KPI yang satu ini bisa menjadi indikasi yang lebih presisi daripada jumlah follower.

Sosial media engagement sendiri merupakan tingkat keterlibatan audiens dengan konten yang kamu buat. Engagement ini bisa berupa like, share, komentar, atau mention.

Mengukur social media engagement bisa membantu kamu untuk menganalisa seberapa sukses postingan sosial media.

Social media engagement juga termasuk contoh OKR marketing. Sebagai info, OKR merupakan cara mengukur progres dalam mencapai tujuan perusahaan yang terdiri dari dua komponen, yaitu objektif dan hasil kunci.

Itulah beberapa contoh KPI marketing yang recommended buat kamu pantau. KPI memang banyak jenisnya. Namun, kamu tidak harus pakai semuanya, justru lebih baik menggunakan KPI yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.