Target Market: Arti, Contoh dan Cara Menentukan

Photo of author
Written By ngalup

Artikel ini telah diterbitkan oleh
Ngalup Collaborative Network.

0
()

Dalam menjalankan strategi bisnis, penting bagi kamu untuk tahu target market terlebih dahulu. Mengingat target dalam marketing ini menjadi kunci kesuksesan dari pemasaran sebuah bisnis.

Apabila kamu salah menentukan, maka akan berakibat fatal terhadap bisnis kedepannya. Nah, biar nggak salah dalam menentukan target yang pas, kamu perlu cari tahu detail informasinya. Kali ini MinLup akan membagikannya di sini.

Apa itu Target Market? 

Target market adalah sebuah kelompok orang yang akan dijadikan sasaran pemasaran sebagai bentuk upaya pendekatan bisnis. Di mana, target ini dapat tertarik untuk membeli sebuah produk atau jasa yang perusahaan tawarkan.

Secara umum proses penentuan dari target ini dengan mengetahui segmentasi pasar seperti pengelompokan di dalam masyarakat. Bisa berdasarkan jenis kelamin, usia, tempat tinggal, ataupun gaya hidup.

Setelah mengetahui pasar yang akan dituju, kamu bisa mengkategorikan mana segmen paling sesuai untuk bisnis yang akan kamu pasarkan. Dengan begitu, target pasar kamu akan terbentuk.

Contoh Target Market Berdasarkan Produk

Ada banyak sekali contoh target pasar berdasarkan layanan atau produk yang ditawarkan. Beberapa contohnya antara lain:

1. Produk Perawatan Kulit Organik

Biasanya produk ini akan menargetkan perempuan dengan rentang usia 25-40 tahun yang peduli terhadap kesehatan kulitnya. Golongan ini cenderung tertarik dengan perawatan berbahan alami dan ramah lingkungan.

2. Gadget dan Aksesoris Teknologi

Sesuai dengan perkembangan zaman, maka target untuk Gadget dan aksesoris teknologi ini paling cocok seseorang dengan rentang usia 18-40 tahun.

3. Layanan Travelling

Sesuai dengan jiwa petualangan, target untuk layanan traveling cenderung pada golongan usia 25-45 tahun. Jenis traveling yang disenangi biasanya aktivitas air, naik gunung, atau champ.

4. Bimbingan Belajar Khusus Anak

Layanan pendidikan untuk anak-anak bagus sekali untuk orang tua yang memiliki anak usia 3-6 tahun. Sekarang ini waktu orang tua dan anak sangat terbatas, sehingga butuh tentor yang akan membantu anak dalam pendidikan pra-sekolah.

Jadi, bimbel khusus anak sebaiknya menargetkan kepada orang tua yang memiliki anak masih kecil.

Manfaat Menentukan Target Market

Menentukan target pasar memang bukan hal mudah, tetapi akan memberikan hasil yang memuaskan dalam bidang pemasaran. Apalagi segmentasi pasar menjadi kunci utama dalam pemasaran bisnis.

Penasaran apa saja manfaat dari menentukan segmentasi pasar secara akurat? Yuk, simak pembahasannya di sini:

  • Memudahkan pebisnis untuk mengatur produk atau layanan yang akan ditawarkan.
  • Membuat perhatian calon konsumen lebih terarah.
  • Membuat proses penetapan kunci pemasaran bisnis lebih jelas dan terstruktur rapi.
  • Proses pengelompokan budget untuk usaha pun menjadi lebih mudah dan tepat sasaran.
  • Bisa dijadikan sebagai alat untuk menentukan dan membandingkan peluang usaha yang sudah beredar di pasaran berdasarkan kebutuhan konsumen.
  • Bisa memanfaatkan sumber daya bisnis yang terbatas secara efektif dan efisien.
  • Dapat mengantisipasi persaingan yang cukup ketat.
  • Menjadi media untuk mengatur produk atau layanan bisnis menjadi lebih baik.
  • Berpotensi besar untuk menemukan dan membandingkan kesempatan di pasar.
  • Menjadikan bisnis untuk menargetkan segmentasi pasar lebih luas lagi dengan arah yang tepat dan tersusun rapi.

Cara Menentukan Target Market

Target pasar sangat bermanfaat sekali utamanya dalam membuat strategi pemasaran berjalan lebih efektif dan efisien. Selain itu juga bisa menghemat biaya sebab targetnya tepat sasaran.

Biar kamu bisa menentukan pasar dengan tepat, ayo cari tahu cara menjangkau target market berikut ini:

1. Mengumpulkan Data tentang Segmen Pasar

Pertama, untuk menentukan target secara tepat maka kamu perlu mengumpulkan data terlebih dahulu. Sebelum itu, proses pengumpulan ini harus kamu lakukan secara terpisah dengan riset.

Kamu bisa memanfaatkan data pasar yang sudah ada untuk mengetahui segmen paling tepat. Cara paling mudahnya dengan mengecek melalui beberapa sumber seperti followers media sosial, pengunjung blog, atau pun e-commerce.

2. Lakukan Riset Kompetitor

Berikutnya melakukan riset kompetitor dengan bisnis serupa akan membantu kamu untuk memilih target pasar yang tepat. Namun, sebelum itu pastikan kamu sudah menemukan insight penting.

Langkah pertama, cari tahu apakah kompetitor memiliki target kelompok yang sama. Setelah itu, lakukan riset dari target kompetitor yang belum sempat kamu pikirkan. Berikutnya, pelajari bagaimana cara kompetitor akan menerapkan strategi brand.

Berdasarkan beberapa insight tersebut, maka kamu bisa mendapat data tambahan untuk memutuskan apakah bidang usaha kamu dapat diperluas, dipersempit, atau justru harus mengubah total target yang sudah ada.

3. Catat Kelebihan Produk

Jangan sampai kamu cacat terhadap produk sendiri. Cari tahu kelebihan dari produk yang kamu keluarkan dan tidak dimiliki oleh brand lain. Dengan begitu, kamu akan bisa bersaing dengan kompetitor sejenis.

Contohnya, ada sebuah perusahaan C yang menjual produk sama dengan milikmu. Namun, kamu baru menyadari bahwa produk kamu lebih unggul daripada perusahaan C. Contohnya kain tenun yang kamu jual lebih halus dan hasilnya rapi.

Jika sebelumnya kamu hanya mengambil nilai jual dengan penawaran harga miring, beraneka desain, dan asli dari NTB. Kini, kamu bisa menambahkan strategi pemasaran dengan pembahasan kain lebih halus dan hasil tenun sangat rapi.

4. Tentukan Target Statement

Kemudian, setelah kamu berhasil melakukan ketiga langkah di atas, maka tahap selanjutnya adalah membuat target pasar statement. Pembuatan dokumen ini akan sangat penting karena dapat menerapkan strategi brand positioning secara tepat.

Berikut adalah contoh detailnya. “Kami menargetkan perempuan muslim yang tertarik dengan baju tertutup arabian seperti kaftan dan gamis”.

Perbedaan Target Market dan Target Audience

Sudahkah kamu mengetahui apa perbedaan target pasar dan target audience? Banyak orang mengartikan bahwa kedua target ini sama. Bahkan, beberapa tenaga marketing justru kurang memahami benar perbedaan dari keduanya.

Padahal, meskipun keduanya cukup mirip tetapi ada perbedaan mendasar yang cukup kompleks. Di mana, untuk target audience ini fokus pada seseorang yang akan disasar untuk penargetan pemasaran.

Sedangkan target pasar atau market adalah sekelompok orang yang akan menjadi target konsumen atau pelanggan dari produk atau layanan yang ditawarkan.

Sekilas mungkin keduanya terlihat sama, tetapi kamu perlu tahu bahwa ternyata keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.

Contoh konkretnya terletak pada bisnis bimbingan belajar khusus anak-anak. Layanan jasa ini mengambil target audience orang tua yang memiliki anak pra-sekolah dengan usia 4-6 tahun. Padahal, target pasarnya adalah anak-anak.

Nah, dari pembahasan di atas pengen pengetahuan seputar marketing makin bertambah? Yuk, jangan lupa ikuti terus artikel Ngalup biar makin banyak insight kamu tentang marketing seperti target market dan target audience.

FAQ

Apakah target market juga harus dilakukan untuk bisnis kesehatan?

Tentu saja. Semua bisnis sebaiknya menggunakan agar target lebih terarah.

Apakah menentukan target pasar dapat membantu bisnis berkembang?

Ya. Karena target pasar yang tepat akan membantu bisnis berkembang lebih cepat.

Di mana bisa belajar pengetahuan tentang marketing secara gratis?

Bisa dari sosial media, workshop online, atau blog seperti Ngalup.

Apakah Konten ini Bermanfaat untukmu?

Berikan Rating untuk Konten ini

Average rating / 5. Vote count:

Template Social Media
All in One
Siap Pakai!
  • Rahasia Content Guide
  • Content Calendar Paling Simpel
  • Kunci Copywriting Social Media
  • Template Report Keren
  • Panduan Brand Guideline Social Media
  • Content Plan dan Rahasianya